Analisis Kandungan C-Organik dan Dampaknya terhadap Kesuburan Tanah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kemampo Banyuasin
Keywords:
Bahan organik, C-organik, KHDTK Kemampo, Spektrofotmetri UV-VISAbstract
Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk kawasan hutan sekunder seperti KHDTK Kemampo di Banyuasin, Sumatera Selatan. Hutan ini penting sebagai habitat flora dan fauna serta berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui kandungan karbon organik (C organik) dalam tanah. C-organik menjadi indikator kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme, pH, dan faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur C-organik dalam tanah dan lumpur di KHDTK Kemampo serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas tanah. Metode spektrofotometri UV-VIS digunakan untuk menganalisis delapan sampel dari berbagai lokasi. Hasil menunjukkan kadar C-organik berkisar antara 3,67% hingga 7,63%, dengan bahan organik antara 6,33% hingga 13,16%. Sampel dengan kadar C-organik lebih tinggi menunjukkan porositas dan aktivitas mikroorganisme yang lebih baik. Selain itu, pH tanah yang rendah (3,77–5,33) menunjukkan karakteristik tanah asam yang memengaruhi ketersediaan nutrisi. C-organik berperan penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung keberlanjutan ekosistem hutan tropis. Pengelolaan berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik, diperlukan untuk meningkatkan kadar C-organik dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Nopriandi Nopriandi, Salbina Amira Savilla, Bunga Citra Dewi, Ledis Heru Saryono Putro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium