Etnobotani Tradisi Mendem Ari-ari Pada Masyarakat Sunda Di Kelurahan Jelambar, Kota Jakarta Barat
Keywords:
Etnobotani, Masyarakat Sunda, Mendem Ari-ari, Tumbuhan TradisionalAbstract
Modernisasi di wilayah urban menyebabkan banyak tradisi lokal mulai ditinggalkan, termasuk tradisi mendem ari-ari dalam Masyarakat Sunda. Tradisi ini merupakan proses pasca kelahiran yang melibatkan penguburan ari-ari bayi bersama bahan simbolik, termasuk tumbuhan yang diyakini memiliki nilai spiritual dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji pemanfaatan tumbuhan dalam tradisi mendem ari-ari di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kuesioner terhadap 10 responden berusia 20—65 tahun dan wawancara semi terstruktur 2 informan kunci. Hasil menunjukkan terdapat 13 spesies tanaman dari 10 famili yang digunakan, di antaranya Asam jawa (Tamarindus indica), Pepaya (Carica papaya), Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), Mawar putih (Rosa alba), Mawar merah (Rosa hybrida), Melati (Jasminum sambac), Kenanga (Cananga odorata), Kantil (Michelia champaca), Sedap malam (Polianthes tuberosa), Kembang telon (Clitoria ternatea), Bawang merah (Allium cepa), Bawang putih (Allium sativum), dan Kelapa (Cocos nucifera). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bunga (54%), yang melambangkan kesucian, perlindungan, dan harapan. Tradisi mendem ari-ari masih bertahan di lingkungan urban dan mencerminkan kearifan lokal yang penting untuk diidentifikasi dan dilestarikan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Haniyah Savita Zuhri, Nur Mala Aziza, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium