Etnobotani Tradisi Suap-Suapan Pada Upacara Pernikahan Adat Surakarta, Jawa Tengah
Keywords:
adat Surakarta, Etnobotani, Pernikahan, suap-suapanAbstract
Upacara pernikahan pada masyarakat Surakarta memiliki tradisi suap-suapan, dimana kedua mempelai saling menyuapi sebagai simbol kasih sayang, kepercayaan, dan kesiapan berbagi kehidupan. Tumbuhan yang digunakan dalam prosesi ini tidak hanya bernilai konsumsi, tetapi juga mengandung makna filosofis. Dokumentasi terhadap penggunaan tumbuhan tersebut diperlukan agar pengetahuan lokal tetap lestari dan mendorong budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam tradisi suap-suapan serta mengkaji makna simbolik yang melekat di masyarakat Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret hingga Bulan April 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada studi etnobotani tradisi suap-suapan dalam upacara pernikahan adat Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara secara terbuka dengan informan yang terdiri dari tiga kelompok diantaranya, masyarakat pelaku adat, pakar budaya, dan wedding organizer. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi tematik, yakni mengelompokkan informasi berdasarkan jenis tumbuhan, cara pengolahan, serta makna simboliknya. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 16 spesies dalam 9 famili diantaranya Poaceae, Solanaceae, Amaryllidaceae, Zingiberaceae, Fabaceae, Amaranthaceae, Arecaceae, Myrtaceae, dan Musaceae. Tumbuhan tersebut tersebar pada 3 menu diantaranya, nasi tumpeng, nasi bola-bola, nasi rendeng, dan saweran. Setiap tumbuhan yang digunakan memiliki makna simbolik tersendiri, seperti padi sebagai lambang kemakmuran, kelapa untuk keutuhan keluarga, dan kacang panjang sebagai doa umur panjang. Tradisi suap menyuap antara kedua mempelai ini memiliki makna bahwa keduanya saling mencintai, menebar kasih sayang serta guyub rukun, saling mengisi, tolong menolong, dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini menunjukkan peran penting etnobotani dalam menjaga pelestarian budaya sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman tumbuhan lokal.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Hanifa Noor Fawzia, Kholila Nur Ma’rufi, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium