Valuasi Tanaman Sirih pada Tradisi Pernikahan Adat Betawi di Kelurahan Krukut, Kota Depok

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1263

Authors

  • Maharani Safitri Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Fhadia Andita Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Priyanti Priyanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ardian Khairiah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Adat Betawi, Sirih, Tradisi Pernikahan

Abstract

Tradisi pernikahan adat Betawi di Kelurahan Krukut masih lestari hingga kini, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman lokal seperti sirih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sirih dalam tradisi pernikahan Betawi, meliputi makna simbolik, bentuk penyajian, serta persepsi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 82 responden dan observasi terhadap satu informan kunci, yaitu seorang tetua adat setempat. Masyarakat menggunakan 3 macam tanaman sirih yaitu sirih hijau, sirih merah, dan sirih gading, dengan bagian daun sebagai komponen utama. Daun sirih disajikan dalam bentuk seserahan seperti sirih embun, sirih nanas, dan sirih dare. Tanaman ini umumnya diperoleh dari pekarangan rumah (52,43%) dan dari alam liar (34,41%). Sirih memiliki makna simbolik sebagai pelengkap, penghormatan, serta lambang doa dan harapan untuk kehidupan rumah tangga yang baik. Masyarakat meyakini bahwa sirih tidak dapat digantikan oleh tanaman lain tanpa mengubah makna tradisinya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelestarian tanaman lokal sebagai bagian dari identitas budaya Betawi.

Published

2025-12-30

How to Cite

Safitri, M., Andita, F. ., Priyanti, P., & Khairiah, A. . (2025). Valuasi Tanaman Sirih pada Tradisi Pernikahan Adat Betawi di Kelurahan Krukut, Kota Depok . Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 1238–1245. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1263

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>