Pemeriksaan Kualitas Air Minum Menggunakan Metode Cfu Untuk Menentukan Kandungan Coliform Dan E. Coli Di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat
Keywords:
Air minum isi ulang, Air minum gizi, Coliform, E. coli, CFU, Kualitas mikrobiologisAbstract
Air minum isi ulang dan air minum gizi merupakan dua jenis produk air olahan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena kemudahan akses dan harga yang terjangkau. Namun, kedua jenis air ini berisiko mengalami kontaminasi mikrobiologis apabila tidak melalui proses pengolahan dan distribusi yang higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologis air minum isi ulang dan air minum gizi dengan mengukur kandungan Coliform dan Escherichia coli (E. coli) menggunakan metode Colony Forming Unit (CFU). Sebanyak 12 sampel air diuji di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada Januari–Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 dari 12 sampel (50%) mengandung Coliform dan 3 sampel (25%) terdeteksi E. coli, yang melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam Permenkes No. 492 Tahun 2010, yaitu 0 CFU/100 ml. Sampel yang paling banyak terkontaminasi berasal dari jenis air minum isi ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan pengawasan berkala serta edukasi terhadap pengelola depot dan produsen air minum gizi mengenai praktik sanitasi dan higiene dalam pengolahan dan distribusi air. Pemeriksaan mikrobiologis secara rutin menjadi langkah penting dalam menjamin kualitas dan keamanan air minum yang dikonsumsi masyarakat.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Afifah Mabrukah Aulia, Elsa Yuniarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium