Studi Jenis-Jenis Tanaman Yang Berpotensi Sebagai Obat Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo Pangkalan Panji Banyu Asin Sumatera Selatan

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1022

Authors

  • Nur Azizah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Naomi Puspita Dewi Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Andi Saputra Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Keywords:

KHDTK Kemampo, BP2LHK Palembang, Potensi, Menganalisis, Tanaman Obat

Abstract

KHDTK Kemampo, yang di dirikan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Palembang. Sumatera Selatan adalah area yang memiliki peluang besar dalam bidang penelitian dan pendidikan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat dikawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) kemampo pangkalan panji banyu asin Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk menganalisis tanaman yang berpotensi sebagai obat yang dilakukan dengan menjelajahi hutan kemampo. Hasil yang diperoleh, ditemukan ada 11 jenis tanaman obat di lokasi hutan kemampo yaitu ditemukan tanaman mampelas (Tetraera indica L.), tanaman senduduk Bulu (Melastoma malabathricum), tanamanmengkudu (Morida coreia), tanaman ciplukan (Physalis angulata L.), tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), tanaman akar wangi (Polygala paniculata L.), tanaman paku (Gleichenia linearis), tanamandaun salam (Sygyzium polyanthum), tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.), tanaman waru (Hibiscus tiliaceus L.), tanaman urang aring (Eclipta prostrata).

Published

2025-03-27

How to Cite

Azizah, N., Dewi, N. P., & Saputra, A. (2025). Studi Jenis-Jenis Tanaman Yang Berpotensi Sebagai Obat Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo Pangkalan Panji Banyu Asin Sumatera Selatan . Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(2), 225–242. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1022

Most read articles by the same author(s)