Deteksi Kandungan Formalin dalam Tahu Yang Beredar Di Pasar Tradisional dan Modern Kota Palembang Menggunakan Kit Uji Formalin
Keywords:
tahu, formalin, kit formalinAbstract
Tahu adalah salah satu sumber protein yang dikonsumsi masyarakat umum dalam jumlah yang cukup banyak. Kandungan protein nabati yang tinggi pada tahu menjadikannya alternatif yang layak untuk protein hewani. Tahu dibuat dengan mengentalkan susu kedelai atau dadih, kemudian dicetak dan ditekan. Tahu termasuk salah satu jenis makanan yang mudah rusak. Tahu putih yang sudah rusak akan berbau busuk dan berlendir. Tahu sering diawetkan oleh pedagang dengan cara direndam dalam formalin, sehingga tahan terhadap mikroba, sulit diurai, dan mampu bertahan hingga tujuh hari. Formalin mengandung 10-15% alkohol/metanol sebagai penstabil, mencegah formaldehida berpolimerisasi menjadi paraformaldehida yang sangat mematikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada sampel tahu yang dijual di Kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari berbagai lokasi penjualan, termasuk pasar tradisional dan pasar modern. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode uji test kit formalin. Sebanyak enam sampel tahu diuji dalam penelitian ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tiga dari enam sampel terdeteksi positif mengandung formalin, yang masing-masing berasal dari tiga lokasi berbeda.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Lutfia, Dhea Amandari, Riri Novita Sunarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ