Fitoremediasi Air Limbah PT. Bukit Asam, Tbk Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Alternatif Pengelolaan Lingkungan Terhadap Nilai pH
Abstract
PT. Bukit Asam merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri pertambangan batubara. Limbah yang dihasilkan dari pertambangan dapat menjadi ancaman yang bisa memberikan dampak yang memiliki toksisitas yang tinggi. Salah satunya adalah limbah cair yang dihasilkan mengandung hazard yang berbahaya sebab terdapat berbagai logam berat yang berbahaya bagi lingkungan dan keberlangsungan hidup organisme. Pencemaran air merupakan salah satu pencemaran yang umumnya terjadi di suatu pertambangan. Salah satu yang menjadi permasalahan di Laboratorium PAB PT. Bukit Asam adalah air limbah yang mempunyai nilai pH rendah yaitu berkisar antara pH 2-3, hal ini berada dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh SK Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 1995, bahwa standar baku mutu pH limbah cair adalah 6,9. Nilai Ph yang sangat rendah dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi lingkungan dan organisme yang terdapat di air. Penelitian ini bertujuan untuk menaikkan nilai pH air limbah hasil buangan Laboratorium PAB PT. Bukit Asam, Tbk dengan menggunakan tumbuhan Eceng Gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium PAB PT. Bukit Asam, Tbk selama 7 hari dengan metode Fitoremediasi menggunakan tumbuhan Eceng Gondok. Hasil dari proses fitoremediasi air limbah Laboratorium PAB PT. Bukit Asam, Tbk dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dapat menaikkan ph air dari 2.99 menjadi 5.89, 6.22 dan 6.41. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Tumbuhan Eceng Gondok efektif untuk menaikkan pH air limbah ke nilai pH normal.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2024 Adam Rahmat Hidayat, Frety Abelia Azzumar, Lara Mukti Taresha, Ditha Paulina, Bayu Alci Oktapani, Febriansyah, Riri Novita Sunarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ