Respon Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) Terhadap Pemberian Pepaya Busuk Sebagai Pupuk Organik Cair
Keywords:
Brassica juncea L, Pupuk Organik Cair, Pepaya busuk, RAL, ANOVAAbstract
Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.) adalah melalui kegiatan pemupukan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk dapat melihat respon tanaman sawi caisim terhadap POC dari pepaya busuk. Alat dan bahan yang digunakan yaitu polybag, bibit sawi caisim, POC dari pepaya busuk yang siap digunakan, tanah, kompos dan air. Metode yang digunakan yaitu RAL dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan empat perlakuan konsentrasi POC (0%, 20%, 40%, 60%) dan dua ulangan. Namun, karena kematian tanaman pada perlakuan 60%, analisis hanya mencakup 0%, 20%, dan 40%. Hasil analisis ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0.05) pada variabel pertumbuhan (jumlah helai daun, panjang batang, lebar daun, panjang daun) di antara perlakuan POC. POC ini berdampak signifikan terutama pada konsentrasi perlakuan II. Kandungan nutrisi dalam POC meningkatkan jumlah daun, panjang batang, dan ukuran daun. Namun, konsentrasi POC yang terlalu tinggi (Perlakuan IV) terbukti toksik dan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, penggunaan POC dari limbah pepaya sebagai pupuk yang efektif dan ramah lingkungan memerlukan penyesuaian konsentrasi yang optimal untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan menghindari efek negatif.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Bunga Citra Dewi, Fitri Juneli, Gusti Aryanti, Binar Azwar Anas Harfian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ