Makna Bengkuang dalam Komponen Rujak Tradisi Tujuh Bulanan di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan
Keywords:
Bengkuang, Rujak, Tujuh BulananAbstract
Tradisi tujuh bulanan merupakan tradisi masyarakat untuk memperingati usia kehamilan tujuh bulan. Dalam tradisi ini, terdapat sajian rujak yang disebut rujak gobet. Rujak dalam konteks ini memiliki makna simbolik dan spiritual, yang berkaitan erat dengan doa dan harapan untuk keselamatan ibu serta janin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memahami makna simbolik, serta alasan kultural dan kesehatan dalam penggunaan bengkuang sebagai salah satu bahan utama sajian rujak di masyarakat Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bengkuang memiliki makna simbolik yang mendalam pada budaya tradisi tujuh bulanan, dan keberadaannya dalam rujak mencerminkan perpaduan antara kepercayaan tradisional, aspek kesehatan, serta wujud rasa syukur dalam praktik budaya tersebut. Masyarakat perlu selalu melestarikan makna bengkuang dalam rujak tujuh bulanan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang bernilai.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Nurmaliha Khayrani, Raden Ayu Nadira Cinta Ramadhytia, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium