Analisis Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Pada Tanaman Padi di Kabupaten Pesisir Selatan Bulan Februari 2024
Keywords:
Organisme pengganggu tumbuhan, Padi, Serangan hamaAbstract
Penyebab utama yang dapat menurunkan produktivitas padi di banyak daerah, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan, adalah organisme pengganggu tanaman (OPT). Menganalisis tingkat keparahan serangan serangga pada tanaman padi pada bulan Februari 2024 di berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi deskriptif kuantitatif, berdasarkan data sekunder dari pemantauan lapangan oleh staf Dinas Pertanian setempat, digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan luas serangan 34,80 hektar, tikus merupakan hama yang paling banyak menyerang tanaman padi. Wereng batang coklat (WBC) berada di urutan kedua dengan luas serangan 24,00 hektar, dan penggerek batang dengan luas serangan 8,50 hektar. Dengan luas serangan 20,00 hektar, Batang Kapas merupakan kecamatan dengan masalah hama tikus terparah. Meskipun ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil, hama lain seperti blas, ngengat tanah, dan kutu kebul juga teridentifikasi. Temuan ini berfungsi sebagai dasar untuk saran di masa depan untuk kebijakan perlindungan tanaman dan menawarkan wawasan yang signifikan untuk inisiatif pengelolaan hama terpadu.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Annisa Khairani, Moralita Chatri, Betriyeni Betriyeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ