Etnobotani Tradisi Suap-Suapan Pada Upacara Pernikahan Adat Surakarta, Jawa Tengah

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1258

Authors

  • Hanifa Noor Fawzia Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Kholila Nur Ma’rufi Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Priyanti Priyanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ardian Khairiah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

adat Surakarta, Etnobotani, Pernikahan, suap-suapan

Abstract

Upacara pernikahan pada masyarakat Surakarta memiliki tradisi suap-suapan, dimana kedua mempelai saling menyuapi sebagai simbol kasih sayang, kepercayaan, dan kesiapan berbagi kehidupan. Tumbuhan yang digunakan dalam prosesi ini tidak hanya bernilai konsumsi, tetapi juga mengandung makna filosofis. Dokumentasi terhadap penggunaan tumbuhan tersebut diperlukan agar pengetahuan lokal tetap lestari dan mendorong budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam tradisi suap-suapan serta mengkaji makna simbolik yang melekat di masyarakat Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Bulan April 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada studi etnobotani tradisi suap-suapan dalam upacara pernikahan adat Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara secara terbuka dengan informan yang terdiri dari tiga kelompok diantaranya, masyarakat pelaku adat, pakar budaya, dan wedding organizer. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi tematik, yakni mengelompokkan informasi berdasarkan jenis tumbuhan, cara pengolahan, serta makna simboliknya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 16 spesies dalam 9 famili diantaranya Poaceae, Solanaceae, Amaryllidaceae, Zingiberaceae, Fabaceae, Amaranthaceae, Arecaceae, Myrtaceae, dan Musaceae. Tumbuhan tersebut tersebar pada 3 menu diantaranya, nasi tumpeng, nasi bola-bola, nasi rendeng, dan saweran. Setiap tumbuhan yang digunakan memiliki makna simbolik tersendiri, seperti padi sebagai lambang kemakmuran, kelapa untuk keutuhan keluarga, dan kacang panjang sebagai doa umur panjang. Tradisi suap menyuap antara kedua mempelai ini memiliki makna bahwa keduanya saling mencintai, menebar kasih sayang serta guyub rukun, saling mengisi, tolong menolong, dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini menunjukkan peran penting etnobotani dalam menjaga pelestarian budaya sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman tumbuhan lokal.

Published

2025-12-30

How to Cite

Fawzia, H. N. ., Ma’rufi, K. N. ., Priyanti, P., & Khairiah, A. . (2025). Etnobotani Tradisi Suap-Suapan Pada Upacara Pernikahan Adat Surakarta, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 1179–1193. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1258

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3