Etnobotani dalam Tradisi “Nujuh Bulanin” pada Masyarakat Betawi di Srengseng, Jakarta Barat
Keywords:
Masyarakat Betawi, Etnobotani, Nujuh bulaninAbstract
Masyarakat Betawi yang tinggal di kawasan Srengseng, Jakarta Barat masih menggunakan tumbuhan sebagai pemanfaatan untuk tradisi Nujuh Bulanin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam prosesi tradisi Nujuh Bulanin pada masyarakat Betawi yaitu siraman dan bagi - bagi rujak, serta makna dan pemanfaatan tumbuhan yang digunakan dalam tradisi kehamilan Nujuh Bulanin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling dengan wawancara semi terstruktur dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh 14 spesies dari 13 famili tumbuhan yang digunakan dalam tradisi kehamilan Nujuh Bulanin. Pemanfaatan tumbuhan tersebut memiliki makna budaya tersendiri, seperti harapan agar anak harum sepanjang masa, kelancaran proses kelahiran, hingga simbol kecantikan dan ketampanan. Pengetahuan masyarakat tentang kajian etnobotani kehamilan dalam tradisi Nujuh Bulanin sudah cukup baik, namun masih ada masyarakat yang belum mengetahui makna pemanfaatan tumbuhan dalam tradisi Nujuh Bulanin.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Dea Eka Wulandari, Fhelia Rahmawaty, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium