Etnobotani Pisang Pada Masyarakat Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1261

Authors

  • Kesha Kamila Maharani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Annisa Rahma Aulia Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Priyanti Priyanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ardian Khairiah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Etnobotani, Lokal, Pemanfaatan, Pisang

Abstract

Lahan-lahan di kawasan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang memiliki banyak kebun pisang yang sebagian besar dikelola oleh masyarakat setempat. Selain mudah dibudidayakan, tanaman pisang juga memiliki beragam manfaat untuk kebutuhan sehari-hari serta memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan berbagai bentuk pemanfaatan tanaman pisang oleh masyarakat di Rukun Warga 02, Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025 dengan metode observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 40 orang dengan kriteria usia minimal 30 tahun. Subjek penelitian ini adalah masyarakat lokal, sedangkan objek penelitian mencakup berbagai bentuk pemanfaatan tanaman pisang, dengan parameter yang diamati meliputi spesies dan varietas pisang yang digunakan, bagian tanaman yang dimanfaatkan, serta tujuan pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies pisang yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu Musa paradisiaca dan Musa brachycarpa. Musa paradisiaca memiliki 11 varietas yang dimanfaatkan, diantaranya pisang raja, pisang kepok, pisang ambon, pisang tanduk, pisang uli, pisang lampung, pisang kapas, pisang mas, pisang raja sereh, pisang angleng, dan pisang nangka. Sementara itu, pada Musa brachycarpa hanya ditemukan satu varietas, yaitu pisang batu. Seluruh bagian tanaman pisang, mulai dari buah, daun, bunga, batang semu, pelepah, hingga getah dan keseluruhan tanaman dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan pangan, obat tradisional, ritual adat, kerajinan, dan pakan ternak.

Published

2025-12-30

How to Cite

Maharani, K. K. ., Aulia, . A. R. ., Priyanti, P., & Khairiah, A. . (2025). Etnobotani Pisang Pada Masyarakat Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 1212–1227. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1261

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>