STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DI GG. SUDIRJA, SUKAMENAK, MARGAHAYU, BANDUNG

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1276

Authors

  • Andika Firza Pramana Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ardelia Azhari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Priyanti Priyanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ardian Khairiah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Etnobotani, tanaman obat, Zingiberaceae, pelestarian budaya, Gg. Sudirja

Abstract

Masyarakat Gg. Sudirja, Desa Sukamenak, Kabupaten Bandung, memiliki tradisi pemanfaatan tanaman obat yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Praktik ini berperan dalam menjaga kesehatan secara alami sekaligus memperkuat identitas budaya dan menunjukkan adaptasi ekologis yang berkelanjutan. Namun, modernisasi dan perubahan gaya hidup mengancam keberlanjutannya karena minimnya dokumentasi. Studi ini bertujuan mendokumentasikan penggunaan tanaman obat di wilayah tersebut sebagai upaya pelestarian pengetahuan tradisional dan biodiversitas lokal. Penelitian dilakukan pada April 2025 dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode snowball sampling, melibatkan 41 responden berusia di atas 30 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur langsung di lapangan. Hasil menunjukkan dominasi famili Zingiberaceae, dengan bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan berupa rimpang dan daun. Tanaman umumnya dibudidayakan di pekarangan rumah, dan metode pengolahan yang paling sering digunakan adalah perebusan. Seluruh spesies memiliki nilai Fidelity Level (FL) sebesar 100%, mencerminkan konsistensi penggunaannya untuk indikasi tertentu, sementara nilai Use Value (UV) tertinggi ditemukan pada Vernonia amygdalina, Kaempferia galanga, dan Curcuma longa. Preferensi penggunaan lebih tinggi pada kalangan usia lanjut, mengindikasikan potensi erosi pengetahuan tanpa upaya dokumentasi dan transfer antargenerasi. Hasil studi ini menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan etnobotani sebagai bagian dari konservasi hayati dan pengembangan inovasi pengobatan berbasis tanaman lokal.

Published

2025-12-30

How to Cite

Pramana, A. F. ., Azhari, A., Priyanti, P., & Khairiah, A. . (2025). STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DI GG. SUDIRJA, SUKAMENAK, MARGAHAYU, BANDUNG . Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 1361–1369. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1276

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3