Etnobotani Musaceae Pada Tradisi Upacara Adat Babaritan di Desa Kranggan, Jawa Barat
Keywords:
Babaritan, Musaceae, Manfaat PisangAbstract
Upacara Adat Babaritan merupakan salah satu tradisi masyarakat Sunda yang masih dilestarikan di Desa Kranggan. Tradisi ini memanfaatkan tumbuhan secara tradisional, salah satunya adalah tanaman dari keluarga Musaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi, serta menggali peran tanaman pisang yang terdapat pada upacara adat babaritan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu purposive sampling, survei lapangan, dan membagikan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh macam pisang yang digunakan, diantaranya pisang raja, pisang ambon, pisang tanduk, pisang nangka, pisang kepok, pisang barangan, dan pisang mas. Berbagai bagian tanaman pisang, seperti buah, daun, jantung dan batangnya, telah dimanfaatkan dalam upacara adat babaritan. Serta dalam peletakkan penyajiannya dibedakan menjadi 3, yaitu dipermukaan tanah, di bawah tanah, dan digantung di atas pohon. Untuk buahnya digunakan sebagai sajian makanan, daunnya dimanfaatkan sebagai wadah makanan, jantung pisang diolah menjadi makanan dan batangnya digunakan sebagai penyanggah.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Balgis Yusfira Zahra, Eiga Andini, Priyanti Priyanti, Ardian Khairiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium