Teknik Pembibitan Jengkol (Archidendron pauciflorum) Berkualitas 853 di UPTD BSPTH Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat
Keywords:
Pembibitan jengkol, Media tanam, Benih unggul, Sanitasi pembibitan, Rehabilitasi lahanAbstract
Degradasi hutan dan lahan menjadi isu lingkungan yang signifikan di Indonesia dan berdampak pada turunnya produktivitas lahan serta hilangnya keanekaragaman hayati. Salah satu strategi pemulihan adalah rehabilitasi berbasis spesies lokal yang adaptif dan bernilai ekonomi, seperti jengkol (Archidendron pauciflorum). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pembibitan jengkol yang diterapkan di UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH), Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasi partisipatif, melalui pengamatan langsung terhadap proses pembibitan mulai dari seleksi benih hingga pemeliharaan bibit dan pendistribusian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit jengkol yang disemai menggunakan benih tua dan media tanam campuran tanah topsoil dan sekam bakar (3:1) mampu tumbuh dengan baik, dengan rata-rata tinggi mencapai 30 – 40 cm, jumlah daun 15 – 18 helai, dan persentase kelulushidupan 90 – 100% dalam waktu tiga bulan. Teknik pemeliharaan yang disesuaikan dengan kondisi musim serta penerapan prinsip sanitasi terbukti efektif dalam menekan serangan patogen. Namun, masih ditemukan kendala berupa infeksi jamur pada tahap awal pertumbuhan. Secara keseluruhan, teknik pembibitan ini dapat dijadikan model praktik baik (best practice) yang layak direplikasi dalam mendukung keberhasilan program rehabilitasi hutan dan lahan secara berkelanjutan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Lega Pesona Kasih, Azwir Anhar, Jefri Chandra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any medium