Prosiding Seminar Nasional Biologi
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding
<p>Prosiding Seminar Nasional Biologi ini adalah kumpulan hasil riset dan review artikel dalam bidang Pendidikan Biologi dan Biologi serta topik lainnya yang relevan. Prosiding merupakan kegiatan tahunan dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang.</p>Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padangen-USProsiding Seminar Nasional Biologi2809-8447<p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">(http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)</a> which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium </p>Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Dengan Metode Observasi Morfologi Tumbuhan di Kawasan Hutan Kemampo Banyuasin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1008
<p>Tanaman yang terkena penyakit dapat menunjukan gejala perubahan bentuk, warna dan kelayuan yang secara langsung dapat di observasi. Penyebab penyakit dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu biotik atau parasit dan abiotik atau non parasit. Biotik yaitu penyebab penyakit yang sifatnya menular atau infeksius, misalnya jamur, bakteri, nematoda, mycoplasma dan tanaman tinggi parasitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung penyakit pada tanaman di Kawasan Hutan Kemampo Banyuasin Sumatera Selatan pada bulan Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi morfologi. Hasil penelitian terdapat 15 jenis tanaman yang terserang penyakit meliputi Senduduk (Melastoma malabathricum), Rolandra fruticosa, Senduduk bulu (Miconia crenata), Fallopia scandens, cepokak (Solanum torvum), Akasia (Acacia mangium), Carolina buckthorn (Frangula caroliniana), Jotang kuda (Synedrella nodiflora), Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth), Sidaguri (Sida rhombifolia), Sapat kecil (Macaranga trichocarpa), Patikan kebo (Euphorbia hirta), Jambu air (Syzygium aqueum), Salam (Syzygium polyanthum) dan Waru (Hibiscus tiliaceus).</p>Septi Levia RahmadaniAndi SaputraDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Septi Levia Rahmadani, Andi Saputra, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274215116710.24036/prosemnasbio/vol4/1008Inventarisasi Hama Jenis Serangga pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Di Nagari Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1024
<p>Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan sumber pangan pokok bagi sebagian besar populasi dunia, termasuk Indonesia. Namun, produksi padi di Indonesia sering terancam oleh serangan hama, seperti seranggahama yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen bahkan gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga hama di sawah. Metode penelitian mencakup pengambilan sampel serangga hama di Nagari Sandi Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Identifikasi dengan kunci determinasi, analisis data deskriptif, dan studi literatur untuk memahami siklus hidup, biologi, kerusakan, dan metode pengendalian serangga hama. Hasil penelitian pada tanaman padi (Oryza sativa) di Nagari Sandi Ulakan ditemukan tiga spesies hama serangga yang dominan yaitu Walang Sangit (Leptocorisa acuta Thunberg), Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stål.), dan Lembing Batu (Scotinophara coarctata). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga hama memiliki morfologi dan tingkah laku yang berbeda, namun menyebabkan kerusakan serupa pada tanaman padi. Pengendalian hama perlu dilakukan secara terpadu dengan pendekatan pencegahan, pengendalian hayati, pengendalian kimia, dan pengendalian mekanis. Pengetahuan mengenai identifikasi, siklus hidup, dan metode pengendalian efektif serangga hama menjadi kunci dalam upaya menekan serangan hama dan meningkatkan hasil panen padi.</p>Henni Sri Widya NingsihErnie NovriyantiDinda YanaArlanatasia ArlanatasiaQhairanny Asysyifa
Copyright (c) 2025 Henni Sri Widya Ningsih, Ernie Novriyanti, Dinda Yana, Arlanatasia Arlanatasia, Qhairanny Asysyifa
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274283585210.24036/prosemnasbio/vol4/1024Inventarisasi Pemanfaatan Tanaman di Daerah Kota Sungai Penuh, Jambi
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1041
<p>Kota Sungai Penuh merupakan sebuah kota kecil yang terletak dibagian barat jambi, Kota Sungai Penuh memiliki relief yang kasar, hal ini disebabkan Kota Sungai Penuh berada pada ketinggian 1800 Mdpl. Kota Sungai Penuh juga berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (Tnks) yang mana dikenal memiliki tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. Sebagaimana masyarakat kota lain menggantung hidupnya pada alam, masyarakat Kota Sungai Penuh pun memiliki berbagai kearifan dan memanfaatkan alam disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pemanfaatan tanaman di Kota Sungai Penuh, dengan fokus pada jenis-jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk berbagai keperluan seperti konsumsi, obat-obatan, dan keperluan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat lokal. Data dikumpulkan melalui identifikasi langsung tanaman serta wawancara dengan responden yang berpengalaman dalam penggunaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat, di antaranya tanaman pangan, tanaman obat, dan tanaman hias. Hasil inventarisasi ini dapat menjadi referensi untuk pengelolaan sumber daya alam berbasis tanaman, serta mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Kota Sungai Penuh.</p>Lisa SafitriMutia OktavianiRivaldo SitumorangFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Lisa Safitri, Mutia Oktaviani, Rivaldo Situmorang, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274237839110.24036/prosemnasbio/vol4/1041Tantangan Petani Dalam Mempertahankan Ketahanan Pangan: Studi Literatur
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1057
<p>Berdasarkan literatur ini mengkaji tantangan utama yang dihadapi petani Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan global dan nasional. Tantangan tersebut meliputi perubahan iklim, konversi lahan, keterbatasan akses terhadap teknologi, fluktuasi harga hasil pertanian, serta dampak pandemi COVID19. Perubahan iklim mengganggu produktivitas pertanian melalui fluktuasi suhu dan bencana alam, yang terutama berdampak pada petani kecil. Urbanisasi juga menyebabkan berkurangnya lahan pertanian yang produktif, sehingga mengancam pasokan pangan. Selain itu, terbatasnya akses petani terhadap teknologi modern, seperti varietas unggul dan sistem irigasi presisi, serta kebijakan yang kurang mendukung semakin<br>memperburuk keadaan. Pandemi COVID-19 menambah kesulitan dengan mengganggu rantai pasokan pangan dan menurunkan pendapatan petani. Penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi modern, kebijakan yang berpihak pada petani, serta kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional</p>Fanesha Panca Putri Lora AfrilisiaMufidah Insani TazriMutia OktavianiPutri Amelya NingsihResti Fevria
Copyright (c) 2025 Fanesha Panca Putri , Lora Afrilisia, Mufidah Insani Tazri, Mutia Oktaviani, Putri Amelya Ningsih, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274258058410.24036/prosemnasbio/vol4/1057Pengaruh Radiasi smartphone dalam Mode Pesawat (Airplane Mode) Terhadap Histologi Otak dan Hati Mencit Jantan (Mus musculus)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1073
<p>Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali jenis radiasi yang diterima oleh tubuh, diantaranya radiasi elektromagnetik yang berasal dari gadget dan dikhawatirkan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang, diantaranya sakit kepala, resiko kanker dan lain sebagainya. Namun, ketika mode pesawat dihidupkan dapat mengurangi radiasi yang dapat terjadi karena adanya pemutusan beberapa<br>penghubung elektromagnetik, sehingga apakah mode pesawat memiliki pengaruh terhadap paparan radiasi yang diterima oleh tubuh. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh radiasi smartphone dalam kondisi airplane mode terhadap histologi otak dan hati mencit Jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan empat perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol (tanpa paparan), kelompok<br>1(terpapar Selama 4 jam), kelompok 2(terpapar selama 6 jam), kelompok 3(terpapar selama 8 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan antara histologi otak dan hati yang tidak terpapar dengan yang terpapar smartphone dalam kondisi airplane mode. Sehingga dapat disimpulkan bahwa benar dengan mengaktifkan mode pesawat pada smartphone dapat mengurangi radiasi yang dipaparkan oleh smartphone itu sendiri.</p>Annisa Putri AnggrainiYasmine Dwinda ErizalNajma NurqamaraMuhammad Naufal ArrafiYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Annisa Putri Anggraini, Yasmine Dwinda Erizal, Najma Nurqamara, Muhammad Naufal Arrafi, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274269169810.24036/prosemnasbio/vol4/1073Bioaktivitas Ekstrak Tanaman Mahang (Macaranga Triloba) Yang Berada Di KHDTK Kemampo Banyuasin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1089
<p>Laporan ini menyajikan hasil penelitian tentang bioaktivitas ekstrak tanaman berkayu di KHDTK Kemampo, Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan fokus utama pada Mahang (Macaranga triloba). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan antioksidan dari ekstrak daun, batang, dan akar Mahang. Metode yang digunakan meliputi uji antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis. Serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), yang melibatkan pengukuran absorbansi untuk menghitung nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari ketiga bagian tanaman Mahang. daun, batang, dan akar memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang signifikan, dengan ekstrak daun menunjukkan potensi tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Mahang dapat dijadikan sumber obat alami yang berpotensi untuk pengembangan produk kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang keanekaragaman hayati dan pemanfaatan tanaman di kawasan KHDTK Kemampo.</p>Zahra An’umilah Darmawan DarmawanEli WantinaM. Deni IrawanEvans Aditya PratamaNoviyanto NoviyantoRian Oktiansyah
Copyright (c) 2025 Zahra An’umilah Darmawan Darmawan, Eli Wantina, M. Deni Irawan, Evans Aditya Pratama, Noviyanto Noviyanto, Rian Oktiansyah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421059106410.24036/prosemnasbio/vol4/1089Inventarisasi Pemanfaatan Tanaman di Daerah Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kenagarian Sungai Rambutan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1105
<p>Etnobotani merupakan studi tentang interaksi manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan dan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi penggunaan tumbuhan oleh masyarakat di Nagari Sungai Rambutan, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, serta mendokumentasikan pengetahuan tradisional terkait. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografis melalui wawancara mendalam. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar yang mempunyai pengetahuan lebih banyak tentang pemanfaatan tanaman, seperti tetua masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat yang memanfaatan tanaman tersebut. Informasi yang di peroleh dianalisis secara jelas dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari penelitian diketahui terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan masakan, obat tradisional, bahan bangunan dan upacara adat.</p>Lora AfrilisiaFidia Aura KhairaniSevira Della NuariFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Lora Afrilisia, Fidia Aura Khairani, Sevira Della Nuari, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274278079110.24036/prosemnasbio/vol4/1105Uji Kualitas Air Kanal Dengan Parameter Biologi, Kimia, Fisika Di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1121
<p>Kanal Kampus B UIN Raden Fatah Palembang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologis, mengurangi risiko banjir, dan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa terkait manajemen sumber daya air dan pelestarian lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan 3 titik di area Kanal Kampus B Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Titik stasiun 1 yakni didepan Fakultas Psikologi, stasiun 2 didepan gedung Rektorat, dan stasiun 3 didepan gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode Most Probable Number (MPN) untuk menguji parameter biologis, menguji Logam berat dengan parameter kimia dan fisika dengan metode TSS dan TDS. Konsentrasi cadmium (Cd) rendah namun berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan jika terakumulasi, bahan organik di kanal dapat mengurangi konsentrasi Cd. Besi (Fe) rendah tidak berbahaya, tapi tinggi dapat mengubah warna air dan mengurangi oksigen terlarut, Timbal (Pb) terdeteksi pada konsentrasi rendah (0,00256 0,00612 mg/L) aman untuk air minum, tetapi berisiko jika terakumulasi. Tembaga (Cu) sangat rendah (0,00001 mg/L) menunjukkan kanal bebas pencemaran tembaga, pada parameter biologi, bakteri coliform digunakan sebagai indikator pencemaran mikrobiologis untuk memahami potensi dampak kesehatan. Analisis ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas lingkungan kanal yang berguna dalam penentuan langkah pengelolaan dan perbaikan kualitas air ke depannya.</p>Sakhira MardhotilaAinun Jariyah Suci UtamiAyu ArisamaRiri Novita Sunarti
Copyright (c) 2025 Sakhira Mardhotila, Ainun Jariyah, Suci Utami, Ayu Arisama, Riri Novita Sunarti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421267127810.24036/prosemnasbio/vol4/1121Inventarisasi Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Kota Sungai Penuh, Kerinci
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/999
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, yang merupakan bagian dari kawasan enclave Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kota Sungai Penuh dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan penting secara ekologis karena lokasinya yang strategis di ekosistem TNKS, yang merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Asia Tenggara. Inventarisasi tumbuhan dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan keberadaan jenis-jenis tumbuhan yang memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan budaya bagi masyarakat lokal. Metode penelitian melibatkan survei lapangan dengan teknik observasi langsung dengan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi tambahan mengenai pemanfaatan tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Sungai Penuh memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dikategorikan ke dalam beberapa kelompok utama, yaitu tumbuhan obat, tanaman pangan, tumbuhan hias, dan spesies endemik. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian keanekaragaman tumbuhan di kawasan ini melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pengelola TNKS. Selain itu, hasil inventarisasi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun strategi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. </p>Bintang Firma YonaFatri Juni ArdisaKuntum Nurul IqraFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Bintang Firma Yona, Fatri Juni Ardisa, Kuntum Nurul Iqra, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742435610.24036/prosemnasbio/vol4/999Literature Review : Pengaruh Defisiensi Asam Folat dan Mutasi Genetik pada Anencephaly
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1015
<p>Abortus spontan dan lahir mati pada janin sering disebabkan oleh kelainan kongenital, seperti anensefali, yang melibatkan bagian kulit kepala, tulang tengkorak, dan otak akibat kegagalan penutupan Neural Tube Defect (NTD). Faktor utama penyebab anensefali adalah defisiensi asam folat dan mutasi genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kedua faktor tersebut melalui studi literatur. Metode penelitian dilakukan dengan tinjauan pustaka yang mencakup pencarian online di Google Scholar, Google, dan National Institute of Health (NIH) dalam rentang tahun 2014-2024 dengan kata kunci terkait: defisiensi asam folat, mutasi genetik, dan anensefali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan asam folat dapat menyebabkan cacat tabung saraf dan memengaruhi perkembangan otak serta sumsum tulang belakang. Kekurangan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya NTD dan anensefali pada janin. Selain defisiensi asam folat, mutasi genetik juga berperan sebagai penyebab malformasi ini. Beberapa gen yang teridentifikasi dalam literatur sebagai penyebab NTD dan anensefali meliputi NUAK2, WIPI1, MTHFD1, WDR34, dan SHROOM3.</p>Azzahra Noor FirantiAnisa Syahrul RahmiYesiska YulitaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Azzahra Noor Firanti, Anisa Syahrul Rahmi, Yesiska Yulita, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274220021110.24036/prosemnasbio/vol4/1015Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Nagari Talang Babungo , Kab. Solok Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1032
<p>Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan berperan penting dalam mendukung kebutuhan hidup masyarakat. Namun, pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan sering kali terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis pemanfaatan keanekaragaman hayati oleh masyarakat Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang masih memanfaatkan tumbuhan secara tradisional untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama Oktober hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat setempat memanfaatkan tumbuhan untuk pengobatan, pangan, dan upacara adat. Misalnya, daun sirih (hijau dan merah) digunakan sebagai antiseptik dan bahan pengobatan diabetes, kunyit, jahe, dan serai sebagai bumbu masak dan obat tradisional, serta tebu, labu siam, sidingin, dan jeruk nipis untuk kesehatan dan kuliner. Tradisi kuliner seperti pembuatan lamang hitam juga tetap dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya. Penelitian ini menyoroti pentingnyamelestarikan kearifan lokal yang tidak hanya mendukung ekonomi dan budaya masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan keanekaragaman hayati. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan yang mendukung pelestarian tradisi dan lingkungan.</p>Putri OktaviaMiftahul JannahRachel AlqaramahFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Putri Oktavia, Miftahul Jannah, Rachel Alqaramah, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274229330510.24036/prosemnasbio/vol4/1032Pengaruh Variasi Lama Iradiasi UV dan Waktu Kejutan Panas pada Androgenesis Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1048
<p>Keanekaragaman hasil budidaya ikan diperlukan, sehingga tidak hanya menghasilkan daging ikan, tetapi juga produksi yang lain seperti telur ikan yang dapat dikonsumsi. Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas ikan Nilem dan ikan Tawes, berbagai teknik pemuliaan dan perbaikan genetik terus dikembangkan, salah satunya melalui teknologi androgenesis. Metode penelitian dalam review ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai jurnal ilmiah tentang androgenesis pada ikan tawes dan nilem. Data yang dikumpulkan mencakup durasi iradiasi UV, waktu kejutan panas, serta hasil tingkat fertilitas dan penetasan. Perbedaan durasi optimal iradiasi UV antara kedua spesies ini menunjukkan bahwa setiap jenis ikan memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap paparan UV. Ikan tawes memerlukan iradiasi yang lebih singkat untuk mencegah kerusakan pada struktur telur, sementara ikan nilem membutuhkan waktu iradiasi yang lebih lama untuk memastikan seluruh genom maternal berhasil diinaktivasi. Teknik androgenesis pada ikan tawes dan nilem memerlukan optimalisasi parameter yang berbeda, meskipun prinsip dasarnya sama.</p>Saskia Putri AzeliShafiah Adilla PutriTiara Dwi Ananda
Copyright (c) 2025 Saskia Putri Azeli, Shafiah Adilla Putri, Tiara Dwi Ananda
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274253453910.24036/prosemnasbio/vol4/1048PEMBIBITAN TANAMAN HUTAN BERKAYU DI UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1064
<p>Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, yang menempatkannya di antara negara-negara megabiodiversitas seperti Brazil dan Zaire. Biodiversitas sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan hutan dapat menyediakan kebutuhan tersebut, yaitu berupa makanan, pakaian, obat, oksigen, dan penyerap karbon dioksida. Di Sumatera Barat, sebagian besar wilayahnya merupakan hutan tropis alami dan dilindungi. Hutan di wilayah ini bukan hanya menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies flora dan fauna endemik, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah perubahan iklim, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman hutan berkayu yang dibudidayakan dan mempelajari teknik pembibitan di UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH), Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk identifikasi jenis tanaman, dokumentasi proses pembibitan, dan wawancara dengan petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSPTH membudidayakan beberapa jenis tanaman berkayu, seperti Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Ketapang (Terminalia catappa), Surian (Toona sinensis), Mahoni (Swietenia macrophylla), dan Bayur (Pterospermum javanicum). Proses pembibitan terdiri dari beberapa tahap yaitu penyiapan benih, penaburan, penyemaian, penyapihan, yang disesuaikan dengan sifat benih, seperti ortodoks, intermediet, atau rekalsitran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) memiliki tanaman berkayu yang dibudidayakan berjumlah 5 tanaman. Proses pembibitan berkisar dari 2 sampai 6 bulan tergantung jenis bibitnya dan hasil bibit disalurkan ke daerah untuk dimanfaatkan dengan tujuan konservasi, reboisasi, dan membantu pemenuhan kebutuhan kayu masa datang.</p>Divia Yuda MeisyaAzwir Anhar
Copyright (c) 2025 Divia Yuda Meisya, Azwir Anhar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274260361010.24036/prosemnasbio/vol4/1064Budidaya Kangkung (Ipomoea aquatica) secara Hidroponik dengan Sistem Sumbu dari Bahan Bekas
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1080
<p>Kangkung (Ipomoea aquatica) merupakan sayuran yang digemari masyarakat karena kaya akan nutrisi, rasanya yang enak dan mudah untuk tumbuh. Untuk menjaga cita rasa dan kandungan gizi tanaman kangkung, kangkung perlu diolah dan ditanam dengan baik sehingga menghasilkan kangkung yang berkualitas. Salah satu caranya adalah budidaya kangkung secara hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode budidaya tanaman kangkung (Ipomoea Aquatica) secara hidroponik dengan memanfaatkan wadah bekas. Metode hidroponik dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan air dan ruang serta dapat mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan metode tradisional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) untuk membandingkan pertumbuhan kangkung pada berbagai jenis wadah bekas, antara lain ember plastik, botol bekas, dan baskom. Proses penelitian meliputi penyiapan sistem hidroponik, penyemaian benih, pemindahan benih ke dalam wadah yang telah disiapkan, serta perawatan tanaman dengan mengukur pH dan TDS larutan nutrisi setiap hari. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan barang bekas sebagai wadah hidroponik tidak hanya efektif mendukung pertumbuhan kangkung tetapi juga memberikan solusi ramah lingkungan untuk pertanian perkotaan. Analisis data menunjukkan bahwa jenis wadah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknik budidaya hidroponik berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan barang bekas dalam pertanian.</p>Fidia Aura KhairaniTira Sovia NingsihM.Naufal ArrafiResti Fevria
Copyright (c) 2025 Fidia Aura Khairani, Tira Sovia Ningsih, M.Naufal Arrafi, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274295896310.24036/prosemnasbio/vol4/1080PEMANFAATAN JENIS TANAMAN OBAT DI DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO DAN KABUPATEN KERINCI
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1096
<p>Tanaman obat memainkan peranan penting dalam pengobatan tradisional di Indonesia, khususnya di daerah Mukomuko dan Kerinci. Artikel ini mengkaji berbagai jenis tanaman obat yang tumbuh di kedua daerah tersebut, serta cara pengolahan dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal mengenai tanaman obat, yang sering kali tidak tertulis dan berpotensi hilang seiring dengan modernisasi.Beberapa tanaman yang dibahas dalam artikel ini antara lain daun alpukat (Persea americana), yang dikenal dapat menurunkan kadar kolesterol; jahe (Zingiber officinale), yang efektif dalam meredakan asam lambung; dan kunyit (Curcuma longa), yang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat setempat memiliki pengetahuan yang kaya mengenai pemanfaatan tanaman obat dan cara pengolahannya. Tanaman-tanaman tersebut tidak hanya digunakan untuk pengobatan tetapi juga sebagai bagian dari ritual budaya. Dengan meningkatnya minat terhadap pengobatan alami dan herbal, penting untuk melestarikan pengetahuan ini serta melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi potensi terapeutik dari tanaman-tanaman tersebut. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya tanaman obat dalam konteks kesehatan masyarakat serta mendorong upaya konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. </p>Selsi SelsiMediza Resti NabilaFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Selsi Selsi, Mediza Resti Nabila, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421133114310.24036/prosemnasbio/vol4/1096PEMANFAATAN JENIS TANAMAN OBAT DARI KOTA PARIAMAN SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1112
<p>Kota Pariaman adalah salah satu daerah di Sumatera Barat yang memiliki kekayaan alam,termasuk berbagai jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk pengobatan tradisional. Pemanfaatan tanaman obat di Kota Pariaman sudah menjadi bagian dari budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman obat yang ada di wilayah tersebut,serta cara pemanfaatannya oleh masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan masyarakat, observasi lapangan, dan studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman seperti daun sungkai (Peronema canescens Jack) untuk menyembuhkan penyakit malaria,daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis) untuk obat demam dan sakit tenggorokkan,ampadu tanah (Andrographis Paniculata) untuk melancarkan darah,belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk menurunkan tekanan darah dll. Selain itu,masyarakat juga mulai membudidayakan tanaman obat di sekitar tempat mereka tinggal.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian dan pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat.</p>Salsabila Putri AsyiraAnisa Permata AyundaFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Salsabila Putri Asyira, Anisa Permata Ayunda, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421173117810.24036/prosemnasbio/vol4/1112Teknologi In Vitro Fertilization (IVF): Dampak pada Tingkat Kesehatan Ibu dan Efek Jangka Panjang yang Ditimbulkan pada Anak Hasil dari Perawatan IVF
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1006
<p>Teknologi In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung merupakan inovasi dalam reproduksi berbantu yang digunakan untuk membantu pasangan dengan gangguan infertilitas. IVF memungkinkan pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh, diikuti dengan transfer embrio ke rahim ibu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak prosedur IVF terhadap kesehatan ibu dan efek jangka panjang pada anak, melalui metode literatur review dari berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun IVF memberikan peluang bagi pasangan untuk memiliki anak, prosedur ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, seperti kehamilan ganda dan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) pada ibu. Selain itu, anak anak hasil IVF juga berisiko mengalami gangguan metabolik, kardiovaskular, dan endokrin di masa depan. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kesehatan jangka panjang, baik bagi ibu maupun anak, untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Kajian ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman mengenai dampak jangka panjang IVF serta upaya mitigasinya.</p>Puji RamadhaniAulia Devani PutriFanica MaisandhaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Puji Ramadhani, Aulia Devani Putri, Fanica Maisandha, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274213213710.24036/prosemnasbio/vol4/1006Studi Jenis-Jenis Tanaman Yang Berpotensi Sebagai Obat Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo Pangkalan Panji Banyu Asin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1022
<p>KHDTK Kemampo, yang di dirikan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Palembang. Sumatera Selatan adalah area yang memiliki peluang besar dalam bidang penelitian dan pendidikan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat dikawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) kemampo pangkalan panji banyu asin Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk menganalisis tanaman yang berpotensi sebagai obat yang dilakukan dengan menjelajahi hutan kemampo. Hasil yang diperoleh, ditemukan ada 11 jenis tanaman obat di lokasi hutan kemampo yaitu ditemukan tanaman mampelas (Tetraera indica L.), tanaman senduduk Bulu (Melastoma malabathricum), tanamanmengkudu (Morida coreia), tanaman ciplukan (Physalis angulata L.), tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), tanaman akar wangi (Polygala paniculata L.), tanaman paku (Gleichenia linearis), tanamandaun salam (Sygyzium polyanthum), tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.), tanaman waru (Hibiscus tiliaceus L.), tanaman urang aring (Eclipta prostrata).</p>Nur AzizahNaomi Puspita DewiAndi Saputra
Copyright (c) 2025 Nur Azizah, Naomi Puspita Dewi, Andi Saputra
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274222524210.24036/prosemnasbio/vol4/1022Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1039
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam konteks etnobotani. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendokumentasikan pengetahuan tradisional masyarakat tentang berbagai jenis tumbuhan yang digunakan untuk pangan, obat-obatan, kosmetik, dan keperluan budaya. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan beragam tumbuhan dimanfaatkan secara tradisional, seperti kunyit, jahe, serai, bunga telang, lidah buaya, sirih, pisang, dan rimbang, yang memiliki nilai manfaat tinggi di berbagai aspek kehidupan. Studi ini menyoroti pentingnya konservasi pengetahuan tradisional dalam menghadapi ancaman modernisasi, serta pengembangan potensi tumbuhan lokal untuk mendukung keberlanjutan ekologis, ekonomi, dan budaya masyarakat.</p>Rachel AlqaramahMiftahul JannahPutri OktaviaFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Rachel Alqaramah, Miftahul Jannah, Putri Oktavia, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274234736410.24036/prosemnasbio/vol4/1039Fluktuasi Suhu Terhadap Pola Pergerakan Lobster Hias (Red Neon Crayfish) Di Dalam Air Tawar Pada Aquarium
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1055
<p>Lobster air tawar (keluarga Cambaridae) merupakan salah satu komoditas akuakultur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek yang baik di sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas suhu terhadap pola pergerakan lobster hias (Red Neon Crayfish) di dalam air tawar. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen menganalisa dari pola pergerakan lobster, suhu, pH, tingkat aktivitas, nafsu makan, kadar oksigen, dan waktu respon lobster dan mencari informasi dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa suhu lingkungan memengaruhi aktivitas, metabolisme, dan perilaku lobster air tawar. Pada suhu normal (25°C), lobster menunjukkan aktivitas stabil dan interaksi sosial yang normal. Namun, pada suhu dingin (7°C), aktivitas dan metabolisme menurun signifikan, sehingga lobster menjadi lambat dan lebih banyak bersembunyi. Sebaliknya, pada suhu panas (37°C), stres termal meningkatkan agresivitas, hiperaktif, dan persaingan antar lobster, serta menurunkan kualitas air seperti kadar oksigen. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan suhu air yang optimal untuk mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan lobster air tawar di akuarium atau sistem budidaya intensif.</p>Aisyah Putri AzzahraPutri FamaliaNabila Annisa RahmaIrham Falahudin
Copyright (c) 2025 Aisyah Putri Azzahra, Putri Famalia, Nabila Annisa Rahma, Irham Falahudin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274256357210.24036/prosemnasbio/vol4/1055OPTIMASI PRIMER P-GLY PADA SAMPEL SEL KANKER PAYUDARA (T47D) DENGAN MENGGUNAKAN REAL TIME PCR
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1071
<p>Sel T47D adalah sel kanker payudara manusia yang bersifat ER/progesterone receptor-positif dan berasal dari cairan pleural. Sel ini mengekspresikan suatu mutan dari protein p53 dan sel ini sangat sensitif terhadap efek stimulan dari estradiol. P-glycoprotein (P-gp) adalah anggota dari superfamili transporter ATP binding cassette (ABC), yang menentukan berbagai penyerapan dan penembusan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan primer p-gly pada sampel sel kanker payudara (747d) menggunakan real time PCR. Penelitian ini menggunakan metode antara lain: 1) isolasi DNA, 2) real time PCR dan 3) elektroforesis. Data yang diperoleh kemudian dibahas secara deskriptif untuk mengetahui hasil optimasi primer p-gly yang optimal pada sampel sel kanker payudara (747d). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BLAST primer Pgly dengan sekuens Forward nya 5’GTTTC GCTATTC AAATTGGC3’ dan Sekuens Reverse 5’GGCATA CCTGGT CATGTC3’ didapatkan produk dengan panjang 230 bp. Dari hasil penyejajaran sekuens produk diperoleh Length 21, TM 56.46 untuk Forward dan Length 18, TM 54.76 untuk Reverse. Hasil dari Gradient Real time PCR Primer P-gly dengan suhu annealing 51°C-60°C didapatkan suhu optimum yaitu 54,5 °C</p>Nur Anisa WahyuniSiska Alicia FarmaIra Wahyuni
Copyright (c) 2025 Nur Anisa Wahyuni, Siska Alicia Farma, Ira Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274266567510.24036/prosemnasbio/vol4/1071Pengaruh Radiasi Smartphone dalam Mode Pesawat (Airplane Mode) pada Histologi Ginjal Mencit Jantan (Mus musculus)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1087
<p>Tidak dapat dihindari bahwa teknologi komunikasi seperti telepon seluler atau handphone (HP) semakin maju dan berkembang pesat. Ada kekhawatiran tentang bahaya radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh smartphone walaupun dalam mode pesawat. Meskipun mode pesawat secara signifikan mengurangi aktivitas transmisi sinyal smartphone, beberapa komponen perangkat tetap memancarkan radiasi elektromagnetik dalam intensitas rendah yang dapat memengaruhi sistem biomagnetik smartphone. Radiasi elektromagnetik ini diduga memengaruhi jaringan biologis tubuh manusia, terutama organ yang sensitif seperti ginjal. Paparan radiasi jangka panjang dapat mengubah bentuk dan fungsi ginjal, yang merupakan organ penting untuk mengatur elektrolit dan ekskresi limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana radiasi smartphone dalam mode pesawat mempengaruhi histologi ginjal mencit (Mus musculus). Studi ini memanfaatkan mencit jantan sebagai subjek eksperimen. Empat kelompok perlakuan terdiri dari mencit: kelompok kontrol (tanpa paparan), kelompok 1 (paparan radiasi selama 4 jam), kelompok 2 (paparan radiasi selama 6 jam), dan kelompok 3 (paparan radiasi selama 8 jam). Setelah perlakuan, preparat histologi ginjal dibuat dengan metode parafin untuk melihat apakah ada perubahan pada histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur histologi ginjal dari keempat kelompok perlakuan tidak berbeda secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa radiasi smartphone dalam mode pesawat hingga 8 jam tidak mengubah histologi ginjal mencit. Asumsi yang didukung oleh penelitian ini adalah bahwa radiasi yang dilepaskan oleh smartphone selama mode pesawat memiliki tingkat energi yang terlalu rendah untuk memengaruhi struktur jaringan ginjal. </p>Alya HamdahAzzahra Noor Firantia Bella Nur QamaraniaFadila AuliaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Alya Hamdah, Azzahra Noor Firantia, Bella Nur Qamarania, Fadila Aulia, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421042105110.24036/prosemnasbio/vol4/1087Pengaruh Jangka Waktu Penyimpanan Starter terhadap Kualitas Nata de Coco
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1103
<p>Nata de coco adalah produk fermentasi yang berasal dari air kelapa dan memiliki nilai tinggi di pasar makanan fungsional. Proses fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang berperan penting dalam mengubah gula menjadi lembaran selulosa. Dua jenis starter digunakan: satu berasal dari air kelapa yang disimpan selama satu bulan, dan satu lagi dari air kelapa yang disimpan selama satu minggu. Penelitian ini melibatkan persiapan air kelapa sebagai media fermentasi, penambahan gula pasir, cuka, dan urea, diikuti dengan pemberian starter. Fermentasi dilakukan selama 14 hari, dengan pengamatan pada hari ke-7, ke-12, dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa starter yang disimpan selama satu minggu menghasilkan nata de coco dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan starter yang disimpan selama satu bulan. Dari segi ketebalan, nata de coco dengan starter satu minggu mencapai 1 cm pada hari ke-7, 13 cm pada hari ke-12, dan 15 cm pada hari ke-14. Sebaliknya, starter satu bulan hanya menghasilkan ketebalan 0,4 cm pada hari ke-7, 0,5 cm pada hari ke-12, dan 0,7 cm pada hari ke-14. Uji organoleptik juga menunjukkan bahwa nata de coco dari starter satu minggu lebih disukai oleh panelis dalam hal warna, aroma, bentuk, kekenyalan, dan rasa. Persentase preferensi untuk starter satu minggu adalah 60% untuk warna, 80% untuk aroma, 90% untuk bentuk, 100% untuk kekenyalan, dan 90% untuk rasa. Sebaliknya, starter satu bulan mendapatkan tingkat preferensi 40% untuk warna, 50% untuk aroma, 20% untuk bentuk, 10% untuk kekenyalan, dan 70% untuk rasa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan starter yang lebih segar untuk produksi nata de coco yang optimal. </p>Windi Aprila AmaliaDwi Hilda Putri
Copyright (c) 2025 Windi Aprila Amalia, Dwi Hilda Putri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274275976710.24036/prosemnasbio/vol4/1103TANAMAN YANG DIJADIKAN OBAT DIDAERAH (BENGKALIS, KUANTAN SINGINGI, INDRAGIRI HULU) RIAU
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1119
<p>Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satu manfaat dari keaneanekaragaman hayati yang tinggi yaitu dapat dijadikan tanaman obat. Tujuan penelitian ini untuk mempekenalkan jenis tanaman yang bermanfaat, serta cara pengolahan tanaman tersebut agar dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang dapat ditemukan di Bengkalis, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Riau. Beberapa tanaman yang dijadikan obat di Riau lebih tepatnya didaerah Bengkalis yaitu : daun dadap serap ( Erythrina subumbrans ), daun jambu biji (Psidium guajava L.), daun sirsak ( Anona muricata Linn ), daun kelor (Moringa oleifera ). Tanaman obat di wilayah kuantan singingi: daun galingang (Cassiaalata L.),Mengkudu ( Morinda citrifolia ),daun pecah beling (Strobilanthes crispa),daun jarak (Ricinus communis ). Tanaman obat didaerah Indragiri Hulu : bunga telang (Clitoria ternatea), lidah buaya (Aloe vera), pepaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera). Manfaat dari beberapa tanaman tersebut diantaranya : menurunkan panas tubuh saat demam, mengobati diare, mengobati kaki yang terkilir, menghikangkan rasa sakit ginjal, mengobati asam lambung, menurunkan kolestrol, mengontrol gula darah, obat luka bakar, menyuburkan rambut, meredakan nyeri badan. Serta bagaimana cara pengolahannya tanaman tersebut. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, adapun instrumen yang digunakan berupa metode observasi dan wawancara dengan penduduk lokal. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak tanaman disekitar kita yang dapat dijadikan sebagai obat herbal yang diolah secara alami. </p>Kayla AneyzaElfina MasriantiMarsya Reva Nastiti Filza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 semnas semnas; Kayla Aneyza, Elfina Masrianti, Marsya Reva Nastiti , filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421239125310.24036/prosemnasbio/vol4/1119Studi Etnobotani Tumbuhan Pinang (Areca catechu) Di Desa Karang Agung Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/997
<p>Tanaman pinang (Areca catechu L.) menjadi salah satu sumber daya penting, dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk berbagai keperluan sehari-hari, menunjukkan kearifan lokal masyarakat. Etnobotani sebagai ilmu interdisipliner mengkaji hubungan antara manusia dan tumbuhan, serta berkontribusi terhadap isu global seperti ketahanan pangan dan konservasi hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan etnobotani tanaman pinang (Areca catechu) di Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim. Melalui metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman pinang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, digunakan dalam berbagai aspek seperti pengobatan tradisional, tiang perlombaan panjat pinang, serta sebagai bahan atap dan janur dalam tradisi. Masyarakat juga belum sepenuhnya menyadari manfaat lain dari biji pinang sebagai anti-penuaan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengenalan potensi tanaman pinang yang belum dimanfaatkan secara optimal dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai etnobotani dalam kehidupan sehari-hari.</p>Delfina Hotmanauli SinagaDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Delfina Hotmanauli Sinaga, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274291810.24036/prosemnasbio/vol4/997Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Desa Janji Nauli Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1013
<p>Sumatera Barat terkenal sebagai wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Penggunaan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, yang dikenal sebagai etnobotani. Etnobotani mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan, bagian-bagian yang dimanfaatkan, serta cara penggunaannya untuk kebutuhan pangan, obat, bahan bangunan, alat, upacara adat, pewarna, dan insektisida di Desa Janji Nauli. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari 7 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 spesies tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat yaitu daun, bunga, buah, kulit batang, akar, getah, batang, dan ubi tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Janji Nauli untuk berbagai keperluan, dengan cara pemanfaatan yang bervariasi tergantung pada jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat setempat di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat.</p>Nur HapniDella Trya MonicaElvira HayuFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Nur Hapni, Della Trya Monica, Elvira Hayu, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274218819910.24036/prosemnasbio/vol4/1013Kloning Hewan Peliharaan Kucing (Felis catus) Menggunakan Transfer Inti Sel Somatik (SNCT)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1029
<p>Kucing adalah hewan peliharaan paling populer di seluruh dunia dan model yang paling banyak digunakan untuk memahami penyakit manusia, Transfer inti sel somatik (SCNT) pada hewan kloning penting untuk bioteknologi reproduksi, dapat digunakan untuk konservasi alam liar, terancam punah atau hampir punah, dan juga untuk meningkatkan sumber daya genetik ternak lokal yang unggul. Kloning dengan penggunaan SCNT menghasilkan banyak peluang penelitian tidak hanya dalam menghasilkan dan memperbanyak hewan transgenik. Dengan metode SCNT menggunakan sel kulit yang dikumpulkan dari kucing kloning berusia 6 bulan (kucing kloning G1) menghasilkan tujuh kucing kloning generasi kedua. Status klonal mereka dikonfirmasi oleh sembilan set penanda mikrosatelit. Lebih jauh, efisiensi produksi kucing kloning generasi kedua serupa dengan klon yang berasal dari kucing donor G0 (tingkat pengiriman 26 dan 20% pada kucing kloning dan kloning generasi kedua, masing masing).</p>Alya Putri AlizahMella Alfianita SariWinda Sakinah Fitri
Copyright (c) 2025 Alya Putri Alizah, Mella Alfianita Sari, Winda Sakinah Fitri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274228629210.24036/prosemnasbio/vol4/1029Artikel Review: Pengaruh Gizi Terhadap Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1046
<p>Gizi merupakan zat atau komponen yang terdapat dalam makanan dan dapat digunakan langsung oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang baik mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja, dan kesehatan anak secara. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gizi sangat berperan dalam proses tumbuh kembang anak. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat berdampak negatif pada kesehatan anak. Anak dengan gizi yang baik terdiri dari kriteria seperti postur tubuh tegap, otot padat, rambut berkilau kuat, tidak pucat, gigi bersih, gusi merah muda, nafsu makan yang baik, bergerak aktif, berbicara lancar, kulit dan kuku bersih. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh gizi terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang diambil dari Google Scholar dengan kata kunci “Pengaruh gizi terhadap pertumbuhan anak, gizi pada anak, dan nutrisi pada anak”. Hasil penelit ian yang didapatkan bahwa terdapat pengaruh gizi pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, kalsium, zat besi, dan asupan zinc. Kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya asupan gizi yang cukup pada anak sehingga menyebabkan kelainan seperti stunting, anemia, busung lapar dan lainnya.</p>Manja FrancantikaResti FevriaAditiya RamadhaniFhuji WinardiBalkis Alfatimah AzzahraYasmine Dwinda Erizal
Copyright (c) 2025 Manja Francantika, Resti Fevria, Aditiya Ramadhani, Fhuji Winardi, Balkis Alfatimah Azzahra, Yasmine Dwinda Erizal
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274251252310.24036/prosemnasbio/vol4/1046Keanekaragaman Jenis Tanaman Hias Di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang Sebagai Daya Dukung Konservasi Flora
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1062
<p>Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya serta keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa yang harus dilindungi dan dilestarikan. Dengan kekayaan alam ini masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai kebutuhan dan kepentingan untuk masa yang akan mendatang. Tanaman hias merupakan jenis tanaman yang berperan utama dalam mempercantik, yaitu tanaman yang menyuguhkan nilai visual atau keindahan. Selain menambah estetika dan mendamaikan jiwa, tanaman hias juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 disekitaran Kampus B UIN Raden Fatah Palemabang. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei langsung di lokasi. Faktor genetik dan faktor lingkungan, termasuk cuaca, elemen penting (seperti air, cahaya matahari, dan nutrisi), serta organisme, berperan dalam menentukan hasil dari penanaman tanaman hias. Hasil Jenis tanaman hias disekitaran Kampus B UIN Raden Fatah Palemabang yaitu Ixora coccinea L., Rosa moschata L. Rosa alba L. Livistona rotundifolia, Reullia tuberosa L., Epipremnum aureum, Typohonium flagelliforme, Anthturium plowmanii, Terminalia mantaly, Celosia argentea, Syzyfium paniculatum, Bougainvillea glabra, Ficus elastica, Eoudia ridleyi, Canna lily L.</p>Pratika ZelpiaBela SintiaSepta Ardiyan Muka RohmaNovitasari RahmadhaniHervira Sri AdeliaHoetary Tirta Amallia
Copyright (c) 2025 Pratika Zelpia, Bela Sintia, Septa Ardiyan Muka Rohma, Novitasari Rahmadhani, Hervira Sri Adelia, Hoetary Tirta Amallia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274246847510.24036/prosemnasbio/vol4/1062Artikel Review: Uji Kualitas Air Sumur dengan Metode Most Probable Numbers
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1078
<p>Air merupakan elemen penting bagi kehidupan dan sangat memengaruhi kesehatan manusia. Studi ini mengevaluasi kontaminasi mikroorganisme, terutama Escherichia coli dan Coliform, dalam air sumur gali menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Metode ini dipilih karena sensitivitasnya yang tinggi dalam mendeteksi mikroorganisme. Air yang aman harus memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010, yaitu tidak mengandung Coliform atau E. coli (MPN = 0/100 mL). Analisis literatur dari jurnal-jurnal terdahulu menunjukkan bahwa air sumur gali rentan terhadap pencemaran akibat jarak yang tidak memadai dari sumber pencemar seperti tangki septik dan kandang ternak. Beberapa sampel menunjukkan nilai MPN mencapai ≥ 1898/100 mL, jauh di atas ambang batas aman. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa jarak sumur dari sungai, keberadaan toilet, dan kondisi fisik sumur memengaruhi kualitas air. Sebagian kecil sampel memiliki hasil negatif terhadap Coliform, tergantung pada lokasi dan kondisi sanitasi. Namun, secara umum, air sumur gali tidak layak konsumsi langsung karena berpotensi menyebabkan penyakit bawaan air seperti diare dan kolera. Oleh karena itu, diperlukan perlakuan seperti perebusan atau disinfeksi sebelum penggunaan. Temuan ini menekankan pentingnya konstruksi sumur yang sesuai standar dan jarak aman dari sumber pencemar untuk memastikan kualitas air yang bersih.</p>Balkis Alfatimah AzzahraIrdawati Irdawati
Copyright (c) 2025 Balkis Alfatimah Azzahra, Irdawati Irdawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274294194910.24036/prosemnasbio/vol4/1078Analisis Kandungan C-Organik dan Dampaknya terhadap Kesuburan Tanah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kemampo Banyuasin
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1094
<p>Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk kawasan hutan sekunder seperti KHDTK Kemampo di Banyuasin, Sumatera Selatan. Hutan ini penting sebagai habitat flora dan fauna serta berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui kandungan karbon organik (C organik) dalam tanah. C-organik menjadi indikator kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme, pH, dan faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur C-organik dalam tanah dan lumpur di KHDTK Kemampo serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas tanah. Metode spektrofotometri UV-VIS digunakan untuk menganalisis delapan sampel dari berbagai lokasi. Hasil menunjukkan kadar C-organik berkisar antara 3,67% hingga 7,63%, dengan bahan organik antara 6,33% hingga 13,16%. Sampel dengan kadar C-organik lebih tinggi menunjukkan porositas dan aktivitas mikroorganisme yang lebih baik. Selain itu, pH tanah yang rendah (3,77–5,33) menunjukkan karakteristik tanah asam yang memengaruhi ketersediaan nutrisi. C-organik berperan penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung keberlanjutan ekosistem hutan tropis. Pengelolaan berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik, diperlukan untuk meningkatkan kadar C-organik dan menjaga keseimbangan ekosistem.</p>Nopriandi NopriandiSalbina Amira SavillaBunga Citra DewiLedis Heru Saryono Putro
Copyright (c) 2025 Nopriandi Nopriandi, Salbina Amira Savilla, Bunga Citra Dewi, Ledis Heru Saryono Putro
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421111112110.24036/prosemnasbio/vol4/1094Literature Review: Analisis Peran Endokrinologi dalam Proses Reproduksi Mamalia
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1110
<p>Sistem endokrin memainkan peran penting dalam pengaturan fungsi fisiologis mamalia, terutama dalam reproduksi. Hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron, LH, dan FSH bekerja secara sinergis untukmengatur siklus reproduksi, spermatogenesis, dan perilaku maternal. Tujuan dari literature review ini adalah untuk untuk mengkaji peran hormon dalam sistem reproduksi mamalia dengan fokus pada hormon gonadotropik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan tinjauan pustaka dengan menganalisis peran hormon dalam sistem reproduksi mamalia. Hasil literature review diperoleh bahwa sistem endokrin memiliki peran penting dalam mengatur proses reproduksi mamalia melalui hormon gonadotropik dan hormon seks, yang mempengaruhi ovulasi, spermatogenesis, serta perilaku maternal. Faktor eksternal, seperti stres dan kondisi kesehatan, dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal dan berkontribusi terhadap respon reproduksi.</p>Chelsylia Dara PratamaDwi Khayrun NisshaNovicka Putri AnggraeniSilvia MuharaniYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Chelsylia Dara Pratama, Dwi Khayrun Nissha, Novicka Putri Anggraeni, Silvia Muharani, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421151115810.24036/prosemnasbio/vol4/1110Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1004
<p>Indonesia merupakan Negara dengan sumber daya alam melimpah dan kenekaragaman hayati terbesar di dunia. Pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari dapat didefinisikan sebagai etnobotani. Wilayah Dadok Tunggul Hitam, yang terletak di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, memiliki kekayaan etnobotani yang mencerminkan interaksi antara lingkungan geografis, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, inventarisasi tumbuhan ini penting dilakukan untuk mengetahui jenis pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat lokal, organ tumbuhan yang sering digunakan, cara penggunaan tumbuhan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Dilaksanakan pada awal- akhir bulan November 2024 di Daeah Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat. Penumpulan data melalui dokumentasi tumbuhan dan wawancara dengan informan. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan pertimbangan yaitu seseorang yang memahami tentang tumbuhan obat. Dari 36 jenis tumbuhan yang diperoleh terdiri atas 12 ordo dan 20 famili, ordo terbanyak adalah ordo zingiberales, Sapindales, Rosales, Malpighiales. Seluruh tumbuhan yang terdata tergolong kedalam spermatophyte dengan 29 jenis tergolong kedalam dikotil sedangkan 7 diantaranya tergolong monokoti. Tumbuhan dominan digunakan sebagai obat-obatan, bahan makanan/pangan, bahan pewarna, perkakas rumah tangga, bahan bangunan dan bahan adat istiadat. Organ yang sering digunakan adalah daun, buah, umbi, batang, bunga. Cara pengolahan tumbuhan melalui perebusan/dimasak, diseduh, penghalusan, dan dimakan langsung serta diaplikasikan dengan cara diminum, dimakan, ditempelkan pada tubuh yang sakit, diolah menjadi bahan makanan dan lainya </p>Kuntum Nurul IqraBintang Firma YonaFatri Juni ArdisaFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Kuntum Nurul Iqra, Bintang Firma Yona, Fatri Juni Ardisa, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274211112310.24036/prosemnasbio/vol4/1004KARAKTERISASI JENIS OPT DALAM KEGIATAN EKSPOR KOPI DI BALAI KARANTINA HEWAN, IKAN, DAN TUMBUHAN 1 SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1020
<p>Salah satu komoditas ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada sektor pertanian adalah kopi. Komoditas kopi<br>menduduki urutan pertama paling banyak pada sektor pertanian dalam kegiatan ekspor pada tahun 2019<br>dengan kontribusinya terhadap total pertanian mencapai 24,15 presen. Namun, saat ini peningkatan produksi<br>kopi di Indonesia terhambat oleh rendahnya produktivitas dan kualitas kopi yang dihasilkan salah satunya<br>diakibatkan oleh aktivitas hama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Tujuan dari<br>penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis hama yang terdapat pada kegiatan ekspor kopi di Balai<br>Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan selama kurun waktu 2021-2024. Berdasarkan hasil pembahasan<br>diketahui jenis hama yang ditemukan dalam pemeriksaan laboratorium pada kegiatan ekspor kopi mulai dari<br>tahun 2021-2024 terdapat beberapa jenis hama yang berpotensi dalam merusak kopi diantaranya yaitu<br>Araecerus fasciculatus, Oryzaphilus sp., H. hampei, O. Mercator, L. Serricorne dan Ahasverus sp</p>Vanesa Cinta Efendri
Copyright (c) 2025 Efendri Vanesa Cinta
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274244945910.24036/prosemnasbio/vol4/1020Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan di Daerah Rimbo Datar, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kelurahan Bandar Buat, Kota Padang, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1037
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kelurahan Bandar Buat, Kota Padang, Sumatera Barat. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis etnografi, penelitian ini mendokumentasikan pengetahuan tradisional terkait pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan untuk obat-obatan, bahan bangunan, dan kebutuhan pangan. Temuan utama menunjukkan keberlanjutan kearifan lokal dalam memanfaatkan tumbuhan seperti temulawak dan daun sirih untuk kesehatan, serta pemanfaatan bambu dan kayu untuk konstruksi tradisional. Selain itu, rempah-rempah seperti jahe dan kunyit digunakan secara luas dalam masakan tradisional sebagai penyedap rasa, pewarna alami, dan pengawet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pengetahuan lokal, serta memberikan rekomendasi untuk konservasi sumber daya alam di wilayah tersebut.</p>Sevira Della Nuari Lora AfrilisiaFidia Aura KhairaniFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Sevira Della Nuari, Lora Afrilisia, Fidia Aura Khairani, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274232433510.24036/prosemnasbio/vol4/1037Analisis Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Di Hutan KHDTK Kemampo Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1053
<p>Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) adalah tanaman tropis yang biasa ditemukan di Indonesia. Nangka dapat berbuah sepanjang tahun jika dirawat dengan baik dan tidak terkena kemarau yang berlebihan. Nangka memiliki daun yang banyak manfaat namun belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis penyakit karat daun pada tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dihutan KHDTK Kemampo Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survei lapangan dan mengambil langsung sampel. Hasil dari penelitian ini adalah penyakit karat daun yang terdapat pada daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) disebabkan oleh patogen alga (Cephaleuros virescens L.) yang ditandai dengan timbul bercak-bercak kecil seperti beludru pada permukaan atas dan bawah daun bewarna jingga kecoklatan. Patogen Chephaleuros virescens L. biasanya menyerang pada daun tua. Serangan patogen ini dapat menyebar luas karena debu yang menempel pada daun dan dapat bertambah parah karena adanya faktor curah hujan yang tinggi serta lingkungan yang lembab dan pengaruh dari sinar matahari. Pengendalian penyakit karat daun ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan tembaga oksiklorida pada konsentrasi 0,3% sebanyak 3 hingga 4 kali, dengan jeda waktu 15 hari serta menerapkan metode penanaman dengan jarak yang lebih luas untuk meminimalisir penyebaran penyakit karat daun.</p>Novitasari RahmadhaniDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Novitasari Rahmadhani, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274242843510.24036/prosemnasbio/vol4/1053Artikel Riview: Efektivitas Penggunaan Pengenceran Alami Air Kelapa Muda dan Madu Terhadap Kualitas Semen Ayam (Ghallus sp.)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1069
<p>Inseminasi Buatan (IB) pada ayam kampung merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan produktivitas reproduksi. Peningkatan produktivitas ayam kampung melalui teknik inseminasi buatan memerlukan kualitas semen yang optimal. Kualitas semen yang baik sangat bergantung pada jenis pengencer yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas berbagai jenis pengencer alami, yaitu air kelapa muda dan madu terhadap kualitas semen ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengenceran menggunakan air kelapa dan madu menunjukan hasil yang paling baik untuk motilitas spermatozoa yaitu pada pengenceran menggunakan madu pada jam ke 48 sebesar 60.00±3,3%. Sedangkan untuk meningkatkan viabilitas spermatozoa lebih baik pada pengenceran menggunakan air kelapa pada jam ke 48 sebesar 69.91±3.82%.</p>Yesiska YulitaAbil Pratama PutraMaidatul Isnaini
Copyright (c) 2025 Yesiska Yulita, Abil Pratama Putra, Maidatul Isnaini
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274264365210.24036/prosemnasbio/vol4/1069Pestisida Alami Kulit Bawang Merah (Allium cepa) Terhadap Morfologi Hama Pada Tanaman Bayam Brazil (Altenanthera sisso)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1085
<p>Pestisida organik atau pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang mengandung senyawa senyawa bioaktif seperti alkaloid, terperoid, fenolik, dan senyawa lainnya yang dapat menghambat atau mematikan hama atau penyebab penyakit (patogen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pestisida alami kulit bawang merah (Allium cepa) terhadap morfologi hama pada tanaman bayam brazil (Altenanthera sisso). Penelitian ini dilakukan pada 1 Juli- 1 Agustus 2024. Lokasi penelitian berada di Kampung Sayur Cempako Kota Palembang Sumatera Selatan dan identifikasiserangga dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif serta menggunakan metode yellow trap sebagai perangkap serangga pada tanaman (Altenanthera sisso). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu penyemprotan pestisida nabati kulit bawang diperoleh hasil bahwa setelah 14 hari terdapat penurunan jumlah serangga yang mengganggu serta tanaman bayam brazil menjadi lebih segar dan subur. Aplikasi ekstrak bawang merah ke tanaman ataupun secara langsung ke serangga dapat menyebabkan kematian. Kematian disebabkan karena senyawa kimia yang dimiliki kulit bawang merah yaitu antara lain Saponin, Alkaloid dan Flavonoid. Saponin merupakan racun perut yang dapat mengganggu serangga didalam penyerapan makanan, merusak membran kutikula serangga serta menyebabkan kematian serangga. Flavonoid menyebabkan terganggunya sistem pernapasan serangga. Dan beberapa serangga yang mengganggu tanaman bayam brazil ini didapat yaitu Belalang Hijau (Oxyza servila), Walang Sangit (Leptocorisa oratarius), dan Belalang Sembah (Mantodea).</p> Lincoln Wahyu AnjaniShelvia AmaliaTiara NurhalizahRobiatun Robiatun
Copyright (c) 2025 Lincoln Wahyu Anjani, Shelvia Amalia, Tiara Nurhalizah, Robiatun Robiatun
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421001101710.24036/prosemnasbio/vol4/1085Pengaruh Radiasi Smartphone (Bluetooth On) Terhadap Perubahan Histologi Organ Hati, Ginjal, Otak dan Testis pada Mencit
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1101
<p>Radiasi adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan karena energi yang dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya. Radiasi elektromagnetik ini pada skala tertentu memiliki dampak pada kesehatan tubuh. Bluetooth juga menghasilkan radiasi adalah sebuah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks) tanpa kabel. Organ-organ vital seperti hati, ginjal, otak, dan testis memiliki peran penting dalam fungsi tubuh dan sangat rentan terhadap stres oksidatif serta kerusakan seluler akibat paparan radiasi. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh radiasi smartpone (bluetooth on) terhadap perubahan struktur histologi organ hati, ginjal, otak dan testis pada mencit, serta menganalisis tingkat kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh paparan radiasi smartpone (bluetooth on) dengan memperhatikan durasi paparan sebagai faktor utama. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen dengan 1 kontrol dan tiga perlakuan (4 jam, 6 jam dan 8 jam). Paparan radiasi Bluetooth menunjukkan kerusakan terhadap histologi organ-organ vital. Semakin lama durasi paparan, semakin signifikan perubahan patologis yang terjadi. Efek paling parah ditemukan pada kelompok 8 jam, dengan indikasi nekrosis dan disorganisasi jaringan di hampir semua organ yang diamati. Radiasi elektromagnetik, termasuk yang dihasilkan oleh Bluetooth, memiliki dampak pada kesehatan tubuh, terutama pada organ-organ vital, durasi paparan menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kerusakan jaringan. </p>Fazdkia Oktariani PutriNabila YoantristaRahaditha Dwi HisanaAzzahara AdilaniAlviannisa Putri ShalihanRahmi Dwi HuriaDelon AgmelindoSiska Alicia FarmaFadilaturahmah FadilaturahmahYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Fazdkia Oktariani Putri, Nabila Yoantrista, Rahaditha Dwi Hisana, Azzahara Adilani, Alviannisa Putri Shalihan, Rahmi Dwi Huria, Delon Agmelindo, Siska Alicia Farma, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274274275010.24036/prosemnasbio/vol4/1101Faktor Penentu Keberhasilan Produksi Embrio Sapi secara In Vitro: Studi Literatur
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1117
<p>Fertilisasi In Vitro (IVF) pada sapi telah menjadi teknologi reproduksi yang semakin canggih dan menjanjikan dalam meningkatkan produktivitas peternakan serta konservasi genetik. Teknik ini menawarkan peluang untuk menghasilkan embrio dalam jumlah besar dengan kualitas genetik yang unggul, serta memungkinkan manipulasi genetik untuk memperbaiki sifat-sifat ternak. Namun, keberhasilan IVF sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur ilmiah yang relevan guna mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan produksi embrio sapi secara In Vitro. Melalui analisis komparatif terhadap berbagai studi, diperoleh pemahaman yang mendalam mengenai peran penting kualitas oosit dan spermatozoa, teknik manipulasi embrio, dan faktor genetik dalam proses IVF.</p>Windy Pizo LadufiNajma Nurqamara Nurqamara
Copyright (c) 2025 Windy Pizo Ladufi, Najma Nurqamara Nurqamara
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421220122910.24036/prosemnasbio/vol4/1117PEMANFAATAN POHON KELAPA (Cocos Nucifera) DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA MUARA LAKITAN KABUPATEN MUSI RAWAS
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1011
<p>Etnobotani menyelidiki Salah satu tanaman yang memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat adalah<br>kelapa (Cocos nucifera), yang erat kaitannya dengan berbagai kebutuhan manusia. Penelitian ini<br>bertujuan untuk menganalisis karakteristik, potensi, dan penggunaan tanaman kelapa di Desa Muara.<br>Berdasarkan survei awal, diketahui bahwa kelapa dimanfaatkan secara luas, antara lain sebagai bahan<br>obat-obatan, sumber pangan, material kerajinan, serta berbagai keperluan lainnya.. Di Desa Muara<br>Lakitan Kabupaten Musi Rawas. Selain itu, penelitian ini membantu masyarakat memahami karakteristik,<br>pemanfaatan, dan pentingnya konservasi tanaman kelapa metode penelitian yang digunakan dalam studi<br>ini adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk dilakukan melalui wawancara dan observasi<br>langsung di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat dua varietas kelapa yang berkembang di<br>area penelitian ini meliputi kelapa genjah kuning dan kelapa dalam hijau. Di Desa Muara Lakitan,<br>pemanfaatan tanaman kelapa terbagi menjadi beberapa kategori: 20% digunakan untuk bahan pangan dan<br>kerajinan, 10% untuk keperluan adat, 14% sebagai obat, 16% sebagai bahan bakar, 17% sebagai bahan<br>bangunan, dan 1% sebagai jamu.</p>Bela SintiaDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Sintia Bela, Yusfarani Delia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274239740510.24036/prosemnasbio/vol4/1011HUBUNGAN MENGONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) DENGAN KEJADIAN DYSMENORRHEA PADA MAHASISWI BIOLOGI ANGKATAN 2022 UNIVERSITAS NEGERI PADANG
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1027
<p>Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada wanita usia produktif, termasuk mahasiswi. Pola makan, khususnya konsumsi makanan cepat saji (fastfood), diduga berpengaruh pada kejadian dismenore. Gejala pada dismenore seperti nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi yang disebabkan kejang otot uterus. Gejala lain seperti keluar keringat, sakit kepala, diare dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Biologi angkatan 2022 Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi 47 mahasiswi mengenai frekuensi konsumsi makanan cepat saji (fast food) dan karakteristik dismenore (intensitas nyeri, siklus, dan gejala penyerta). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore. Mahasiswi yang sering mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) memiliki resiko lebih tinggi mengalami dismenore dibandingkan dengan mahasiswi yang jarang mengonsumsi makanan cepat saji (fast food). Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai resiko dismenore dan pentingnya menjaga pola makan sehat bagi kesehatan reproduksi wanita.</p>Anisa TismardiAzzahra Noor FirantiElvira HayuYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Anisa Tismardi, Azzahra Noor Firanti, Elvira Hayu, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274226027110.24036/prosemnasbio/vol4/1027Potensi Etnobotani Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) Di Desa Sidomulyo 20 Kecamatan Muara Padang, Banyuasin.
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1044
<p>Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) memiliki beragam manfaat multifungsi, mencakup kebutuhan pangan, kerajinan, dan konstruksi Penelitian ini mengeksplorasi potensi etnobotani tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) di Desa Sidomulyo Jalur 20, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah memanfaatkan berbagai bagian dari tanaman aren, seperti buah, daun, dan pelepah, untuk keperluan tradisional dan ekonomi. Namun, potensi akar aren sebagai obat tradisional dan batangnya untuk perabotan rumah tangga masih belum dimanfaatkan secara optimal. Temuan ini menggambarkan pentingnya tanaman aren sebagai sumber daya alam yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Diharapkan, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan potensi aren dan mendorong upaya konservasi serta pemanfaatan yang lebih berkelanjutan</p>Anisa HasanahDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Anisa Hasanah, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274248749810.24036/prosemnasbio/vol4/1044Article Review: Studi Kolerasi: Pengaruh Pemberian Colostrum Terhadap Kesehatan Sistem Imunitas Pada Bayi Baru Lahir
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1060
<p>Pada saat pertama kali menyusui, seorang ibu akan menghasilkan kolostrum yang kemudian menjadi ASI matur. Kolostrum merupakan cairan bewarna keemasan serta mengandung semua zat gizi yang mendukung sistem kekebalan tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolostrum dalam sistem imun pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review yang berlandaskan pada penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolostrum mengandung banyak protein serta immunoglobulin, khususnya IgA yang memberikan perlindungan terhadap patogen. </p>Fitriana Dwi AgustinNatalia TurnipRahmi Adzra Haura
Copyright (c) 2025 Fitriana Dwi Agustin, Natalia Turnip, Rahmi Adzra Haura
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274246046710.24036/prosemnasbio/vol4/1060Pemanfaatan Jenis Tanaman Obat dari Kabupaten Agam Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1076
<p>Kabupaten Agam merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki potensi keanekaragaman hayati yang cukup besar salah satunya adalah tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang turun menurun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai manfaat obat tradisional di kabupaten Agam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Subjek pada penelitian sebanyak kurang lebih 10 orang diantaranya 5 laki-laki dan 5 perempuan. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa orang yang ada di Kabupaten Agam, tanaman obat yang turun temurun yang sering digunakan untuk obat tradisional diantaranya ada daun mengkudu Morinda citrifolia yang dimanfaatkan untuk menurunkan suhu tubuh, kumis kucing Orthosiphon aristatus yang dimanfaatkan untuk meredakan sakit pinggang, Daun Jambu Biji Psidium Guajava yang dimanfaatkan untuk mengobati diare, Jahe Zingiber Officinale yang dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut akibat masuk angin, dan lain-lainnya. Jadi kabupaten Agam memiliki banyak tanaman obat yang turun temurun yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit</p>Nailatul Fadhilah Dila FebrinaTifla Rani FadilaNasywa Nisrina PayalFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Nailatul Fadhilah, Dila Febrina, Tifla Rani Fadila, Nasywa Nisrina Payal, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274292193310.24036/prosemnasbio/vol4/1076Literatur review : Penggunaan Nutrisi AB MIX Pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1092
<p>Penelitian ini menyoroti penggunaan larutan nutrisi AB Mix dalam budidaya hidroponik tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Tujuan utamanya adalah mengkaji dan menganalisis literatur ilmiah terkait pengaruh berbagai konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan pakcoy. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsentrasi 1000 ppm memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman secara umum. Namun, variasi konsentrasi antara 1000 hingga 1800 ppm tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada parameter seperti tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, serta berat segar dan layak konsumsi. Larutan AB Mix terdiri dari stok A yang mengandung unsur hara makro dan stok B yang mengandung unsur hara mikro, diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik tanaman. Studi ini juga mengungkap bahwa kelebihan unsur hara dapat menurunkan efisiensi penyerapan dan memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, konsentrasi nutrisi yang sesuai menjadi faktor kunci dalam budidaya hidroponik pakcoy yang optimal.</p>Mutia Oktaviani
Copyright (c) 2025 Mutia Oktaviani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421087109310.24036/prosemnasbio/vol4/1092Literatur Review : Fenol dan Alkaloid: Senyawa Alami pada Tumbuhan yang Ampuh Menghambat Pertumbuhan Patogen pada Tanaman.
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1108
<p>Senyawa alami pada tumbuhan seperti fenol dan alkaloid dapat melindungi tanaman dari patogen penyebab penyakit. Fenol, yang terdiri dari flavonoid, tanin, dan lignin, memiliki kemampuan untuk merusak membran sel patogen atau menghentikan aktivitas enzim vitalnya. Sedangkan alkaloid, seperti solanin dan berberin, dikenal memiliki sifat berbahaya terhadap berbagai patogen, termasuk jamur, bakteri, dan virus, melalui proses yang menghalangi sintesis DNA, RNA, atau protein. Penelitian menunjukkan bahwa fenol dan alkaloid yang ada dalam jaringan tanaman tidak hanya memberikan perlindungan langsung, tetapi juga membantu menginduksi ketahanan sistemik yang terinduksi. Dalam artikel ini, diselidiki berbagai penelitian <br>yang berkaitan dengan fungsi fenol dan alkaloid sebagai senyawa antimikroba alami, cara mereka menghentikan patogen, dan kemungkinan mereka digunakan sebagai agen pengendalian hayati yang ramah lingkungan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, senyawa ini berpeluang menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan penyakit tanaman secara berkelanjutan.</p>Zakila AzzahraMoralita ChatriDeni EmildaAzwir AnharDezi Handayani
Copyright (c) 2025 Zakila Azzahra, Moralita Chatri, Deni Emilda, Azwir Anhar, Dezi Handayani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274281081810.24036/prosemnasbio/vol4/1108Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani ) Di Daerah Tanjung Aur, Kelurahan Balai Gadang, Kec. Koto Tangah, Padang
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1002
<p>Etnobotani merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan oleh manusia secara turun-temurun dalam jangka waktu yang lama. Ilmu ini mempunyai kontribusi dan peranan yang luas, baik bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan berbagai tumbuhan di kawasan Tanjung Aur, Desa Balai Gadang, Kec. Koto Tangah, Padang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam pengetahuan dan praktik masyarakat terkait pemanfaatan tanaman secara langsung dengan masyarakat lokal. Hasil wawancara yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tanaman yang digunakan dan bagian tanaman yang digunakan. Penelitian ini melibatkan masyarakat lokal sebagai subjeknya, yaitu mereka yang memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan berbagai tumbuhan etnobotani. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 11 jenis tanaman dengan 3 manfaat dan yang paling banyak ditemukan adalah tanaman obat. </p>Mutia OktavianiLisa SafitriRivaldo SitumorangFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Mutia Oktaviani, Lisa Safitri, Rivaldo Situmorang, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742849610.24036/prosemnasbio/vol4/1002Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Pakasai, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1018
<p>Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, terutama flora yang kaya, yang menghadirkan peluang penting untuk meningkatkan kehidupan manusia. Studi etnobotani ini membahas isu isu kritis seputar pemanfaatan spesies tanaman lokal oleh masyarakat di Pakasai, Pariaman Timur, Sumatera Barat. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan peran tanaman ini dalam makanan, obat-obatan, dan praktik budaya. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan wawancara kualitatif dan dokumentasi kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi spesies tanaman utama dan aplikasinya. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa lima spesies Hibiscus rosa-sinensis, Allium fistulosum, Cocos nucifera, Musa spp., dan Terminalia catapp digunakan secara luas dalam berbagai kapasitas: Cocos nucifera untuk keperluan kuliner, daun Hibiscus rosa-sinensis untuk pengobatan, dan bunganya untuk penggunaan budaya dekoratif. Analisis kuantitatif menunjukkan preferensi untuk bagian tanaman tertentu, seperti bunga dan daun, dalam praktik tradisional. Studi ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk melestarikan pengetahuan tradisional mengingat ancaman modernisasi terhadap praktik etnobotani. Dengan mendokumentasikan kearifan lokal dan mengadvokasi pengelolaan sumber daya berkelanjutan yang memadukan pengetahuan tradisional dengan metode ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati dan mendorong hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya. Sebagai kesimpulan, penelitian etnobotani sangat penting untuk mendukung pemanfaatan sumber daya tanaman yang berkelanjutan dan memastikan keberlanjutan warisan budaya untuk generasi mendatang. </p>Amaliani PutriFeby Djumaita SariFadzkia Oktriani PutriFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Amaliani Putri, Feby Djumaita Sari, Fadzkia Oktriani Putri, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274221222410.24036/prosemnasbio/vol4/1018Inovasi Produksi Cuka Dari Daging Buah Rambutan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1035
<p>Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah yang kaya akan nutrisi. Aktivitas biologis dari buah rambutan dan bagiannya (seperti kulit dan biji), serta komposisi kimianya, termasuk manfaat antidiabetes, antikanker, dan antioksidan yang disebabkan oleh kandungan flavonoid dan polifenol, serta efek antibakteri yang dikarenakan adanya fenol (polifenol) dan saponin. Adanya kandungan flavonoid, polifenol, dan senyawa bioaktif lainnya, menjadikan rambutan tidak hanya bermanfaat dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Salah satu produk yang potensial adalah cuka buah rambutan. Cuka merupakan kondimen yang dihasilkan dari bahan-bahan bergula atau berpati melalui proses fermentasi alkohol yang dilanjutkan dengan fermentasi asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi cuka dari daging buah rambutan melalui proses fermentasi dua tahap. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Padang. Bahan yang digunakan yaitu daging buah rambutan, gula pasir, larutan NaCl 0,9%, Saccharomyces cerevisiae, dan Acetobacter aceti. Alat yang digunakan adalah blender, wadah, timbangan, gelas ukur, corong, saringan, jarum oce, alat titrasi, dan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi ini mendapatkan data yaitu, kadar asam asetat 15%, nilai pH dengan menggunakan indikator universal sebesar 4 (bersifat asam), dan ciri-ciri organoleptik yaitu berwarna bening sedikit kekuningan, beraroma khas asam, dan memiliki rasa keasaman. Nilai pH ideal untuk produk cuka berkisar antara 3 hingga 4,5 yang menunjukkan sifat asam yang cukup untuk menjaga kualitas dan keamanan cuka, baik dari segi rasa maupun daya tahan.</p>Annisa PutriMidratul FardillaNur HapniPutri Amelya NingsihShalliy AzharaYutrin Nisya AfyeniIrdawati Irdawati
Copyright (c) 2025 Annisa Putri, Midratul Fardilla, Nur Hapni, Putri Amelya Ningsih, Shalliy Azhara, Yutrin Nisya Afyeni, Irdawati Irdawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274230631510.24036/prosemnasbio/vol4/1035Article Review: Pengaruh Pola Nutrisi terhadap Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Kognitif pada Anak dengan Down Syndrome
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1051
<p>Down Syndrome (DS) adalah kelainan genetik yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, dengan pola nutrisi yang memainkan peran penting dalam mendukung kedua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan memahami pengaruh pola nutrisi terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak-anak dengan Down Syndrome melalui metode literature review, dengan meninjau literatur dari berbagai sumber ilmiah selama sepuluh tahun terakhir untuk memastikan relevansi dan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi berlebih, seperti asupan energi tinggi, dapat menyebabkan obesitas dan memperburuk gangguan metabolisme, sementara kekurangan nutrisi, terutama protein dan mikronutrien, sering mengarah pada stunting dan gangguan perkembangan otak. Sebaliknya, nutrisi yang seimbang berkontribusi pada pertumbuhan optimal, meningkatkan fungsi kognitif, dan mendukung kemampuan belajar. Intervensi dini melalui pola makan kaya mikronutrien, ditambah stimulasi motorik dan terapi kognitif, penting untuk mendukung perkembangan anak DS. Penelitian ini menekankan pendekatan holistik berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan DS</p>Gabriella Jessica AgathaLaila Mardhiyah NazriAnisa TismardiYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Gabriella Jessica Agatha, Laila Mardhiyah Nazri, Anisa Tismardi, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274254055210.24036/prosemnasbio/vol4/1051Variasi Fenotip Genggaman Tangan (Hand Clasping) pada Populasi Mahasiswa Universitas Negeri Padang Berdasarkan Hukum Hardy- Weinberg
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1067
<p>Genetika populasi mempelajari komposisi genetik suatu populasi dan perubahannya sebagai akibat dari faktor internal dan eksternal. Hukum Hardy-Weinberg menyatakan frekuensi gen dalam suatu populasi tetap konstan dari satu generasi ke generasi berikutnya jika tidak ada proses evolusi seperti migrasi, mutasi, seleksi alam dan aliran gen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui frekuensi individu jempol kanan diatas dan jempol kiri diatas dalam populasi sampel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frekuensi alel dan genotipe dalam populasi kecil yang terdiri dari 102 individu terkait genggaman tangan. Berdasarkan prinsip keseimbangan Hardy-Weinberg, frekuensi alel dominan (p) ditemukan sebesar (36%), sedangkan alel resesif (q) ditemukan sebesar (64%). Perhitungan genotipe yang diharapkan menunjukkan proporsi RR (28,94%), Rr (45,97%) dan rr (4,12%). Hasil ini adalah sesuai dengan distribusi individu (rr), yaitu (4,12%). Data yang didapatkan tidak sesuai dengan keset imbangan hardyweinberg, karena data yang diharapkan dengan data hasil observasi itu sangat berbeda yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: preferensi dominasi otak, kenyamanan dan kebiasaan, genetik.</p>Divia Yuda MeisyaAnisa FitriNur Anisa WahyuniSeptiasri AnggunAfifatul Achyar
Copyright (c) 2025 Divia Yuda Meisya, Anisa Fitri, Nur Anisa Wahyuni, Septiasri Anggun, Afifatul Achyar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274262763410.24036/prosemnasbio/vol4/1067Pemanfaatan Jenis Tanaman Obat Dari Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1083
<p>Tanaman obat memiliki peran penting dalam kesehatan tradisional, termasuk di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Di daerah ini berbagai tanaman obat digunakan oleh masyarakat lokal untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman obat yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan juga manfaatnya. Mengidentifikasi penelitian ini mengidentifikasi 13 jenis tumbuhan obat yang meliputi daun miana (Solenosteon scutellarioides),cocor bebek (Kalanchoe sp) , kumis kucing (Orthosiphon aristatus), daun sirsak (Annona muricata L.), daun rambutan (Nephelium lappaceum), daun pepaya (Carica papaya L), jahe (Zingiber officinale), daun jarak (Ricinus communis), sambiloto (Andrographis paniculata), sirih merah (Piper crocatum), pegagan (Centella asiatica), daun keji beling (Strobilanthes crispus), daun bunga raya (Hibiscus rosasinensis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tanaman ini memiliki khasiat sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit seperti peradangan, infeksi, dan pencernaan. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan untuk terus melestarikan dan memanfaatkan tanaman obat di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.</p>Yunda Khairotun NisaAnnisa TrifasariMustika Hadist Nabila
Copyright (c) 2025 Yunda Khairotun Nisa, Annisa Trifasari, Mustika Hadist Nabila
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274298099110.24036/prosemnasbio/vol4/1083Pengaruh Radiasi Smartphone (Bluetooth On) Terhadap Perubahan Histologi Organ Hati, Ginjal, Otak dan Testis pada Mencit (Mus musculus)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1099
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi smartphone (Bluetooth aktif) terhadap perubahan histologi organ hati, ginjal, otak, dan testis pada Mus musculus. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok perlakuan diberikan paparan radiasi Bluetooth selama 4, 6, dan 8 jam setiap hari. Perubahan histologi dianalisis menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (H&E) dan diamati secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi paparan radiasi Bluetooth berpengaruh signifikan terhadap struktur seluler organ. Perubahan degeneratif dan nekrosis ditemukan pada jaringan hati dan ginjal, sementara jaringan otak menunjukkan penyusutan sel saraf. Pada jaringan testis, terjadi penurunan aktivitas spermatogenesis. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan radiasi Bluetooth dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan histologi pada organ vital. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan mekanisme yang mendasari perubahan ini.</p>Desrinda Dwi Adinda PutriLega Pesona KasihFitri ChairaniAnnisa MuthmainnahShella AnggraeniTira Sovia NingsihTiara Dwi AnandaSiska Alicia FarmaFadilaturahmah FadilaturahmahYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Desrinda Dwi Adinda Putri, Lega Pesona Kasih, Fitri Chairani, Annisa Muthmainnah, Shella Anggraeni, Tira Sovia Ningsih, Tiara Dwi Ananda, Siska Alicia Farma, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274271873110.24036/prosemnasbio/vol4/1099Analisis Pertumbuhan Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) Dengan Sistem Hidroponik Sumbu (WICK SYSTEM)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1115
<p>Kailan adalah kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengamati pertumbuhan tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) menggunakan sistem hidroponik dengan metode sumbu. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember 2024 di rumah kawat, Departemen Biologi, Universitas Negeri Padang. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun selama empat minggu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu keempat, perlakuan P8 menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 8,85 cm, sementara perlakuan P1 memiliki jumlah daun rata-rata 5 helai. Pertumbuhan tinggi tanaman meningkat secara signifikan dari minggu pertama hingga minggu keempat, dengan variasi yang tampak pada jumlah daun. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor nutrisi dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kailan dalam sistem hidroponik. Penelitian ini juga menggarisbawahi potensi sistem sumbu dalam budidaya tanaman sayuran daun secara efisien di lahan terbatas.</p>Farhanah Shofwah VerinaAmaliani Putri Della Trya MonicaResti Fevria
Copyright (c) 2025 semnas semnas; Farhanah Shofwah Verina, Amaliani Putri, Della Trya Monica, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421201120910.24036/prosemnasbio/vol4/1115Article Review: Studi Korelasi: Hubungan antara Tingkat Stres dan Keparahan Vitiligo
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1009
<p>Vitiligo merupakan suatu gangguan pigmentasi, ditandai dengan adanya depigmentasi kulit berupa makula<br>hipopigmentasi disebabkan karena hilangnya fungsi melanosit epidermis secara kronik dan progresif. Vitiligo<br>dapat terjadi pada wanita maupun pria yang dapat berkembang pada usia berapapun, biasanya dimulai <br>sebelum dekade ketiga kehidupan, hampir setengahnya mengenai usia di bawah 20 tahun dan sepertiganya <br>terjadi sebelum usia 12 tahun. Kehilangan pigmen tidak hanya masalah bagi tubuh dan penampilan bahkan<br>bagi psikologis seseorang hal ini sangat mempengaruhi mentalnya. Lebih dari separuh responden dari Vitiligo<br>society di Inggris menyatakan bahwa vitiligo sudah cukup atau sangat mempengaruhi kualitas hidup mereka.<br>Vitiligo dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu auto imun, faktor genetik, dan juga mutasi genetik.<br>Artikel ini menggunakan studi literatur review yang mengkaji Hubungan antara Tingkat Stress dan Keparahan<br>Vitiligo menggunakan referensi dari jurnal 10 tahun terakhir dengan jurnal yang relevan. Hasilnya<br>menunjukkan bahwa vitiligo dapat menyebabkan stress ringan dalam keseharian penderitanya</p>Annisa MuthmainnahRahmi Adzra HauraSyalsa Nadya Zahara
Copyright (c) 2025 Muthmainnah Annisa, Haura Rahmi Adzra, Zahara Syalsa Nadya
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274238739610.24036/prosemnasbio/vol4/1009Identifikasi Keanekaragaman Tumbuhan Paku Yang Berpotensi Sebagai Obat Di kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1025
<p>Tumbuhan paku (Pteridophyta) dapat hidup dengan mudah di berbagai lingkungan, baik epifit, terestrial maupun di air. Meskipun tubuhnya jelas memiliki kormus dan sistem pembuluh, tetapi belum menghasilkan biji dan alat perkembangbiakan utamanya adalah spora. Sebrang Ulu 1, terletak di daerah dengan ekosistem tropis, memiliki berbagai spesies tanaman paku yang belum banyak di eksplorasi dan berpotensi mengandung senyawa bioaktif bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, banyak tanaman paku yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sehingga penelitian di daerah ini dapat membuka peluang untuk menemukan tanaman paku baru yang memiliki khasiat obat, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan paku yang berpotensi sebagai tanaman obat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat pada daerah kecamatan Seberang ulu 1 kota Palembang. Hasil yang diperoleh, ditemukan ada 9 jenis tanaman paku di lokasi seberang ulu 1 yaitu tanaman pakis prisai selatan (Polazoneuron kunthii), paku ratu (Pteris cretica), paku naga (Cyrtomium falcatum), paku dewa (Stenochlaena palustris), Pakis Kapur (Pakau pannigera), Pakis rem cina (Pteris vittata), Paku kaki kelinci (Davallia solida), Paku Tanjung (Diplazium esculentum), Pakis siput (Tektaria gemmifera). </p>Naomi Puspita DewiNur AzizahKhalda Azzahra Putri SalimM. Deni IrawanEvans Aditya PratamaMuhammad HaidilRA. Hoetary Tirta Amallia
Copyright (c) 2025 Naomi Puspita Dewi, Nur Azizah, Khalda Azzahra Putri Salim, M. Deni Irawan, Evans Aditya Pratama, Muhammad Haidil, RA. Hoetary Tirta Amallia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274224325910.24036/prosemnasbio/vol4/1025Pola Konsumsi Pangan dan Hubungan Status Gizi pada Mahasiswa: Studi Literatur
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1042
<p>Pola konsumsi pangan memiliki hubungan erat dengan status gizi, yang menjadi indikator penting dalam menentukan kesehatan seseorang. Mahasiswa, sebagai kelompok yang rentan terhadap perubahan pola konsumsi akibat gaya hidup dan tekanan akademik, sering kali menghadapi risiko ketidakseimbangan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pangan mahasiswa dan kaitannya dengan status gizi menggunakan metode literature review. Analisis dilakukan terhadap berbagai artikel dan jurnal ilmiah relevan, dilengkapi evaluasi dan diskusi dari penelitian serupa. Hasil menunjukkan bahwa pola konsumsi yang tidak teratur atau tidak sehat, seperti rendahnya konsumsi makanan bergizi seimbang, berkontribusi pada masalah gizi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi gizi bagi mahasiswa untuk meningkatkan pola makan yang sehat. Program promosi kesehatan di lingkungan kampus diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan masalah gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan mahasiswa secara menyeluruh.</p>Dhea Kasnelia PutriResti Fevria Annisa Fitri HumairaElisa SuryaniSyerina Febriani
Copyright (c) 2025 Dhea Kasnelia Putri, Resti Fevria, Annisa Fitri Humaira, Elisa Suryani, Syerina Febriani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274239240210.24036/prosemnasbio/vol4/1042Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak Kabupaten Agam
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1058
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan tumbuhan dalam konteks etnobotani di masyarakat,dengan fokus pada berbagai jenis tanaman yang digunakan untuk pengobatan dan kebutuhan sehari- hari di wilayah Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yaitu metode menggambarkan suatu hasil penelitian, namun hasil gambaran tersebut tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih umum.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan survei. Analisis data diperoleh secara deskriptif kualitatif dan disajukan dalam bentuk tabel dimana berisikan nama umum dan daerah suatu tumbuhan, organ yang digunakan, pemanfaatan tumbuhan sebagai apa dan cara pemakaiannya.Hasil penelitian menunjukan adanya 10 jenis tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah Nagari Malalak Selatan,Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan yang beragam terkait penggunaan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas tumbuhan yang digunakan sebagai obat-obatan, bahan makanan/pangan, bahan pewarna, perkakas, bahan bangunan dan bahan adat istiadat. Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat meliputi daun, batang, buah, umbi, bunga, rimpang, getah batang, biji, kulit batang, dan seluruh bagian, dengan bagian yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara penggunaan tumbuhan meliputi diminum, dimakan, diparut, direndam, dioleskan.</p>Fatri Juni Ardisa Bintang Firma YonaKuntum Nurul IqraFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Fatri Juni Ardisa, Bintang Firma Yona, Kuntum Nurul Iqra, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274243645010.24036/prosemnasbio/vol4/1058Flavonoid, Alkaloid, dan Terpenoid: Senyawa Metabolit Sekunder dari Tumbuhan dan Peranannya Terhadap Perlindungan Tanaman dari Penyakit
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1074
<p>Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa hasil metabolisme sekunder yang tidak terdapat secara merata pada dalam makhluk hidup dan ditemukan dalam jumlah sedikit. Senyawa- senyawa yang tergolong metabolit sekunder adalah alkaloid, flavonoid, terpenoid dan lain- lain. Senyawa-senyawa ini dapat berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan patogen dan penginduksi mekanisme pertahanan tanaman. Artikel ini menggunakan tinjauan sistematis (Systematic Literature Review, SLR) untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran flavonoid, alkaloid, dan terpenoid dalam perlindungan tanaman dari penyakit. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid memiliki fungsi sebagai pertahanan dan perlindungan terhadap patogen. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba, alkaloid berfungsi sebagai pertahanan kimia terhadap patogen, sedangkan terpenoid berperan dalam sintesis hormon tumbuhan dan memiliki sifat antimikroba.</p>Dwi NurlitaMoralita ChatriDezi HandayaniIrdawati Irdawati Bayo Alhusaeri Siregar
Copyright (c) 2025 Dwi Nurlita, Moralita Chatri, Dezi Handayani, Irdawati Irdawati , Bayo Alhusaeri Siregar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274290190910.24036/prosemnasbio/vol4/1074Analisis Kandungan Escheria coli dan Coliform Pada Air Minum Isi Ulang Depot Air Minum Daerah Kabupaten Solok
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1090
<p>Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Tiga per empat bagian tubuh manusia terdiri dari air. Manusia tidak dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air minum adalah produksi air minum isi ulang yang pada saat ini telah berkembang pesat di seluruh daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum di depot air minum isi ulang yang ada di kabupaten solok. Penelitian ini di lakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Solok pada Juli hingga Agustus 2024. Sampel pada penelitian ini adalah air baku dan air olahan dari 5 DAMU yang ada di 5 Kecamatan berbeda di Kabupaten solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode MPN (Most Problable Number) dimana metode ini merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mikrobiologi untuk menghitung jumlah mikroorganisme dalam suatu sampel, khususnya bakteri. Uji kualitas bakteriologis air minum isi ulang di kabupaten solok menunjukkan bahwa kualitas air minum isi ulang yang ada di kabupaten solok belum bisa dikatakan layak untuk di konumsi oleh masyarakat ramai, hal inilah yang tentu menjadi perhatian pemerintah setempat agar lebih tegas terhadap DAMU yang tidak lolos uji.</p>Angelika RahmiIrdawati Irdawati Alfida Rosita
Copyright (c) 2025 Angelika Rahmi, Irdawati Irdawati, Alfida Rosita
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421065107210.24036/prosemnasbio/vol4/1090Inovasi Produksi Cuka dari Limbah Kulit Buah Rambutan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1106
<p>Produksi cuka dari bahan organik seperti buah-buahan dilakukan melalui proses fermentasi alkohol dan asam asetat. Proses ini membutuhkan mikroorganisme terutama bakteri asam asetat yang berperan dalam mengubah alkohol mensajadi asam asetat melalui proses oksidasi. Salah satunya kulit buah rambutan yang memiliki potensi besar untuk diproduksi menjadi cuka. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi asam asetat, pH, dan uji organoleptik dari cuka kulit buah rambutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Melalui 2 tahap fermentasi yaitu fermentasi alkohol oleh Saccharomyces cerevisiae dan asam asetat oleh Acetobacter aceti secara duplo. Hasil penelitian menunjukkan kandungan asam asetat pada cuka <br>kulit rambutan ditemukan sebesar 22,5% sesuai standar kandungan asam asetat yang ditetapkan untuk kategori cuka makanan berdasarkan SNI 01-3711-1995 dengan pH 3 (asam). Berdasarkan uji organoleptik, cuka kulit rambutan memiliki warna coklat kemerahan, rasa pahit dan asam, serta aroma asam.</p>Nadira NadiraIrdawati IrdawatiHafsya Yelmi AdistiShalsabila Firdaus TanjungRiza UmamiFidia Aura Khairani
Copyright (c) 2025 Nadira Nadira, Irdawati Irdawati, Hafsya Yelmi Adisti, Shalsabila Firdaus Tanjung, Riza Umami, Fidia Aura Khairani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274279280010.24036/prosemnasbio/vol4/1106Analisis Keanekaragaman Serangga di Kawasan Hutan Evergreen dan Savana Bekol Taman Nasional Baluran
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1000
<p>Serangga mendominasi hampir 80% dari seluruh spesies hewan di Bumi, dengan lebih dari 751.000 spesies yang telah diketahui, sekitar 250.000 di antaranya dapat ditemukan di Indonesia. Distribusi serangga dipengaruhi oleh faktor geologi dan ekologi seperti iklim, musim, ketinggian, dan spesies tanaman yang tersedia. Di Taman Nasional Baluran, setiap habitat memiliki karakteristik lingkungan yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, menganalisis keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, membandingkan keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan perangkap jebakan dan studi literatur untuk mengidentifikasi jenis serangga yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman Shannon Wienner di kawasan evergreen lebih tinggi, yaitu 1,99 dan 0,69 untuk kawasan savana bekol. Indeks dominasi Simpson yang diperoleh sebesar 0,16 di kawasan evergreen dan 0,68 di savana bekol. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan, khususnya jenis tanah dan struktur vegetasi.</p>Zahra Azzahwa AvriliaputriArsya Niam U HGhalda Salsabila Adelia Siti Nur AprilianiAnggistna Milka ArifianiMeiry Fadilah NoorMuhammad Ridhwan
Copyright (c) 2025 Zahra Azzahwa Avriliaputri, Arsya Niam U H, Ghalda Salsabila, Adelia Siti Nur Apriliani, Anggistna Milka Arifiani, Meiry Fadilah Noor, Muhammad Ridhwan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742577110.24036/prosemnasbio/vol4/1000Artikel Review: Pemanfaatan Pangan Lokal Indonesia untuk Peningkatan Status Gizi Masyarakat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1016
<p>Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat potensial untuk meningkatkan status gizi masyarakat,<br>terutama dalam mengatasi masalah stunting dan gizi buruk. Pangan lokal seperti sagu, jagung, ubi jalar,<br>tempe, dan moringa mengandung berbagai zat gizi penting yang dapat mendukung pertumbuhan dan<br>kesehatan. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian makanan tambahan berbasis<br>pangan lokal dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan anak, serta memperbaiki kondisi gizi pada<br>balita yang mengalami stunting. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan<br>menganalisis jurnal-jurnal terkait pemanfaatan pangan lokal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa<br>intervensi pangan lokal, seperti jagung, ubi kayu, kacang, bubur jagaq, sayuran hijau, atau kelapa, labu<br>kuning, tempe, udang rebon, dan kelor. Efektif meningkatkan status gizi anak-anak di daerah dengan<br>prevalensi malnutrisi tinggi. Namun, tantangan utama terletak pada kebiasaan konsumsi yang sudah terbentuk<br>dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan pangan lokal. Kesimpulannya, pemanfaatan<br>pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar dalam perbaikan status gizi masyarakat, namun diperlukan<br>kebijakan yang mendukung serta program edukasi yang lebih intensif untuk memaksimalkan potensinya</p>Mita ArianiResti FevriaFathma Dwi FatihaAdinda Rizky Maulina
Copyright (c) 2025 Ariani Mita , Fevria Resti, Fatiha Fathma Dwi, Maulina Adinda Rizky
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274241742510.24036/prosemnasbio/vol4/1016Inventarisasi Hama Pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea var. Capitata) Serta Cara Pencegahannya DI Desa Pangalian Kayu, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1033
<p>Tanaman kubis (Brassica oleracea L.) telah lama dibudidayakan sebagai tanaman sayuran dan juga merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Kubis dikatakan sebagai sumber gizi karena kubis mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, C dan K serta kaya dengan senyawa fitonutrien. Kubis pada umumnya ditanam di daerah yang berhawa sejuk, pada ketinggian 800-2000 m dpl dan bertipe iklim basah. Pada pembudidayaan kubis hal yang sangat rentan adalah hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama yang menyerang pada tanaman kubis di Kebun kubis, yang menyebabkan tanaman kubis menjadi busuk, berlubang, gagal panen, dan kualitas panen menurun. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilaksanakan melalui obsevasi yakni mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari hasil pengamatan terhadap objek penelitian sehingga data yang diperoleh sesuai dengan sampel yang telah diamati. Sampel tanaman yang dipilih adalah dengan kriteria daun yang berlubang akibat diserang hama. Ditemukan 2 hama pada kebun kubis yang diamati yaitu Helicoverpa armigera (ulat kapas) dan Bradybaena similaris (siput semak) menyebabkan munculnya lubang-lubang pada permukaan daun dan membuat tanaman menjadi rusak dan hasil panen tidak maksimal karena efek yang dihasilkan dari hama tersebut. Tanaman yang rusak tidak dapat memenuhi kriteria pasar dan tidak dapat dijual sehingga petani mengalami kerugian. Tanaman Kubis yang terkena hama, didapatkan daun dan bunganya sudah berlubang-lubang yang kelamaan membusuk. Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi hama pada tanaman kubis dapat dilakukan pemberian pestisida dan pemberian ecoenzym yang lebih ramah lingkungan.</p>Rendy MiswandiRahmi KurniatiYelsi SafitriHijratil Azani Zamilla Putrian
Copyright (c) 2025 Rendy Miswandi, Rahmi Kurniati, Yelsi Safitri, Hijratil Azani, Zamilla Putrian
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274288088910.24036/prosemnasbio/vol4/1033Efek Aplikasi Ekstrak Lidah Buaya ( Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Di Balai Pembibitan Agrowisata Kota Padang
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1049
<p>Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Pengaruh Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Tanaman Jeruk Lemon. Untuk Mengeksplorasi Manfaat Penggunaan Ekstrak Lidah Buaya Sebagai Bahan Alami Dalam Budidaya Jeruk Lemon. Lidah Buaya Dikenal Memiliki Berbagai Khasiat, Termasuk Sifat Antioksidan Dan Kemampuan Untuk Meningkatkan Kesehatan Tanaman Yang Digunakan. Penelitian Ini Dilakukan di Wilayah Balai Pembibitan Dan Agrowisata Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam Penelitian Ini Melibatkan Penerapan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Lidah Buaya Pada Tanaman Jeruk Lemon Dan Pengamatan Terhadap Parameter Pertumbuhan Seperti Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Serta Hasil Panen. Penelitian Ini Juga Menerapkan Desain Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Untuk Memastikan Validitas Hasil. Hasil dari Penelitian Menunjukkan Bahwa Aplikasi Ekstrak Lidah Buaya Memberikan Dampak Positif Terhadap Pertumbuhan Jeruk Lemon. Tanaman Yang Diberi Perlakuan Ekstrak Lidah Buaya Menunjukkan Peningkatan Signifikan Dalam Parameter Pertumbuhan Dibandingkan Dengan Kontrol. Selain Itu, Produktivitas Buah Juga Meningkat, Yang Menunjukkan Potensi Ekstrak Lidah Buaya Sebagai Pupuk Organik Yang Efektif. Hasil Dari Penelitian Ini Terdapat 50 Jumlah Tanaman, Terdapat 43 Tanaman Jeruk Lemon Yang Hidup Dan 7 Tanaman Jeruk Lemon Yang Mati. Jadi Penggunaan Aloe Vera Bermanfaat Untuk Kesehatan Tanaman Tetapi Juga Dapat Meningkatkan Hasil Panen Jeruk Lemon, Sehingga, Dapat Dijadikan Sebagai Pilihan Yang Menarik Untuk Praktik Pertanian Berkelanjutan Di Daerah Tersebut Dan Membuka Peluang Untuk Pengembangan Mengenai Penggunaan Bahan Alami Dalam Budidaya Tanaman Hortikultura.</p>Ravena MutiaMoralita ChatriLukman Lukman
Copyright (c) 2025 Ravena Mutia, Moralita Chatri, Lukman Lukman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274240341010.24036/prosemnasbio/vol4/1049Review Artikel : Perbandingan Antara Polidaktili dan Sindaktili (Penyebab dan Pengobatan)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1065
<p>Kelainan kongenital (cacat lahir) bisa diartikan sebagai kelainan struktural atau fungsional yang hadir saat lahir. Kelainan ini bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun lingkungan. Polidaktili merupakan suatu kelainan bawaan (congenital) yang ditandai dengan kelebihan jari tangan maupun kaki, sehingga jumlah jari lebih dari lima dan sindaktili merupakan fusi atau adhesi antar jaringan lunak atau tulang antara jari tangan atau kaki yang dapat terjadi secara kongenital atau didapat sejak lahir. Tujuan dari penelitian mengetahui apa saja perbedaan antara kondisi polidaktili dan sindaktili serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya polidaktili dan sindaktili. Metode penelitian dilakukan dengan cara literatur review atau menganalisis dari beberapa artikel maupun jurnal ilmiah dari terbitan tahun 2000 sampai 2024. Hasil review artikel menunjukan adanya faktor yang mempengaruhi baik itu dari lingkungan maupun keturunan serta pengobatan.</p>Aliviannisa Putri ShalihanAstrid AstridAzzahara Adilani
Copyright (c) 2025 Aliviannisa Putri Shalihan, Astrid Astrid, Azzahara Adilani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274247648610.24036/prosemnasbio/vol4/1065Jenis Tanaman Obat-Obatan di Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1081
<p>Kopasanda (Chromolaena odorata), Anredera cordifolia (Binahong Hijau), Colocasia esculenta (Talas Suthat), Curcuma longa (Kunyit/Hunik), Zingiber officinale (Jahe/Pege) dan Tamarindus indica (Asam Jawa), di Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas merupakan beberapa jenis tanaman yang telah banyak diteliti karena kandungan obat dan kegunaannya. Daun Kopasanda (Chromolaena odorata) merupakan tanaman penting yang memiliki banyak kegunaan. Daun Kopasanda (Chromolaena odorata), Anredera cordifolia (Binahong Hijau) mengandung senyawa aktif fenolik, flavonoid, saponin, terpenoid, tanin dan steroid, Colocasia esculenta (Talas Suthat) diketahui bahwa didalam getah talas mengandung flavonoid dan saponin. Flavonoid dan saponin merupakan senyawa fenol, antibakterial dan antifungal yang dapat membantu mempercepat terjadinya penyembuhan luka, Curcuma longa (Kunyit/Hunik) mengandung Flavonoid: Membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, Antosianin: Pigmen yang memiliki sifat antioksidan kuat. Polifenol: Senyawa yang membantu mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas. Vitamin A: Mendukung kesehatan mata dan kulit. Minyak Atsiri: Memiliki sifat anti-mikroba dan anti inflamasi, Zingiber officinale (Jahe/Pege) mengandung sejumlah senyawa fenol yang bersifat antioksidatif, yang diduga dapat melindungi sel dari kerusakan. Jahe memiliki khasiat untuk megobati penyakit impoten, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, rematik, sakit pinggang, dan masuk angin, Tamarindus indica (Asam Jawa)Asam Fitat : Memiliki sifat antioksidan dan antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis obat-obatan di Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas. Dengan menggunakan teknik <br />pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan informan dan masyarakat</p>Shindy Harito Pauji SiregarLaura Reski DaulayFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Shindy Harito Pauji Siregar, Laura Reski Daulay, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274296496810.24036/prosemnasbio/vol4/1081Bioaktivitas Ekstrak Tanaman Medang (Phoebe Sp.) Yang Berada Di KHDTK Kemampo Banyuasin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1097
<p>Tanaman Medang (Phoebe Sp.) merupakan salah satu spesies yang banyak ditemukan di Indonesia, termasuk di kawasan KHDTK Kemampo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bioaktivitas ekstrak tanaman Medang, khususnya dalam hal aktivitas antibakteri dan antioksidan. Ekstrak daun, batang, dan akar tanaman Medang diuji menggunakan metode difusi cakram untuk mengukur aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, dan Bacillus subtilis. Selain itu, aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan metode DPPH. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun Medang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang signifikan, dengan IC50 yang rendah, mengindikasikan potensi sebagai sumber bahan alami untuk pengembangan produk kesehatan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai manfaat tanaman Medang dalam pengobatan tradisional dan aplikasinya dalam industri farmasi.</p>M Deni IrawanEvans Aditya PratamaZahra Anumilah DarmawanEli WantinaNoviyanto NoviyantoRian Oktiansyah
Copyright (c) 2025 M Deni Irawan, Evans Aditya Pratama, Zahra Anumilah Darmawan, Eli Wantina, Noviyanto Noviyanto, Rian Oktiansyah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274269970410.24036/prosemnasbio/vol4/1097Penggunaan Pupuk NPK Mutiara dan Pemeliharaan Untuk Kesehatan Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) yang Ditanam Dengan Teknik Sambung Pucuk (grafting) dalam Polybag
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1113
<p>Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu tumbuhan tropis yang banyak dijumpai diwilayah Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara laiinya. Pemberian pupuk yang sesuai dan pemeliharaan yang dilakuan secara berkala dapat meningkatkan kesuburan tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.). Pemberian pupuk anorganik dan pemeliharaan dilakukan pada tanaman durian pembibitan/perbanyakan dengan cara sambung pucuk (grafting) yang ditanam di polybag dan berusia lebih kurang enam bulan. Percobaan ini dilaksanakan di UPTD Balai Pembibitan dan Agrowisata Dinas Pertanian Kota Padang pada bulan Juli 2024. Percobaam ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peranan pupuk NPK Mutiara dan pemeliharaan secara berkala untuk kesuburan dan kesehatan tanaman tersebut. Pemberian pupuk anorganik NPK Mutiara dan pemeliharaan berupa penyiraman secara teratur, dan pembersihan gulma menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesuburan terhadap tanaman secara kasat mata yang ditandai dengan pertumbuhan daun yang lebih lebat, warna daun yang lebih hijau, serta pertumbuhan yang terlihat lebih subur. Perlakuan yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Mutiara dan pemeliharaan yang dilakukan secara tepat, dapat meningkatkan kesuburan tanaman.</p>Yaumal Rahmat AkbarVauzia VauziaLukman Lukman
Copyright (c) 2025 Yaumal Rahmat Akbar, Vauzia Vauzia, Lukman Lukman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421179118910.24036/prosemnasbio/vol4/1113Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Nagari Sariak Alahan Tigo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1007
<p>Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk flora yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan. Pemanfaatan tumbuhan ini bervariasi sesuai dengan budaya dan tradisi tiap daerah, yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Nagari Sariak Alahan Tigo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan berbagai tumbuhan seperti daun jarak (Jatropha curcas L.), pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.), dan jahe (Zingiber officinale) untuk pengobatan tradisional, pewarna makanan, serta bahan kuliner. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan didukung oleh kajian ilmiah terkait senyawa aktif pada tumbuhan yang berfungsi sebagai obat dan pewarna alami. Studi ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelestarian pengetahuan tradisional dalam rangka menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi.</p>Hani SaniaChetiarahmi ChetiarahmiNagra Aulia ValofiFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Hani Sania, Chetiarahmi Chetiarahmi, Nagra Aulia Valofi, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274213815010.24036/prosemnasbio/vol4/1007Identifikasi Jenis Serangga Hama Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Di Parit Malingtang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1023
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama serangga yang merugikan tanaman jagung sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan strategi pengendaliannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan November 2024.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis serangga hama pada tanaman jagung. Hasil penelitian menemukan 5 spesies hama jagung yaitu Coccinella septempunctata, Nilaparvata lunges, Chaetocnema basalis, Aspidimorpha milliaris dan Spodoptera frugiperda .</p>Ernie Novriyanti Pramuhira AisyRiabing SagalaSemini NoprizaVevi AfrianiZatul Fatnah Azizzah
Copyright (c) 2025 semnas semnas; Ernie Novriyanti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274281983410.24036/prosemnasbio/vol4/1023Literature Review: Identifikasi dan Analisis Struktural Malformasi Tulang pada Kasus Skoliosis Kongenital
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1040
<p>Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang yang disebabkan oleh malformasi vertebra selama perkembangan janin. Malformasi ini berupa kegagalan formasi (misalnya, hemivertebra) atau kegagalan segmentasi (misalnya, vertebra blok). Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis struktural malformasi tulang pada skoliosis kongenital berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan tinjauan pustaka. Dilakukan dengan mengumpulkan beberapa literatur atau sumber berupa jurnal serta skripsi. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor genetik, seperti mutasi pada gen TBX6, LFNG, dan FBN1, serta faktor lingkungan seperti paparan karbon dioksida, alkohol, obat antikonvulsan, dan hipoksia selama kehamilan, berperan dalam etiologi skoliosis kongenital. Malformasi yang umum ditemukan adalah hemivertebra dan vertebra blok, yang menyebabkan kelengkungan asimetris pada tulang belakang. Komplikasi yang muncul mencakup gangguan pernapasan, kelainan neurologis, dan disfungsi organ vital seperti jantung dan ginjal. Penanganan melibatkan pendekatan non-operatif seperti brace atau observasi pada kasus ringan, serta intervensi operatif seperti fusi vertebra pada kasus berat. Identifikasi dini dan intervensi yang tepat menjadi kunci dalam meminimalkan komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kajian ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait faktor genetik serta pengembangan teknologi diagnostik dan terapi yang lebih efektif.</p>Syakira Nurfajriya Karina Kusuma PutriElvira HayuYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Syakira Nurfajriya, Karina Kusuma Putri, Elvira Hayu, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274236537710.24036/prosemnasbio/vol4/1040Studi Histologis Dampak Paparan Bluetooth Terhadap Organ Otak, Hati, Ginjal Dan Testis Mencit Jantan (Mus musculus)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1056
<p>Efek paparan yang dipancarkan oleh perangkat bluetooth handphone akan ditangkap oleh sel tubuh. Dampak paparan tersebut akan merusak jaringan tubuh dengan cara merusak struktur sel dan DNA yang dapat menimbulkan gangguan neurologis, kanker dan kerusakan genetik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh paparan buetooth terhadap struktur histologis organ mencit jantan (Mus muscullus). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan membagi dua perlakuan yaitu perlakuan kontrol dan perlakuan dengan paparan bluetooth, dimana dilakukan setiap hari paparan ke perlakuan paparan bluetooth dengan waktu paparan 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Setelah satu minggu kemudian dilakukan pembedahan organ mencit seperti hati, testis, ginjal dan otak. Adapun hasil yang didapatkan yaitu pengaruh paparan terhadap histologis organ mencit terlihat tingkat keparahan berada pada paparan 8 jam dikarenakan jumlah durasi paparan yang lama semakin merusak jaringan dan struktur DNA dari mencit</p>Alifah Hazelia Elviana ElvianaHoki Masriono MalikAhmad HambaliAtikah RShafiah Adilla PutriKharisa IvanaSiska ALicia FarmaFadilaturahmah FadilaturahmahYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Alifah Hazelia Elviana Elviana, Hoki Masriono Malik, Ahmad Hambali, Atikah R, Shafiah Adilla Putri, Kharisa Ivana, Siska ALicia Farma, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274257357910.24036/prosemnasbio/vol4/1056Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1072
<p>Sidikalang, Sumatra Utara, dikenal karena keanekaragaman hayati dan warisan budayanya, di mana tumbuhan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun membentuk pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan, pangan, konstruksi, dan alat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan praktik etnobotani di Sidikalang dengan fokus pada pemanfaatan tumbuhan dan nilai-nilai budaya yang terkait. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi digunakan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal menggunakan kantong semar (Nepenthes mirabilis) sebagai pembungkus hidangan nasi tradisional, rotan (Calamus caesius) untuk furnitur dan peralatan rumah tangga,<br>serta akar bajakah (Spatholobus littoralis) sebagai sumber air bersih di area hutan. Kopi Sidikalang (Coffea arabica) yang ditanam di dataran tinggi dihargai karena cita rasanya yang khas dan telah mendapatkan sertifikasi indikasi geografis. Selain penggunaan praktis, tumbuhan seperti anggrek dan kecombrang (Etlingera elatios) juga memiliki nilai ornamental dan medis. Penelitian ini menekankan pentingnya pengetahuan etnobotani dalam menjaga keanekaragaman hayati dan identitas budaya, terutama dalam menghadapi tantangan modern dan mempromosikan produk lokal. Temuan ini mendorong upaya lebih besar untuk mendokumentasikan dan melestarikan praktik tradisional sebagai jalan menuju pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Sidikalang menjadi contoh integrasi etnobotani ke dalam kehidupan kontemporer sambil tetap menjaga keaslian budaya</p>Rivaldo SitumorangLisa SafitriMutia OktavianiFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Rivaldo Situmorang, Lisa Safitri, Mutia Oktaviani, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274267669010.24036/prosemnasbio/vol4/1072Optimasi RedSafe Nucleic Acid Staining solution dengan Menggunakan Metode Elektroforesis
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1088
<p>Pewarnaan asam nukleat merupakan langkah penting dalam analisis DNA menggunakan elektroforesis gel agarose. Pewarna tradisional seperti ethidium bromide banyak digunakan, tetapi memiliki sifat toksik dan karsinogenik. RedSafe Nucleic Acid Staining Solution adalah alternatif pewarna yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan RedSafe dalam proses elektroforesis untuk memastikan hasil visualisasi DNA yang efisien. Metode yang digunakan yaitu: elektroforesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa primer GAPDH pada sekuens forward 5’CATCATCCCTGCCTCTACTG3’ memiliki hasil visualisasi pita yang kurang jelas dan sekuens reverse 5’CCAAATTGCTTGTCATACCAG3’ memiliki hasil visualisasi pita yang jelas.</p>Attahiyatul HusniaDwi Hilda Putri Ira Wahyuni
Copyright (c) 2025 Attahiyatul Husnia, Dwi Hilda Putri, Ira Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421052105810.24036/prosemnasbio/vol4/1088ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN HIDROPONIK CAISIM (Brassica juncea L) DENGAN SISTEM WICK
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1104
<p>Caisim (Brassica juncea L) merupakan sayuran yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, gastroprotektif, dan antiobesitas yang menjadi favorit dikalangan Masyarakat. Caisim dapat dibudidaya secara hidroponik yakni bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air yang diperkaya dengan unsur hara tambahan. Salah satu sistem hidroponik adalah sistem wick atau sistem sumbu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2024 di Rumah Kawat, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan caisim (Brassica juncea L) dengan sistem wick. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB mix berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman caisim. Nilai tertinggi untuk tinggi tanaman adalah 26,5 cm, jumlah daun 5 helai, lebar daun 8,8 cm, berat basah 14 g, dan berat kering 0,98 g.</p>Annisa PutriFanesha Panca PutriSevira Della NuariResti Fevria
Copyright (c) 2025 Annisa Putri, Fanesha Panca Putri, Sevira Della Nuari, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274276877910.24036/prosemnasbio/vol4/1104PERBANYAKAN TANAMAN ANDALAS (Morus macroura miq.) SECARA IN-VITRO DI UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1120
<p>Tanaman Andalas, maskot flora Sumatera Barat, dikenal karena manfaatnya dalam pembuatan tiang rumah adat, obat, dan kosmetik, serta kemampuannya mengobati berbagai penyakit. Namun, tanaman ini langka akibat reproduksi yang kurang efektif dan minimnya upaya penanaman kembali setelah eksploitasi berlebihan. Untuk melestarikannya, dilakukan penelitian sub-kultur in vitro di Dinas Kehutanan Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk perbanyakan Tanaman Andalas (Morus macroura Miq.) secara kultur jaringan . Metoda penelitian ini mengamati perkembangan eksplan Andalas selama 1 hingga 7 bulan, menunjukkan pertumbuhan tunas, daun, dan akar yang signifikan setelah sub-kultur dilakukan pada bulan ke 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan c memiliki jumlah daun terbanyak, eksplan a memiliki tunas terbanyak, eksplan c pucuk tertinggi, dan eksplan e akar terpanjang. Penelitian ini menyoroti keberhasilan metode sub-kultur in vitro dalam memperbanyak dan melestarikan tanaman Andalas, yang berpotensi untuk digunakan lebih lanjut dalam konservasi dan pemanfaatan tanaman ini.</p>Rara Aprilya Sandi Fransisco PratamaMonika Riana IndraNanda Nur’aini
Copyright (c) 2025 Rara Aprilya, Sandi Fransisco Pratama, Monika Riana Indra, Nanda Nur’aini
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421254126610.24036/prosemnasbio/vol4/1120Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Jamur Endofit Kulit Batang Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/998
<p>Jamuri endofit berperain sebaigaii sumber senyawa antibiotik, yakni senyawa alami yang dapat menghambait atau membunuh mikroorganisme berbahaya, patogen, atau penyebab penyakit. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan. Tanaman kelor atau Moringa oleifera L. dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antioksidan dibagian Kulit Batang tanaman kelor. Penelitian ni bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan berdasarkan C50 dan senyawa metabolit sekunder pada esktrak jamur endofit pada kulit batang tanaman kelor atau Moringa oleifera L. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dan uji metabolit sekunder menggunakan metode skrining fitokimia. Uji aktivitas antioksidan ekstrak jamur endofit pada kulit batang kelor mendapatkan hasil 4 solat jamur yaitu Umbelopis sp., Fusarium sp., Verticillium sp., dan Epicoccum sp. Pengujian aktivitas antioksidan esktrak jamur endofit pada kulit batang kelor atau Moringa oleifera L. dengan menggunakan konsentrasi 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62.5 ppm, 31.25 ppm, dan 15.625 ppm menunjukan hasil yang kuat dan lemah. Rata-rata pada pengujian berdasarkan nilai C50 Umbelopsis sp. dengan nilai 29,8883 µg/mL, Fusarium sp. dengan nilai 24,0471 µg/mL, verticillium sp. dengan nilai 20,5762 µg/ mL, dan Epicoccum sp. dengan nilai 154,86 µg/mL. Hasil uji metabolit sekunder yang ada pada ekstrak jamur endofit kulit batang Moringa oleifera L. diantaranya positif mengandung Alkaloid, Flavonoid, Tanin, dan Saponin. Sedangkan untuk uji Steroid, dan Terpenoid hasil uji menunjukkan negative.</p>Beta nda SariSyarifah Syarifah
Copyright (c) 2025 Beta nda Sari, Syarifah Syarifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742194210.24036/prosemnasbio/vol4/998rtikel review- Analisis Faktor-Faktor Penyebab Penderita Hidrosefalus
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1014
<p>Hidrosefalus adalah kondisi serius yang memengaruhi pasien dari berbagai rentang usia, yang disebabkan<br>oleh beberapa faktor. Hidrosefalus disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial yang disertai dengan<br>peningkatan cairan serebrospinal, yang dapat disebabkan oleh tumor, kondisi bawaan, vaskukular kelainan,<br>infeksi, dan kepala cedera. Hidrosefalus dapat menyebabkan kejang, defisiensi neurologis, nyeri kepala,<br>demam, dan kelumpuhan, yang menurunkan kualitas hidup. Tujuan dari review ini yaitu untuk membahas<br>faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya Hidrosefalus. Metode yang digunakan yaitu dengan<br>menganalisis beberapa jurnal ilmiah yang membahas mengenai Hidrosefalus. Adapun Hasil yang didapatkan<br>dari review artikel dari studi literatur didapatkan beberapa faktor yang meyebabkan terjadinya kelainan<br>Hidrosefalus seperti jenis kelamin, jenis hidrosefalus dan umur pasien, usia kehamilan, infeksi virus,<br>Pendarahan intraventrikular dan faktor genetik</p> Hoki Masriono Manik Didi Darma PutraYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Manik Hoki Masriono, Putra Didi Darma, Atifah Yusni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742406416Identifikasi Jenis Hama Serangga Pada Bawang Merah (Allium cepa L.) di Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1031
<p>Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman hasil pertanian ini termasuk salah satu bahan utama dalam bumbu dapur. Dalam masa produksi bawang merah ini, petani mengalami beberapa kendala. Salah satu kendala dalam produksi bawang merah yaitu adanya serangan hama. Penelitian dilaksanakan di Desa Pangalian Kayu, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok pada bulan Oktober 2024. Penelitian menggunakan metode observasi lapangan, pengambilan hama menggunakan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keragaman hama serangga pada tanaman Bawang Merah. Hasil penelitian pada tanaman Bawang Merah di Desa Pangalian Kayu ditemukan 2 spesies hama serangga yang dominan yaitu Ulat Grayak (Spodoptera litura), dan Ulat Tanah (Agrotis sp.). Terdapat berbagai upaya yang harus dilakukan agar bawang merah tetap subur dan tumbuh sebagaimana mestinya hingga waktu panen. Upaya itu antara lain penyediaan lahan yang cukup, pupuk dan perawatan yang telaten seperti pembersihan lahan dari tanaman liar, pembasmian serangga yang nantinya dapat merusak kualitas bawang merah.</p>Alya Dwi ArikaRahmi KurniatiDifa Amelia Hafizah Aura Metagave Christian Panggabean
Copyright (c) 2025 Alya Dwi Arika, Rahmi Kurniati, Difa Amelia, Hafizah Aura, Metagave Christian Panggabean
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274286887910.24036/prosemnasbio/vol4/1031Literatur Review: Penggunaan Sistem Nutrient Film Technique (NFT) pada Tanaman Pakcoy (Brasicca rapa L.) yang Dilakukan Secara 1 Budidaya Hidroponik
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1047
<p>Hidroponik adalah metode budidaya pertanian yang tidak memerlukan tanah sebagai media, melainkan menggunakan air sebagai pengganti tanah. Salah satu metode Salah satu metode hidroponik yang digunakan adalah sistem Nutrient Film Technique (NFT). Sistem NFT adalah metode budidaya tanaman di mana akar tanaman berkembang dalam lapisan nutrisi yang tipis dan teredarkan, sehingga tanaman mendapatkan cukup air, nutrisi, dan oksigen. Namun, meskipun sistem ini memiliki banyak kelebihan, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kebutuhan teknologi yang cukup tinggi dan resiko gangguan teknis. Adapun salah satu kelemahannya adalah ketergantungan pada ketersediaan Listrik, karena jika pompa mati, aliran larutan nutrisi ke akar tanaman terhenti. Tinjauan Literatur ini memaparkan penggunaan sitem NFT pada tanaman pakcoy yang dilakukan secara hidroponik.</p>Musfidah Insani Tazri
Copyright (c) 2025 Musfidah Insani Tazri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274252453310.24036/prosemnasbio/vol4/1047Pembibitan Tanaman Alpukat (Persea americana) Secara Generatif di UPTD BSPTH Dinas Kehutanan Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1063
<p>Negara-negara dengan produk industri pembibitan yang maju dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, hal ini sangat erat kaitannya dengan penguasaan teknologi pembibitan dan pengendalian mutu bibit. Alpukat merupakan salah satu tanaman obat yang sangat penting dan banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Metode pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara generatif (dari benih) dan vegetatif. Tanaman yang dihasilkan dari pembibitan generatif umumnya memiliki sistem perakaran yang lebih kuat dan dalam. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama penanaman pohon di area hutan adalah untuk menjaga stabilitas tanah dan mencegah erosi. Pemilihan biji alpukat yang baik dan tidak busuk sangat penting dalam proses pembibitan untuk menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan baik.</p>Anisa FitriRijal Satria
Copyright (c) 2025 Anisa Fitri, Rijal Satria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274259160210.24036/prosemnasbio/vol4/1063Jenis Tanaman Obat – Obatan Di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung , Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1079
<p>Keberadaan dan manfaat tanaman obat yang banyak digunakan di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Di Kabupaten Dharmasraya, tanaman obat yang sering dimanfaatkan meliputi ciplikan (Physalis angulata), Daun sirih cina (Peperomia pellucida ), jarak (Ricinus communis), Durian ( Durio) dan Batang betadine ( Jatropha multifida L ) . Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki khasiat untuk pengobatan tradisional seperti mengatasi sakit jantung, menurunkan kalasterol, mengobati demam, mengobati asam urat , mengobati demam dan mengobati luka . Sementara itu, di Kabupaten Sijunjung masyarakat memanfaatkan Jarak pagar (Ricinus communis ), Puding hitam (Graptophyllum pictum L.), Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), dan sirih hijau (Piper betle L.) untuk pengobatan tradisional, seperti menurunkan demam, mengurangi sakit gigi, mengobati panas dalam dan menghilangkan bau badan. Informasi dalam artikel ini diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai sumber terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman obat ini merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat setempat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan dasar produk herbal. Artikel ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan tanaman obat lokal sebagai warisan budaya dan sumber kesehatan alami.</p>Sela Mesa FadiaSelfi OktapiaFadilaturahmah FadilaturahmahFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Sela Mesa Fadia, Selfi Oktapia, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274295095710.24036/prosemnasbio/vol4/1079Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Nagari Guguak Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1095
<p>Bukittinggi, Sumatra Barat, merupakan wilayah yang terkenal dengan keanekaragaman hayati dan warisan budayanya, di mana tumbuhan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Wilayah ini menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun membentuk pemanfaatan tumbuhan untuk berbagai keperluan, seperti obat-obatan, bahan makanan, bahan bangunan, dan alat-alat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan praktik etnobotani di Sidikalang, dengan fokus pada penggunaan tumbuhan dan nilai-nilai budaya yang terkait. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat setempat menggunakan Seledri (Nepenthes mirabilis) sebagai pembungkus nasi tradisional, rotan (Calamus caesius) untuk membuat furnitur dan peralatan rumah tangga, serta akar bajakah (Spatholobus littoralis) sebagai sumber air bersih di hutan. Selain itu, kopi Sidikalang (Coffea arabica), yang ditanam di dataran tinggi, dikenal dengan cita rasanya yang khas dan telah mendapatkan sertifikasi indikasi geografis. Selain kegunaan praktis, tumbuhan seperti anggrek dan kecombrang (Etlingera elatios) juga memiliki nilai ornamental dan pengobatan. Studi ini menegaskan pentingnya pengetahuan etnobotani dalam menjaga keanekaragaman hayati dan identitas budaya, terutama dalam menghadapi tantangan modern serta mempromosikan produk lokal. Hasil penelitian ini mendorong upaya yang lebih kuat untuk mendokumentasikan dan melestarikan praktik tradisional sebagai jalur menuju pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian lokal. Sidikalang menjadi contoh integrasi etnobotani dalam kehidupan modern dengan tetap mempertahankan keaslian budaya.</p>Nagra Aulia ValofiChetiarahmi Chetiarahmi Hani SaniaFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Nagra Aulia Valofi, Chetiarahmi Chetiarahmi , Hani Sania, filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421122113210.24036/prosemnasbio/vol4/1095PEMANFAATAN JENIS TANAMAN OBAT DARI KOTA PAYAKUMBUH DAN KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1111
<p>Pengobatan tradisional berbasis tumbuhan telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat di daerah Payakumbuh dan Tanah Datar, Sumatra Barat. Penelitian ini mengidentifikasi 12 jenis tumbuhan obat yang meliputi daun ciplukan, sambiloto, lamroto, daun kacang tujuh jurai, jarak, kunyit, jahe, kencur, brotowali, kembang sepatu, kumis kucing, dan miana. Metode penelitian mencakup observasi langsung, wawancara dengan masyarakat setempat, serta dokumentasi tumbuhan dan manfaatnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional terkait tumbuhan obat. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan produk herbal berbasis ilmiah yang lebih luas. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan kearifan lokal masyarakat Indonesia.</p>Vinny MeilaniMunna MarzuqohNafisha Ramadhani SyivaFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Vinny Meilani, Munna Marzuqoh, Nafisha Ramadhani Syiva, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421159117210.24036/prosemnasbio/vol4/1111Literature Review : Analisis Efisiensi dan Keamanan Transfer Gen Melalui Retrovirus Pada Kelinci (Lepus sp.) Sebagai Model Studi Terapi Gen
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1005
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan keamanan transfer gen menggunakan retrovirus pada kelinci sebagai model studi terapi gen. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai jurnal penelitian. Hasil menunjukkan bahwa transfer gen melalui retrovirus pada kelinci memiliki efisiensi yang signifikan dalam mengekspresikan gen target, diukur dengan teknik qPCR dan Western blot. Meskipun terdapat risiko mutagenesis akibat integrasi acak, langkah-langkah mitigasi yang diterapkan menunjukkan bahwa penggunaan retrovirus dapat dilakukan dengan tingkat keamanan yang dapat diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan terapi gen yang lebih aman dan efektif. </p>Atikah RifnalKarisa IvanaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Atikah Rifnal, Karisa Ivana, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274212413110.24036/prosemnasbio/vol4/1005Optimasi Proses Fermentasi dan Karakterisasi Cuka Jambu Biji dan Jambu Air dengan Analisis Titrasi Asam Basa dan Uji Organoleptik
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1021
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses fermentasi dan karakterisasi cuka berbahan dasar<br>jambu biji dan jambu air. Karakterisasi dilakukan melalui analisis kadar asam asetat menggunakan metode<br>titrasi asam basa dan evaluasi organoleptik. Penelitian dilaksanakan pada November 2024 di Laboratorium<br>Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang. Hasil menunjukkan<br>kadar asam asetat tertinggi pada cuka jambu biji (1,36%) dan terendah pada cuka jambu air (0,54%), dengan<br>semua sampel tidak memenuhi standar minimal kadar asam asetat untuk kategori cuka dapur (4% menurut<br>SNI 01-3711-1995). Uji organoleptik menunjukkan perbedaan signifikan dalam atribut warna, aroma, dan<br>rasa antara cuka jambu biji dan jambu air. Penelitian ini mengindikasikan perlunya optimasi proses fermentasi<br>agar produk memenuhi standar kualitas dan meningkatkan nilai guna buah jambu sebagai bahan baku pangan<br>fungsional.</p>Irdawati IrdawatiAmaliani PutriAnisa FitriIsmiarti IsmiartiMiftahul JannahMufidah Insani TazriMutia OktavianiNaura NazhifahPutri OktaviaSeptriasri AnggunSiti Anisa FitriSiti Atika SalsabilaTesya Wulandari
Copyright (c) 2025 Irdawati Irdawati, Amaliani Putri, Anisa Fitri, Ismiarti Ismiarti, Miftahul Jannah, Mufidah Insani Tazri, Mutia Oktaviani, Naura Nazhifah, Putri Oktavia, Septriasri Anggun, Siti Anisa Fitri, Siti Atika Salsabila, Tesya Wulandari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-272026-03-274246047210.24036/prosemnasbio/vol4/1021Literatur Review: Analisis Jenis Makanan dan Minuman sebagai Faktor Risiko Diabetes pada Anak
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1038
<p>Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada populasi anak-anak. Perubahan gaya hidup modern, terutama dalam pola konsumsi makanan dan minuman, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap meningkatnya risiko diabetes pada anak-anak. Tujuan penelitian menganalisis jenis makanan dan minuman sebagai faktor risiko diabetes pada anak. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan pendekatan naratif untuk menganalisis dan menyintesis hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan jenis makanan dan minuman sebagai faktor risiko diabetes pada anak. Sumber data diperoleh dari database daring seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama makanan manis, minuman bersoda, dan makanan cepat saji, sangat berpengaruh dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2). Dukungan sosial, kebiasaan di meja makan, serta pemahaman mengenai pola makan turut menjadi faktor risiko. Dengan tindakan tersebut, diharapkan kemungkinan terjadinya DMT2 dapat dikurangi pada anak, remaja, dan kelompok usia produktif. </p>Windi Aprila AmaliaResti FevriaNadira NadiraHani SaniaRachel AlqaramahMuhamad Naufal Arrafi
Copyright (c) 2025 Windi Aprila Amalia, Resti Fevria, Nadira Nadira, Hani Sania, Rachel Alqaramah, Muhamad Naufal Arrafi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274233634610.24036/prosemnasbio/vol4/1038Uji Karakteristik Fisika dan Kimia pada Tanah di KHDTK Kemampo Kabupaten Banyuasin
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1054
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisika dan kimia tanah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel tanah dari berbagai titik lokasi untuk dianalisis parameter seperti pH tanah, kadar air, serta tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di KHDTK Kemampo memiliki pH yang stabil (6,5–6,6), kadar air yang memadai (21,41%–29,86%), dan dominasi tekstur tanah lempung. Kondisi ini mendukung pertumbuhan tanaman hutan karena menyediakan kelembapan dan nutrisi yang cukup, meskipun memerlukan perhatian khusus terhadap pengelolaan drainase. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pengelolaan lahan yang lebih baik di kawasan tersebut untuk mendukung keberlanjutan ekosistem hutan.</p>Muhammad HaidilYeyen YeyenAnisa HasanahKhalda Azzahra PSNovita Sari
Copyright (c) 2025 Muhammad Haidil, Yeyen Yeyen, Anisa Hasanah, Khalda Azzahra PS, Novita Sari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274255356210.24036/prosemnasbio/vol4/1054Pengaruh Radiasi Smartphone Dalam Kondisi Bluetooth On Terhadap Histologi Hati, Ginjal, Otak, dan Testis Mencit Jantan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1070
<p>Smartphone merupakan merupakan alat komunikasi nirkabel yang semakin menjadi kebutuhan utama<br>dalam kehidupan sehari-hari yang memancarkan radiasi yang berbahaya bagi tubuh. Paparan radiasi<br>dengan mode Bluetooth on itu dapat menyebabkan stres oksidatif sehingga menyebabkan kerusakan<br>organ tubuh termasuk organ hati, ginjal, testis dan otak .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat<br>pengaruh radiais smartphone terhadap histologi hati, ginjal, otak dan testis mencit Jantan. Metode ini<br>menggunakan Jenis penelitian eksperimen dengan teknik pembuata pembuatan preparat histologi<br>metode paraffin dengan sampel 4 ekor mencit Jantan yang diberi 3 perlakuan yang berbeda. Kelompok<br>kontrol hanya diberi pakan dan minum standa,Untuk perlakuan 1 diberi paparan radiasi selama 4<br>jam,perlakuan 2 paparan radiasi selama 6 jam dan perlakuan 3 diberi paparan radiasi selama 8 jam<br>perhari.Perlakuan dilakukan selama 7 hari,selanjutnya mencit dibedah untuk diambil organ hati<br>,testis,otak,dan ginjal,lalu dilakukan pemeriksaan histopatologi organ.Hasil penelitian histologis<br>menunjukkan perubahan signifikan pada struktur organ yang diuji.Hati yang tinggi mengalami kerusakan pada hati dengan paparan 6 jam ditandai dengan sitoplasma yang pucat dan ukuran sel yang<br>besar dan tidak teratur.Untuk organ ginjal yang paling tinggi pada kerusakan paparan 8 jam inti sel<br>tubular mengalami simpangan dan menunjukkan tanda-tanda degenerasi. Pada organ otak itu yang tinggi<br>pada radiasi 8 jam ditandai sel terlihat lebih besar dan tidak teratur. Sedangkan pada testis 8 jam<br>menunjukkan paling tinggi radiasi ditandi dengan beberapa inti yang tampak pecah atau terfragmentasi.<br>Paparan radiasi ponsel mode on blutooth menyebabkan kerusakan organ hati, ginjal, testis dan organ<br>otak</p>Anisa Syahrul RahmiAstrid AstridFebby Andesla FebrianMelani DomisofaWindy Pizo LadufiYesiska YulitaSiska Alicia FarmaFadilaturahmah FadilaturahmahYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Anisa Syahrul Rahmi, Astrid Astrid, Febby Andesla Febrian, Melani Domisofa, Windy Pizo Ladufi, Yesiska Yulita, Siska Alicia Farma, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274265366410.24036/prosemnasbio/vol4/1070Identifikasi Tanaman Obat Spesies Endemik Yang Ada Di Hutan Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1086
<p>Keanekaragaman hayati yang sangat tinggi merupakan salah satu kelebihan dari negara Indonesia. Salah satu manfaat dari keanekaragaman tersebut adalah banyaknya flora yang digunakan sebagai tanaman obat, Penggunaan obat yang terbukti secara empiris atau turun temurun dengan bahan baku yang mudah didapat dari lingkungan sekitar mendorong banyaknya masyarakat masih memilih pengobatan tradisional dibandingan dengan pengobatan konvensional ada 2.850 spesies tanaman obat yang tumbuh di Indonesia, dengan lebih dari 22.000 ramuan obat tradisional yang telah teridentifikasi secara ilmiah). Penelitian tentang identifikasi tanaman obat di Kemampo, Kecamatan Banyuasin, Palembang bertujuan untuk mendokumentasikan dan memahami keberagaman serta khasiat tanaman obat lokal. Dengan meningkatnya minat pada pengobatan herbal, penting untuk menginventarisasi spesies yang ada dan potensi penggunaannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki berbagai spesies tanaman berkhasiat, seperti Mimusops elengi dan Nephelium lappaceum, yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Melalui metode deskriptif, penelitian ini akan memperkaya pengetahuan tentang tanaman obat dan mendukung konservasi keanekaragaman hayati di daerah tersebut.</p>Kharisma NurlailaRahma AnnisaLathy Okta Ramandha Muhammad NaupalFitri Fitri
Copyright (c) 2025 Kharisma Nurlaila, Rahma Annisa, Lathy Okta Ramandha, Muhammad Naupal, Fitri Fitri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421018104110.24036/prosemnasbio/vol4/1086Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan Di Daerah Inderapura, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1102
<p>Pengetahuan tradisional masyarakat tentang pemanfaatan tumbuhan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati dan mendukung kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode yang digunakan mencakup wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, termasuk tokoh adat, praktisi pengobatan tradisional, dan masyarakat setempat, serta observasi langsung untuk mengidentifikasi tumbuhan yang digunakan. Hasil penelitian mencatat lebih dari 15 jenis tumbuhan dengan berbagai fungsi, seperti obat tradisional, pangan, bahan bangunan, dan ritual adat. Beberapa tumbuhan yang paling sering digunakan antara lain sirih (Piper betle), Jarak (Jatropha Curcas L.), Sawit dan (Elaeis guineensis). Pengetahuan masyarakat lokal menunjukkan hubungan yang kuat antara tradisi budaya dan pemanfaatan tumbuhan, serta mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap lingkungan setempat. Studi ini menyoroti pentingnya pelestarian pengetahuan etnobotani di tengah ancaman hilangnya tradisi lokal akibat modernisasi.</p>Feby Djumaita SariAmaliani PutriFadzkia Oktariani PutriFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Feby Djumaita Sari, Amaliani Putri, Fadzkia Oktariani Putri, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274275175810.24036/prosemnasbio/vol4/1102Uji Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Tembesu (Fragrea fragrans Roxb.) Di KHDTK Kemampo Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1118
<p>Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) adalah tumbuhan berkayu yang termasuk dalam famili tumbuhan berbunga yang digunakan secara medis sejak lama. Daun tembesu merupakan tumbuhan tradisional yang banyak digunakan sebagai obat. Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa organik yang berasal dari sumber alami tumbuhan yang memiliki efek fisiologis pada makhluk hidup, biasanya bioaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada pada daun Tembesu (Fragrea fragrans Roxb.) di KHDTK Kemampo Banyuasin Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil uji senyawa metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak daun tembesu mengandung senyawa golongan alkaloid (ditandai adanya endapan coklat), tanin (terjadi perubahan warna menjadi hitam kehijaun), fenol (terjadi perubahan warna menjadi hitam pekat), dan flavonoid (terjadi perubahan warna menjadi hijau).</p>Bela SintiaHervira Sri AdeliaNovitasari RahmadhaniVira AzzahraBinar Azwar Anas Harfian
Copyright (c) 2025 Bela Sintia, Hervira Sri Adelia, Novitasari Rahmadhani, Vira Azzahra, Binar Azwar Anas Harfian
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421230123810.24036/prosemnasbio/vol4/1118Optimasi Primer BCRP Sampel Sel Kanker Payudara (T47D) Dengan Menggunakan Real Time PCR
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/996
<p>Primer BCRP (Breast Cancer Resistance Protein) adalah sepasang oligonukleotida pendek (untaian DNA atau RNA) yang dirancang secara spesifik untuk mengamplifikasi (menduplikasi) segmen DNA tertentu dari gen BCRP melalui proses yang disebut Polymerase Chain Reaction (PCR). Gen BCRP mengkodekan protein transpor membran yang berperan penting dalam resistensi berbagai jenis obat, termasuk obat kemoterapi, pada sel kanker. Metode yang digunakan yaitu: isolasi DNA, real time PCR, elektroforesis. Untuk mengetahui hasil optimasi primer BCRP pada sampel kanker payudara (T47D). Hasil penelitian ini menggunakan BLAST primer BCRP pada sekuens forward 5’AAAGGCA TAGATCCT AAAGA TTGTC3’ dan sekuens reverse 5’TCTTTC TCAGCTG TTTTCC GGA3’ produk Panjang 225 bp. Penyejajaran sekuens produk adalah Length 25, TM 57.61. Hasil dari gradient Real Time PCR BCRP dengan suhu annealing 51oc-60oc didapatkan suhu optimum yaitu 54,5oc. qPCR menyediakan data yang mudah diinterpretasikan dengan alur kerja standar, sementara ImageJ memerlukan analisis dan keahlian manual, sehingga lebih sulit untuk menginterpretasikan hasil secara akurat.</p>Septiasri AnggunYuni AhdaIra Wahyuni
Copyright (c) 2025 Septiasri Anggun, Yuni Ahda, Ira Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421810.24036/prosemnasbio/vol4/996Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan Etnobotani Sebagai Tumbuhan Obat di Nagari Buluh Kasok, Kabupaten Sijunjung
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1012
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi penggunaan tumbuhan obat secara etnobotani oleh masyarakat Nagari Buluh Kasok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap masyarakat setempat, termasuk tokoh adat, dukun, dan petani. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 24 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti demam, hipertensi, diare, dan batuk. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun, buah, akar, rimpang, batang, bunga, dan getah, dengan cara penggunaan tradisional berupa diminum, ditempelkan, atau dibasuhkan serta dengam cara pengolahan yang berbeda-beda yaitu dibakar, direbus, diparut atau diiris, ditumbuk, direndam, diseduh, diremas, dimasak, hingga penggunaan langsung. Pengetahuan masyarakat lokal tentang tumbuhan obat merupakan warisan budaya yang penting untuk dilestarikan. Studi ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati serta pengembangan pemanfaatan tumbuhan obat secara berkelanjutan.</p>Miftahul JannahPutri OktaviaRachel AlqaramahFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Miftahul Jannah, Putri Oktavia, Rachel Alqaramah, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274217818710.24036/prosemnasbio/vol4/1012Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Kab. Dharmasraya, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1028
<p>Inventarisasi tumbuhan menjadi langkah awal yang krusial dalam memahami kekayaan hayati suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi penggunaan tumbuhan oleh masyarakat Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dengan pendekatan etnobotani. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara terhadap masyarakat lokal untuk mendokumentasikan jenis tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, dan cara penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dharmasraya memiliki pengetahuan tradisional yang kaya tentang tumbuhan, yang dimanfaatkan untuk obat obatan, pangan, bahan bangunan, upacara adat, pewarna alami, dan insektisida. Sebagai contoh, jambu biji (Psidium guajava) digunakan sebagai obat diare, sementara buah simawung (Pangium edule) dimanfaatkan sebagai pengawet makanan tradisional. Pengetahuan tradisional ini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan kehidupan masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.</p>Elvira HayuNur HapniDella Trya MonicaFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Della Trya Monica, Elvira Hayu, Nur Hapni, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274227228510.24036/prosemnasbio/vol4/1028KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA PERSAWAHAN KECAMATAN PLAJU ILIR, KOTA PALEMBANG, SUMATERA SELATAN
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1045
<p>Kawasan sawah di Kecamatan Plaju Ilir, Kota Palembang, menjadi habitat yang penting bagi gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data lengkap mengenai distribusi, kelimpahan, dan keanekaragaman spesies gastropoda, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik purposive sampling. Kondisi fisik perairan diukur menggunakan parameter salinitas, pH air, dan kedalaman air. Spesimen yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan morfologi dan dihitung indeks keanekaragaman jenis gastropoda menggunakan persamaan Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Pomacea canaliculata memiliki indeks kelimpahan sebesar 0,70, sedangkan R. rubiginosa memiliki kelimpahan 0,30. Nilai indeks keanekaragaman gastropoda di sawah Kecamatan Plaju Ilir tergolong rendah (H′ = 0,61) yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti penyemprotan pestisida mengurangi keragaman spesies. Selain itu, nilai pH 5,2 yang tergolong asam menghambat adaptasi gastropoda terhadap lingkungan.</p>Dinda RehaPutri FebrianiSonia SoniaIrham Falahudin
Copyright (c) 2025 Dinda Reha, Putri Febriani, Sonia Sonia, Irham Falahudin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274249951110.24036/prosemnasbio/vol4/1045Pengaruh PPM Dan PH Pada Pertumbuhan Daun Mint (Mentha pipperita L.) Dalam Sistem Hidroponik
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1061
<p>Daun peppermint (Mentha piperita L.) merupakan tanaman yang masuk dalam kategori tanaman obat mempunyai aroma wangi dan cita rasa dingin menyegarkan. Daun ini merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri makanan, minuman dan sediaan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nutrisi (ppm) dan tingkat keasaman larutan (pH) terhadap pertumbuhan daun mint (Mentha spicata) dalam sistem hidroponik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan sistem hidroponik vertikal. Parameter yang diamati yaitu ppm, jumlah daun, dan pH. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ppm 1600 dan pH 6,0 yang menunjukkan hasil pertumbuhan optimal, yang mana ditandai dengan peningkatan jumlah daun yang signifikan. Penelitian ini memberikan cara pengaturan nutrisi dan pH optimal untuk sistem hidroponik daun mint guna mendukung produksi tanaman yang lebih efisien</p>Shintia HendrianyAdinda Rizky MaulinaRira HumulusnaResti Fevria
Copyright (c) 2025 Shintia Hendriany, Adinda Rizky Maulina, Rira Humulusna, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274258559010.24036/prosemnasbio/vol4/1061Budidaya Alpukat (Persea americana Mill) dengan Menggunakan Teknik Grafting di Balai Pembibitan dan Agrowisata (BPA) Dinas Pertanian Kota Padang
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1077
<p>Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan buah yang terkenal dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di berbagai belahan dunia. Perbanyakan alpukat secara vegetatif, terutama melalui teknik grafting (penyambungan), telah menjadi cara yang ampuh untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi. Teknik grafting memungkinkan untuk memadukan sifat-sifat unggul dari berbagai varietas yang berbeda, sehingga menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit, tumbuh lebih cepat, dan menghasilkan buah berkualitas lebih baik. Selain itu, cara ini juga mempercepat waktu berbuah. Oleh karena itu, teknik grafting kini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga turut meningkatkan minat untuk membudidayakan alpukat. Penelitian ini dilakukan di Balai Pembibitan dan Agrowisata Dinas Pertanian Kota Padang. Dalam penelitian ini menggunakan dua varietas alpukat, yaitu varietas cempedak dan pesako sebagai batang bawah dan entres (batang atas) dengan varietas yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan parameter pengamatan yaitu tingkat keberhasilan, tinggi rata-rata dan jumlah daun rata-rata yang diukur pada minggu ke-3 dan ke-8 setelah penyambungan. Dari hasil didapatkan bahwa adanya perbedaan menunjukkan bahwa varietas yang berbeda, serta faktor tertentu seperti kondisi batang atas dan bawah yang akan digunakan untuk penyambungan, teknik penyambungan serta alat dan bahan yang digunakan dapat mempengaruhi keberhasilan dari penyambungan alpukat.</p>Fidia Aura Khairani Linda Advinda Lukman Lukman
Copyright (c) 2025 Fidia Aura Khairani, Linda Advinda, Lukman Lukman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274293494010.24036/prosemnasbio/vol4/1077Identifikasi Keanekaragaman Jenis Pohon Peneduh di Universitas Riau
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1093
<p>Pohon peneduh merupakan pohon yang sengaja ditanam yang bertujuan untuk memberi naungan dari paparan sinar matahari, angin dan perlindungan dari hal lainnya. Secara morfologi pohon peneduh ditanam harus memenuhi kesesuaian fungsinya seperti memiliki tajuk yang lebar, daun tidak mudah rontok, memiliki akar dan batang yang kokoh, fast growing, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan tahan terhadap hama penyakit. Berdasarkan landskap Universitas Riau dibagi menjadi dua ruang yakni ruang perkantoran dan ruang terbuka hijau (RTH). Ruang perkantoran berupa gedung Rektorat, gedung utama dan 10 gedung fakultas, sedangkan ruang terbuka hijau terdiri dari Arboretum, Taman Edu Park, Kebun Buah, areal parkir dan lain sebagainya. Ruang terbuka hijau banyak ditanami dengan berbagai jenis pohon, yang diantaranya ditanam di tepi-tepi jalan kampus, areal parkir, lapangan olahraga dan gedung gedung perkuliahan yang bertujuan untuk memberikan nilai ekstetika dengan nuansa hijau sekaligus memberikan fungsi lindung. Saat ini jenis pohon yang ditanam di Universitas Riau sangat beragam dan banyak jumlahnya, serta belum pernah diidentifikasi untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenisnya, khususnya pohon-pohon peneduh yang sering dijumpai. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksplorasi botani atau merisalah pohon-pohon peneduh yang dijumpai di berbagai lokasi di Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 jenis pohon peneduh yang berhasil diidentifikasi di berbagai lokasi di Universitas Riau. Jenis pohon peneduh yang paling mendominasi adalah Mahoni (Swetenia mahagoni), Angsana (Pterocarpus indicus), Saga (Adenanthera pavonina), Tanjung (Mimusops elengi), Pulai (Alstonia scholaris), Ketapang (Terminalia catappa), Matoa (Pometia pinnata) dan Manggis (Garcinia mangostana). </p>Ika LestariDefri YozaEvi Sribudiani Muhammad MardhiansyahPebriandi Pebriandi
Copyright (c) 2025 Ika Lestari, Defri Yoza, Evi Sribudiani, Muhammad Mardhiansyah, Pebriandi Pebriandi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421094111010.24036/prosemnasbio/vol4/1093Peran Ekologis Ekosistem dan Tantangan Konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1109
<p>Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), spesies mamalia besar yang endemik di Pulau Sumatera, berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem Biodiversitas sebagai penyebar biji, modifikator lanskap, dan indikator kesehatan lingkungan. Namun, populasinya terancam oleh perburuan liar, deforestasi, dan konflik manusia akibat alih fungsi habitat. Penelitian ini dilakukan di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis ancaman dan upaya konservasi gajah Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat di SM Padang Sugihan mendukung kebutuhan ekologis gajah, meskipun terdapat tantangan seperti kebakaran hutan dan kerusakan lahan rawa. Pusat Konservasi Gajah (PKG) Padang Sugihan memainkan peran signifikan dalam rehabilitasi gajah, pelatihan, serta edukasi masyarakat. Upaya konservasi gajah dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan, integrasi materi lingkungan dalam kurikulum sekolah, serta pengelolaan habitat yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam melindungi gajah Sumatera dan ekosistemnya untuk mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati di masa mendatang.</p>Anisa HasanahSiti Elisya BalkiaDefina Hotmanauli SinagaSonia Wiji FebriantiElizah ElizahKharisma NurlailaR.A Hoetary Tirta Amallia
Copyright (c) 2025 Anisa Hasanah, Siti Elisya Balkia, Defina Hotmanauli Sinaga, Sonia Wiji Febrianti, Elizah Elizah, Kharisma Nurlaila, R.A Hoetary Tirta Amallia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421144115010.24036/prosemnasbio/vol4/1109Analisis Penyebab Penyakit Tanaman Jambu Air (Syzygium Aqueum) Di Kawasan Hutan Kemampo KHDTK Banyuasin
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1003
<p>Jambu air (Syzygium aqueum) merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Mrytaceae dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan tujuan untuk mengidentifikasi penyakit yang menyerang tanaman jambu air di kawasan hutan kemampo KHDTK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui observasi morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman jambu air, terdapat beberapa masalah morfologi, antara lain infeksi jamur Hypoderma ayresii pada batang, pertumbuhan tanaman epifit yang merambat di batang, bercak hitam pada daun yang disebabkan oleh embun jelaga, kerusakan daun oleh kutu putih (Mealybugs) dan ulat pagoda (Pagodiella hekmeyeri), bercak hitam pada daun oleh kutu perisai, serta bintik-bintik hitam pada buah yang disebabkan oleh semut hitam (Dolichoderus thoracicus smith).</p>Putri QomariyyahAndi SaputraDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Putri Qomariyyah, Andi Saputra, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27429711010.24036/prosemnasbio/vol4/1003Artikel Review: Kajian Pola Perilaku Reproduksi Kucing Jantan dan Betina
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1019
<p>Perilaku reproduksi pada kucing (Felis catus) memiliki karakteristik unik yang penting untuk dipahami, baik<br>dari segi fisiologis maupun perilaku. Perilaku reproduksi pada kucing jantan dan betina sangat berbeda dan<br>menarik untuk diamati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka<br>(literature study), yang bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis informasi dari<br>berbagai literatur yang relevan mengenai pola perilaku reproduksi kucing jantan dan betina. Kajian pustaka<br>dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: pemilihan sumber literatur, proses pencarian literatur,<br>pemilihan literatur, analisis literatur, sintesis dan penyajian hasil. Adapun hasil penelitian didapatkan bahwa<br>perilaku khas yang diamati meliputi tanda-tanda birahi, seperti menggeliat, mengeong dengan nada tertentu,<br>dan perubahan postur tubuh. Proses kawin ditandai dengan suara bising yang dihasilkan akibat adanya duri<br>pada penis kucing jantan, yang merangsang ovulasi pada betina. Selama kehamilan, kucing betina<br>menunjukkan perubahan perilaku signifikan, termasuk penurunan aktivitas fisik, peningkatan kebutuhan<br>istirahat, dan pencarian tempat sepi untuk melahirkan. Pasca melahirkan, kucing betina memperlihatkan<br>perilaku etepimeletik, seperti menyusui dan menjaga anak-anaknya dengan intens. Kesimpulan yang<br>didapatkan yaitu pola perilaku reproduksi kucing jantan dan betina secara umum tanda birahi, proses kawin,<br>kehamilan dan pasca melahirkan.</p>Mita ArianiRani MaulizaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Ariani Mita, Mauliza Rani, Atifah Yusni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274243844810.24036/prosemnasbio/vol4/1019Pengendalian Hama Penyakit Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L. )Di Kawasan Nagari Sitalang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1036
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sebagai Wilayah Pertanian Di kenagarian Sitalang Tanaman Padi Sawan Sebagai Tanaman Hortikultural. Satah satu aspek penting dalam menilai pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Ampek Nagari selain beberapa hal yang telah diuraikan di atas diantaranya adalah aspek perkembangan harga. Luas Tanaman,Panen,Rata-rata Produksi Dalam Jumlah Produksi Padi Sawah Di Kecamatan Ampek Nagari Pertahun.Metode penelitian yang dilakukan Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskritif kuantitatif untuk memberikan informasi dalam mengetahui inventarisasi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Kawasan Beberapa Nagari di Kecamatan Ampek Nagari Kab.Agam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis Komoditi pangan dan hortikular yang diusahakan sebagian besar Masyarakat di wilayah Ampek nagari pada tanaman padi sawah Merupakan Komoditi yang dominan diusahakan oleh masyarakat di kecamatan Ampek Nagari. Hasil panen penanaman tanaman padi sawah seluas 4.981 ha. Dari luas areal penanaman padi tersebut luas panen yang dicapai yaitu sebanyak 4.818 ha dari sasaran luas tanam, Produksi rata-rata per hektar tanaman padi sawahuntuk tahunan untuk witayah Kecamatan Ampek Nagari mencapai 5,25 ton per hektar. Untuk masa tanam Pertahun dari 4.818 ha luas panen yang dicapai maka diperoteh tingkat produksi padi sebanyak 26.09 ton dari sasaran tuas tanam, sisanya mengalami puso akibat serangan hama wereng dan hama tikus.</p>Nandia HerinaResti FevriaIra Yuniarvira
Copyright (c) 2025 Nandia Herina, Resti Fevria, Ira Yuniarvira
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274231632310.24036/prosemnasbio/vol4/1036Literature Review: Pengaruh Usia Terhadap Tingkah Laku Kambing Betina di Fase Birahi (Estrus)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1052
<p>Fase estrus merupakan salah satu tahap dalam siklus reproduksi mamalia betina di mana hewan tersebut menjadi subur dan siap untuk kawin. Fase ini disebut juga dengan birahi yang biasa terjadi pada hewan yang mengalami siklus reproduksi polestrus seperti pada mamalia kambing khusunya betina. Estrus pada kambing betina merupakan fase penting dalam siklus reproduksi yang menandakan kesiapan kambing betina untuk kawin. Proses ini ditandai dengan perubahan perilaku dan fisiologis yang spesifik, termasuk peningkatan aktivitas, vokalisasi, serta perubahan pada alat kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia terhadap tingkah laku kambing betina di fase estrus atau birahi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara literatur review atau menganalisis dari beberapa artikel maupun jurnal ilmiah terbitan 2009 dan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia yang memadai untuk kambing siap kawin ialah 1-2 tahun dimana merupakan usia yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua untuk melakukan perkawinan. Hal ini mengindikasikan bahwa usia memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkah laku kambing pada fase estrus, yang dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan manajemen reproduksi kambing secara efektif. </p>Rahmadana RahmadanaDelon Agmelindo Rahaditha Dwi HisanaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Rahmadana Rahmadana, Delon Agmelindo, Rahaditha Dwi Hisana, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274242042710.24036/prosemnasbio/vol4/1052Studi Indentifikasi Kualitas Benih padi (Oryza sativa) Varietas Ciherang Menggunakan Uji Cepat Tetrazolium (TZ)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1068
<p>Uji Tetrazolium merupakan uji viabilitas benih secara cepat yang didasarkan atas proses dehidrogenase yang mengkatalis respirasi mitokondria (Aprilidia et al., 2022). Dimana Uji tetrazolium menggunakan larutan 2,3,5 triphenyl tetrazolium chloride yang diimbibisikan pada benih kemudian bereaksi dengan enzim dehydrogenase dalam jaringan benih sehingga terbentuk endapan formazan berwarna merah sebagai indikator bahwa jaringan tersebut masih hidup (Afifah et al., 2020). Pengujian viabilitas benih dengan menggunakan metode pengecatan tetrazolium ini dapat juga disebut dengan Quick test. Prinsip kerja uji ini adalah membedakan antara benih yang hidup dari yang telah mati didasarkan atas kecepatan relatif respirasinya dalam keadaan basah (Subantoro & Rossi, 2013). Pengujian benih padi (Oryza sativa) varietas ciherang dengan menggunakan metode tetrazolium sebagai uji viabilitas memiliki dua kriteria pola pewarnaan yaitu <br>viabel dan non-viabel. Uji tetrazolium (TZ) dilakukan dilaboratorium UPTD Balai Pengawasan Sertifikasi Benih tanaman pangan dan hortikultura menggunakan benih padi (Oryza sativa) varietas ciherang. Pada penelitian yang dilakukan dimana dalam proses perkecambahan menunjukan hasil Benih Segar Tidak Tumbuh (BSTT) lebih dari 5% sehingga perlu dilakukan uji tetrazolium, dalam uji tetrazolium didapat benih viabel dengan jumlah rata-rata 82,25dan benih non-viabel dengan rata- rata 17,75.</p>Fitri FitriBinar Azwar Anas Harfian
Copyright (c) 2025 Fitri Fitri, Binar Azwar Anas Harfian
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274263564210.24036/prosemnasbio/vol4/1068Tanaman yang Dijadikan Obat Di Kota Solok dan Kabupaten Solok
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1084
<p>Indonesia memiliki berbagai macam keanekaragaman hayati, dengan begitu, keanekaragaman hayati tersebut dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mencatat dan memahami pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat di Kota Solok dan Kabupaten Solok dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan tanaman obat masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat karena lebih mudah didapatkan dan harganya terjangkau dibandingkan obat modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan masyarakat, dan melalui kajian literatur. Beberapa tanaman yang menjadi fokus penelitian adalah jahe (Zingiber officinale), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), daun sungkai (Peronema canescens Jack), sirsak (Annona muricata L.), sambiloto (Andrographis paniculata), dan kejibeling (Strobilanthes crispa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tanaman memiliki manfaat spesifik. Jahe digunakan sebagai pereda mual, penghangat tubuh, dan pencegah masuk angin. Kumis kucing dimanfaatkan untuk melancarkan buang air kecil dan mengatasi gangguan saluran kemih. Daun sungkai banyak digunakan sebagai penurun demam, terutama untuk anak anak. Sirsak memiliki khasiat sebagai antihipertensi, antikanker, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sambiloto dikenal sebagai antiradang, penurun gula darah, dan penguat imunitas. Kejibeling digunakan sebagai obat tradisional untuk batu ginjal dan memperbaiki fungsi saluran kemih. Pemanfaatan tanaman ini umumnya dilakukan secara sederhana, seperti direbus, dijadikan teh herbal, atau diolah menjadi ramuan tradisional lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tanaman obat memiliki peran penting dalam sistem kesehatan tradisional masyarakat Solok, baik sebagai pengobatan maupun pencegahan penyakit. Pengetahuan lokal yang kaya ini perlu dilestarikan dan didukung oleh penelitian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk dalam sistem kesehatan modern. </p>Tri Rahma AizanivaMeliana Fitri YeniFilza Yulina AdeFadilaturahmah Fadilaturahmah
Copyright (c) 2025 Tri Rahma Aizaniva, Meliana Fitri Yeni, filza Yulina Ade, Fadilaturahmah Fadilaturahmah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742992100010.24036/prosemnasbio/vol4/1084Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) Di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1100
<p>Etnobotani merupakan bidang ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan tumbuhan secara langsung dalam hal pemanfaatan dan pengelolaannya, terutama pada masyarakat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan berbagai macam tumbuhan yang ada di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada bulan November 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Metode penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini adalah tumbuhan dibagi menjadi 7 bagian berdasarkan pemanfaatannya, antara lain sebagai obat, makanan, bahan bangunan, upacara adat, perkakas, bahan pewarna, dan insektisida. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah buahnya</p>Della Trya MonicaElvira HayuNur HapniFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Della Trya Monica, Elvira Hayu, Nur Hapni, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274273274110.24036/prosemnasbio/vol4/1100Aplikasi Sistem Hidroponik Sistem Sumbu pada Budidaya Tanaman Bayam merah (Amaranthus tricolor L.)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1116
<p>Bayam merah adalah jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, dalam budidaya bayam merah, sebagian besar para petani masih menggunakan lahan tanah untuk membudidayakannya. Hidroponik adalah teknik pertanian yang menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah. Sebagai gantinya, tanaman mendapatkan nutrisi dari larutan mineral yang kaya akan unsur hara dengan beberapa sistem seperti sistem sumbu (wick). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil budidaya bayam merah secara metode hidroponik dengan aplikasi sistem sumbu wick. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2024 di Rumah Kawat Hidroponik Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Negeri Padang. Nutrisi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AB mix. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun mengalami peningkatan setiap minggunya. Peningkatan pertumbuhan bayam merah ini disebabkan dengan adanya nutrisi AB mix mengandung unsur hara esensial yang dibutuhkan oleh tanaman.</p>Mufidah Insani Tazri Annisa SyaifullahTesya WulandariResti Fevria
Copyright (c) 2025 Mufidah Insani Tazri, Annisa Syaifullah, Tesya Wulandari, Resti Fevria
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421210121910.24036/prosemnasbio/vol4/1116Pemanfaatan Tumbuhan Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) Di Desa Sidomulyo Jalur 20 Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1010
<p>Penelitian ini mengkaji pemanfaatan tanaman Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Etnobotani tanaman ini mencerminkan hubungan erat antara budaya dan tradisi masyarakat setempat. Seluruh bagian tanaman pisang, daun digunakan sebagai bahan pembungkus, batang semu dimanfaatkan sebagai tempat gelas, , buah pisang diolah menjadi berbagai kue tradisional serta obat untuk ambeien, Jantung pisang digunakan sebagai sayuran dan kulit pisang sebagai pakan ternak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, baik sebagai bahan pangan maupun dalam ritual adat. Pisang raja dikenal memiliki rasa manis dan nilai gizi tinggi, menjadikannya komoditas unggulan dengan potensi ekonomi yang signifikan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pisang raja tidak hanya mendukung kearifan lokal, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. </p>Sonia Wiji FebriantiDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Sonia Wiji Febrianti, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274216817710.24036/prosemnasbio/vol4/1010IDENTIFIKASI HAMA BERUPA SERANGGA SERTA PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DI PERKEBUNAN DAERAH KORONG PANGGIA PANGGIA, NAGARI LIMPATO KECAMATAN VII KOTO SUNGAI SARIAK SUMATERA BARAT
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1026
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama yang menyerang tanaman jambu biji dan juga bagaimana cara pengendaliannya di perkebunan daerah Korong Panggia-Panggia Nagari Limpato, kecematan VII Koto Sungai Sariak, Sumatera Barat. Jambu biji merupakan salah satu komoditas holtikultura yang banyak diminati oleh masyarakan Indonesia, karena rasa, aroma, serta berbagai manfaatnya bagi kesehatan salah satu spesies hama utama yang banyak menyerang buah dan sayuran di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah Bactrocera dorsalis merupakan hama utama yang ditemukan. Serangan lalat buah dan hama lainnya menyebab kan kerusakan pada daun dan buah, meski tingkat kerusakan masih tergolong rendah. Meskipun demikian, penting untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap popolusi lalat buah, penerapan pengendalian hama terpadu, seperti penggunaan perangkap feromon dan sanitis kebun, sangat dianjur kan sebagai upaya preventif unyuk mencegah peningkatan populasi lalat buah dan meminimalkan kerugian ekonomi bagi petani.</p>Nelva FauziyahErnie NovriyantiRiska AuliaSyifa Nabilah AsiyahZania Dwi PutriZelin Dere Astia
Copyright (c) 2025 Nelva Fauziyah, Ernie Novriyanti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274285386710.24036/prosemnasbio/vol4/1026Artikel review - Analisis Faktor-Faktor Penyebab Hiperpigmentasi Pada Masa Kehamilan
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1043
<p>Banyak sistem tubuh berubah selama kehamilan karena perubahan hormonal, vaskular, imunologis, dan metabolik. Kondisi ini berdampak pada perubahan kulit yang terkait dengan kehamilan, yang dikenal sebagaidermatosis kehamilan. Perubahan ini dapat berasal dari alasan fisiologis atau patologis. Namun, kualitas hidup ibu hamil dapat terpengaruh karena kondisi ini dianggap biasa dan diabaikan oleh tenaga kesehatan. Hiperpigmentasi merupakan manifestasi kehamilan yang paling umum terjadi akibat peningkatan kadar sebum MSH, estrogen, atau progesteron. Estrogen meningkatkan produksi melanin oleh melanosit dan efek estrogen diperkuat oleh progesteron, yang mengakibatkan pengendapan melanin ke dalam sel epidermis dan makrofag dermal. Adapun tujuan dari review ini yaitu untuk membahas mengenai faktor penyebab terjadinya Hiperpigmentasi pada saat kehamilan. Metode yang digunakan yaitu dengan menganalisis beberapa artikel ilmiah yang membahas mengenai Hiperpigmentasi. Adapun hasil yang didapatkan mengenai faktor penyebab Hiperpigmentasi yaitu hormon estrogen, jenis kelamin bayi,warna kulit, topografi wilayah, genetik, nutrisi dan waktu kehamilan.</p>Hoki Masriono ManikAhmad HambaliTira Sovia Ningsih
Copyright (c) 2025 Hoki Masriono Manik, Ahmad Hambali, Tira Sovia Ningsih
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274247348610.24036/prosemnasbio/vol4/1043Analisis penyakit karat daun pada tanaman pulai (Alstonia scholaris ) Di KHDTK Kemampo Banyuasin
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1059
<p>Pulai (Alstonia scholaris) adalah jenis tanaman kehutanan yang cepat tumbuh dan tahan terhadap berbagai jenis tanah dan habitat. Fitopatologi dikenal sebagai ilmu penyakit tanaman yang merupakan suatu bidang studi yang mempelajari semua penyebab penyakit, gejala, daur penyakit, dan strategi untuk mengendalikan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis penyakit karat daun pada tanaman pulai (Alstonia scholaris). Metode yang digunakan Deskriftif Kualitatif dengan metode observasi di lapangan, dan selanjutnya pengamatan dilaksanakan di Laboratorium. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa adanya serangan patogen penyebab penyakit karat daun pada tanaman pulai (Alstonia scholaris), yang disebkan oleh jamur Puccinia Polysora yang terlihat pada pengamatan di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x yang menunjukkan urediospora dari jamur P. polysora yang berbentuk agak bulat dan oval serta berwarna kuning kecoklatan. </p>Hervira Sri AdeliaDelia Yusfarani
Copyright (c) 2025 Hervira Sri Adelia, Delia Yusfarani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274245145910.24036/prosemnasbio/vol4/1059Inventarisasi Pemanfaatan Tanaman di Daerah Lubuk Aur, Kanagarian Anduriang Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1075
<p>Etnobotani dikenal sebagai suatu kajian yang mempelajari hubungan antar manusia dan pemanfaatan tumbuhan dalam lingkungan tempat tinggal manusia. Pentingnya melakukan kajian etnobotani untuk mengungkap pengetahuan masyarakat sekitar Lubuk Aur, Kanagariaan Anduriang dalam memanfaatkan tumbuhan dan untuk memperluas upaya dalam melindungi jenis tanaman yang dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan cara pemanfaatan tanaman oleh masyarakat sekitar Lubuk Aur. Pengumpulan informasi dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, wawancara dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar yang mempunyai pengetahuan lebih banyak tentang pemanfaatan tanaman, seperti tetua masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat yang memanfaatkan tanaman tersebut. Informasi yang diperoleh dianalisis secara jelas dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari penelitian diketahui terdapat 30 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan masakan, obat tradisional, bahan bangunan dan upacara adat.</p>Fidia Aura KhairaniSevira Della NuariLora Afrilisia Filza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Fidia Aura Khairani, Sevira Della Nuari, Lora Afrilisia, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274291092010.24036/prosemnasbio/vol4/1075Identifikasi Keanekaragaman Lichen di Hutan Evergreen Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1091
<p>Taman Nasional Baluran (TNB) merupakan salah satu kawasan konservasi di Jawa Timur yang memiliki keragaman spesies flora dan fauna. Namun, informasi mengenai beberapa keragaman belum sepenuhnya lengkap, termasuk penelitian mengenai lichen yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman spesies lichen di hutan evergreen Taman Nasional Baluran. Pengumpulan data dilakukan melalui kolaborasi deskriptif eksploratif dan plotting, dengan menggunakan teknik jelajah secara langsung (Cruise Method), lalu metode sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan plot. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 10 spesies lichen yang termasuk ke dalam 10 famili berbeda di dalam wilayah evergreen Taman Nasional Baluran. Total individu yang tercatat yaitu ada 680 spesies dengan jumlah individu tertinggi adalah Pyrenula nitida dengan 203 individu (29.9% dari total populasi), lalu diikuti oleh Anisomeridium polypori dengan 197 individu (29.0% dari total populasi). Spesies dengan jumlah individu terendah adalah Cryptothecia striata dengan 7 individu (1.0% dari total populasi). Nilai keanekaragaman yang tinggi, kestabilan komunitas, kemerataan populasi yang tinggi, serta dominansi rendah adalah ciri-ciri yang menjadikan lichen sebagai bioindikator yang baik bagi lingkungan. Perubahan dalam populasi atau distribusi lichen dapat memberikan petunjuk awal tentang perubahan ekologis dalam ekosistem, seperti polusi udara, kualitas udara, kesehatan vegetasi, dan faktor-faktor lingkungan lainnya.</p>Rahmayani AnwarAlivia RahmanindaDiski WelaniMarseilla Ananda PargitaKanisya Lativa Azzahra
Copyright (c) 2025 Rahmayani Anwar, Alivia Rahmaninda, Diski Welani, Marseilla Ananda Pargita, Kanisya Lativa Azzahra
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421073108610.24036/prosemnasbio/vol4/1091Analisis Pertumbuhan dan Biomassa Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Menggunakan Teknik Hidroponik Sistem Wick
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1107
<p>Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan slah satu jenis sayuran yang diminati dan terus mengalami peningkatan konsumsi di Indonesia. Namun, produktivitasnya masih terbatas akibat penggunaan lahan konvensional yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan biomassa pakcoy menggunakan teknik hidroponik sistem wick, metode budidaya sederhana yang memanfaatkan sumbu kain flannel untuk menyalurkan nutrisi. Penelitian dilakukan di Rumah Kawat, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang pada bulan November-Desember 2024. Hasil penelitian menujukkan rata rata tinggi tanaman sebesar 18,8 cm, jumlah daun 9 helai dan lebar daun 4,86 cm, dengan pertumbuhan <br>terbaik pada sampel P7. Biomassa tertinggi tercatat sebesar 9,51 gr pada sampel P3. Faktor lingkungan, nutrisi larutan AB Mix, serta media tanam berperan penting dalam mendukung fotosintesis dan metabolisme tanaman, sehingga meningkatkan kualitas pertumbuhan vegetatif dan hasil biomassa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik hidroponik sistem wick efektif dan ekonomis dalam membudidayakan tanaman pakcoy khususnya pada lahan sempit.</p>Shalsa Billa Firdaus TanjungSri WidyaningsihHafsya Yelmi Adisti
Copyright (c) 2025 Shalsa Billa Firdaus Tanjung, Sri Widyaningsih, Hafsya Yelmi Adisti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274280180910.24036/prosemnasbio/vol4/1107Literature Review: Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Insidensi Kelainan Bibir Sumbing (Cleft Palate)
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1001
<p>Cleft Palate atau yang lebih dikenal dengan bibir sumbing merupakan suatu kelainan kongenital yang dimana sang bayi terdapat celah pada bibir, gusi, ataupun langit langit mulut akibat gagalnya penyatuan prosesus nasalis dan maksilaris pada wajah. Kondisi ini memengaruhi struktur wajah, terutama bibir dan langit-langit mulut, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi, seperti kesulitan makan, berbicara, dan masalah estetik. Faktor penyebab bibir sumbing bersifat multifaktorial, melibatkan kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan nutrisi ibu selama kehamilan yang mengakibatkan morfogen pembentuk struktur wajah bayi gagal sebagian. Diagnosis biasanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai faktor internal dan eksternal terhadap insiden cacat lahir bibir sumbing (Cleft palate). Metode penelitian dilakukan dengan cara literatur review atau menganalisis dari beberapa artikel maupun jurnal ilmiah dari terbitan tahun 2019 sampai 2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya bibir sumbing pada bayi baik itu faktor internal seperti genetik, kondisi fisik ibu ketika hamil, kekurangan asam folat dan faktor eksternal seperti pengaruh teratogen, pengkonsumsian obat obatan, alkohol, paparan asap rokok dll.</p>Rahmadana RahmadanaAnisah AulinaHana Salamah ZalfaYusni Atifah
Copyright (c) 2025 Rahmadana Rahmadana, Anisah Aulina, Hana Salamah Zalfa, Yusni Atifah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-2742728310.24036/prosemnasbio/vol4/1001Jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Hasil Intersepsi Tahun 2021-2023 yang ditemukan pada Komoditi Ekspor di Laboratorium Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1017
<p>Organisme penganggu tanaman (OPT) banyak menyerang berbagai tanaman hasil pertanian lokal Indonesia<br>yang akan di ekspor ke luar negeri. Jenis organisme penganggu tanaman yang ditemukan pada komoditi<br>ekspor adalah hama serangga gudang yang dapat merusak komoditi ekspor selama penyimpanan di gudang.<br>Penelitian dilakukan untuk melihat jenis OPT hama gudang yang ditemukan pada Laboratorium Karantina<br>Tumbuhan, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Barat sebagai bentuk pencegahan agar<br>hasil pertanian yang akan di ekspor bebas dari OPT. Untuk melihat jenis OPT dilakukan metode identifikasi<br>secara makroskopis dan mikroskopis dengan menggunakan mikroskop dan mengacu pada literatur Rees dan<br>Gorham. Hasil penelitian menunjukkan jenis OPT yang ditemukan sebanyak 14 spesies dengan spesies<br>dominan yang ditemukan berdasarkan hasil intersepsi di laboratorium hewan, ikan dan tumbuhan Sumatera<br>Barat adalah Liposcellis bastrychophilus sebanyak 104 pengiriman pada tahun 2021</p>Hafsya Yelmi AdistiAbdul Razak
Copyright (c) 2025 disti Hafsya Yelmi, Razak Abdul
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274242643710.24036/prosemnasbio/vol4/1017Identifikasi Jenis Hama Serangga Pada Terong (Solanum melongen L ) di Kanagarian Bukit Tinggi , Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1034
<p>Terong (Solanum melongena) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tanaman ini kaya akan nutrisi, seperti serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti antosianin, yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk sifat antioksidan dan antiinflamasi. Tanaman terong (Solanum melongena) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitasnya sering terancam oleh serangan hama yang dapat menurunkan kualitas dan hasil panen secara signifikan. Penelitian dilaksanakan di daerah kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi lapangan, pengambilan hama dengan menggunakan tangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hama yang ada pada tanaman terong. hasil penelitian ditemukan hama yaitu Ulat grayak (Spodoptera litura), Kepik (Epilachna sp), Wereng daun (Empoasca sp),Kutu daun (Aphidoidea), Kutu Kebul (Bemisia tabaci ). Kerusakan yang disebabkan oleh hama tersebut mencakup Lubang pada daun, lubang pada buah, dan penurunan kualitas visual serta gizi.</p>Aulia Putri ElsaRahmi KurniatiKhalila Rilyanti Putri Vannyza Rahmadhani Putri
Copyright (c) 2025 Aulia Putri Elsa, Rahmi Kurniati, Khalila Rilyanti Putri, Vannyza Rahmadhani Putri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274289090010.24036/prosemnasbio/vol4/1034Inventarisasi Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Eksplorasi Etnobotani di Daerah Kota Padang, Sumatera Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1050
<p>Indonesia merupakan negara yang dikenal memiliki tingkat biodiversity yang tinggi dengan potensi kekayaan alam yang melimpah, khususnya Kota Padang, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi dalam pemanfaatan tumbuhan etnobotani. Masyarakat lokal memiliki pengetahuan etnobotani yang turun-temurun mengenai pemanfaatan tumbuhan, namun seiring berjalannya waktu, pengetahuan ini semakin terlupakan atau terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi pemanfaatan tumbuhan sebagai eksplorasi etnobotani di Kota Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif meliputi wawancara dengan masyarakat lokal, observasi lapangan, dokumentasi dan studi literatur terkait tumbuhan etnobotani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang ditemukan dan digunakan oleh masyarakat Kota Padang terdiri dari berbagai jenis, mulai dari tumbuhan obat dan juga bahan pangan. Beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan di antaranya adalah Daun Jarak (Ricinus communis), Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus), Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), Pisang (Musa sp.), Kunyit (Curcuma longa). Pemanfaatan tumbuhan etnobotani di Kota Padang masih berlangsung, namun membutuhkan upaya untuk pelestarian pengetahuan lokal dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan dan mendokumentasikan pengetahuan etnobotani agar dapat diteruskan ke generasi berikutnya.</p>Fazdkia Oktriani PutriAmaliani PutriFeby Djumaita SariFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Fazdkia Oktriani Putri, Amaliani Putri, Feby Djumaita Sari, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274241141910.24036/prosemnasbio/vol4/1050Inventarisasi Penggunaan Tumbuhan (Etnobotani) di Daerah Kabupaten Agam, Sumatra Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1066
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional dan pelengkap budaya di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan fokus pada Nagari Tiku Selatan. Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan pendekatan kualitatif berbasis etnografi. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa jenis tumbuhan seperti daun jarak pagar (Jatropha curcas L.), daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), kunyit (Curcuma longa), sirih (Piper betle), dan daun betadine (Jatropha multifida L.) yang memiliki manfaat kesehatan tradisional dan peran dalam upacara adat. Proses pengolahan sederhana seperti perebusan dan perendaman menjadi metode utama masyarakat setempat. Studi ini menunjukkan pentingnya melestarikan pengetahuan tradisional sebagai warisan budaya dan dasar inovasi dalam bidang kesehatan serta keberlanjutan budaya lokal.</p>Chetiarahmi ChetiarahmiHani SaniaNagra Aulia ValopiFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Chetiarahmi Chetiarahmi, Hani Sania, Nagra Aulia Valopi, Filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274261162610.24036/prosemnasbio/vol4/1066Pemanfaatan Jenis Tanaman Obat dari Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1082
<p>Daerah Sumatera Barat terkenal dengan keasrian daerahnya dan keberagaman sumber hayatinya diantaranya di Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi nama ilmiah, nama lokal, bagian yang dimanfaatkan dan menganalisis pemanfaatan jenis tanaman obat dari Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Tanaman obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat setempat memiliki peran penting dalam pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan tanaman obat seperti Jambu (Psidium guajava L.), Sembung (Blumea balsamifera), Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), dan Bunga Telang (Clitoria ternatea) yang berasal dari Pasaman Barat, serta Pacing (Costus speciosus), Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata), Pepaya (Carica papaya), Bawang Merah (Allium cepa), dan Bawang Putih (Allium sativum) dari Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan Masyarakat dan kajian literatur terkait penggunaan tanaman obat tersebut. Hasil riset ini menunjukkan bahwa masing-masing tanaman memiliki manfaat yang beragam, seperti pengobatan gangguan pencernaan, demam, dan sebagai antiinflamasi. Masyarakat memanfaatkan tanaman ini dalam bentuk ramuan tradisional, baik sebagai obat herbal maupun bahan tambahan dalam masakan.</p>Nailatil Fadhilah Chan Tiara Kurnia PutriFadilaturahmah FadilaturahmahFilza Yulina Ade
Copyright (c) 2025 Nailatil Fadhilah Chan, Tiara Kurnia Putri, Fadilaturahmah Fadilaturahmah, filza Yulina Ade
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274296997910.24036/prosemnasbio/vol4/1082Keanekaragaman Hayati Calon Hutan Lindung Nagari Buluh Kasok, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1098
<p>Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelestarian ekosistem, terutama pada kawasan lindung yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan habitat bagi satwa liar khususnya spesies endemik dan terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis keanekaragaman hayati di Hutan Nagari Buluh Kasok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sebagai kandidat hutan lindung. Metode eksploratif dan sensus dilakukan, di mana spesies tumbuhan diidentifikasi dan dipetakan menggunakan GPS dan ArcMap, dan keanekaragaman hewan dideteksi menggunakan pengamatan langsung. Penelitian ini menemukan 89 individu tumbuhan pada jalur pengamatan sepanjang ± 1 km dan ditemukan beberapa tumbuhan potensial, termasuk tujuh spesies yang terancam seperti Shorea montigena dan sembilan spesies potensial seperti Nepenthes mirabilis. Untuk fauna, kami menemukan satu spesies burung endemik (Argusianus argus), satu spesies herpetofauna, dan tiga spesies mamalia. Studi pendahuluan ini menunjukkan bahwa beberapa satwa liar penting terdapat di Hutan Buluh Kasok, yang menunjukkan bahwa wilayah ini sangat potensial untuk perlindungan hutan.</p>Rivaldo SitumorangReki Kardiman
Copyright (c) 2025 Rivaldo Situmorang, Reki Kardiman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-274270571710.24036/prosemnasbio/vol4/1098EFEK APLIKASI EKSTRAK LIDAH BUAYA ( ALOE VERA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS STEK TANAMAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA S. ) DI BALAI PEMBIBITAN AGROWISATA KOTA PADANG
https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1114
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera) sebagai zat perangsang tumbuh alami terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) di Balai Pembibitan Agrowisata Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), melibatkan 50 stek tanaman jeruk nipis. Parameter yang diamati mencakup tingkat keberhasilan hidup, dan daya tumbuh stek. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh sebesar 94 % (47 stek hidup) dan tingkat kegagalan sebesar 6 % (3 stek mati). Aplikasi ekstrak lidah buaya terbukti efektif dalam meningkatkan daya hidup stek, merangsang pembentukan akar, serta mendukung pertumbuhan vegetatif awal tanaman. Penelitian ini mengungkap potensi ekstrak lidah buaya sebagai pengatur tumbuh alami yang ramah lingkungan, memberikan alternatif praktis dan ekonomis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Dengan meningkatnya permintaan terhadap bibit jeruk nipis berkualitas di pasar, hasil penelitian ini dapat menjadi solusi inovatif dalam memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian hortikultura di Sumatra Barat. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan agrikultur berbasis teknologi hijau serta peningkatan produktivitas komoditas hortikultura bernilai tinggi. </p>Velina SalsabilRavena MuthiaLukman LukmanViolita Violita
Copyright (c) 2025 Velina Salsabil, Ravena Muthia, Lukman Lukman, Violita Violita
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-03-272025-03-27421190120010.24036/prosemnasbio/vol4/1114