Valuasi Tumbuhan Bahan Bangunan di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi
Keywords:
Etnobotani, Jenis kayu, Tumbuhan bahan bangunanAbstract
Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan bangunan merupakan bagian dari praktik etnobotani yang masih lestari di masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, serta nilai kontribusinya sebagai bahan bangunan. Data dikumpulkan pada April 2025 melalui survei dan wawancara semi-terstruktur terhadap delapan pelaku usaha toko dan perusahaan bahan bangunan. Pada penelitian ini ditemukan 13 jenis tumbuhan yang umum digunakan, diantaranya jati (Tectona grandis), ulin (Eusideroxylon zwageri), merbau (Instia sp), bengkirai (Shorea laevifolia), sungkai (Peronema canescens), meranti (Shorea sp.), alba/sengon (Paraserianthes falcataria), nyatoh (Palaquium obtusifolium), kamper (Cinnamomum camphora), pinus (Pinus merkusii), kayu kampung, racuk (Eusideroxylon zwageri), dan damar laut (Agathis dammara). Meranti memiliki permintaan yang tinggi dan nilai use value tertinggi (0,625) karena harga yang relatif terjangkau, kualitas yang baik, serta ragam pemanfaatannya sebagai bahan bangunan. Hasil ini mencerminkan masih kuatnya ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam hayati untuk kebutuhan bahan bangunan. Selain itu penemuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan dan konservasi jenis-jenis tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di sektor konstruksi.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Nanda Nur Qodriani, Nurul Fadilah, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium