Tanaman yang Dijadikan Obat Di Kota Solok dan Kabupaten Solok

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1084

Authors

  • Tri Rahma Aizaniva Departemen Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Meliana Fitri Yeni Departemen Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Filza Yulina Ade Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Fadilaturahmah Fadilaturahmah Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

Keywords:

Tanaman obat, pengobatan tradisional, Solok

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam keanekaragaman hayati, dengan begitu, keanekaragaman hayati tersebut dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mencatat dan memahami pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat di Kota Solok dan Kabupaten Solok dalam pengobatan tradisional. Pemanfaatan tanaman obat masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat karena lebih mudah didapatkan dan harganya terjangkau dibandingkan obat modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan masyarakat, dan melalui kajian literatur. Beberapa tanaman yang menjadi fokus penelitian adalah jahe (Zingiber officinale), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), daun sungkai (Peronema canescens Jack), sirsak (Annona muricata L.), sambiloto (Andrographis paniculata), dan kejibeling (Strobilanthes crispa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tanaman memiliki manfaat spesifik. Jahe digunakan sebagai pereda mual, penghangat tubuh, dan pencegah masuk angin. Kumis kucing dimanfaatkan untuk melancarkan buang air kecil dan mengatasi gangguan saluran kemih. Daun sungkai banyak digunakan sebagai penurun demam, terutama untuk anak anak. Sirsak memiliki khasiat sebagai antihipertensi, antikanker, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sambiloto dikenal sebagai antiradang, penurun gula darah, dan penguat imunitas. Kejibeling digunakan sebagai obat tradisional untuk batu ginjal dan memperbaiki fungsi saluran kemih. Pemanfaatan tanaman ini umumnya dilakukan secara sederhana, seperti direbus, dijadikan teh herbal, atau diolah menjadi ramuan tradisional lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tanaman obat memiliki peran penting dalam sistem kesehatan tradisional masyarakat Solok, baik sebagai pengobatan maupun pencegahan penyakit. Pengetahuan lokal yang kaya ini perlu dilestarikan dan didukung oleh penelitian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk dalam sistem kesehatan modern. 

Published

2025-03-27

How to Cite

Aizaniva, T. R. ., Yeni, M. F. ., Ade, F. Y. ., & Fadilaturahmah, F. (2025). Tanaman yang Dijadikan Obat Di Kota Solok dan Kabupaten Solok. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(2), 992–1000. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1084

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>