Studi Kandungan Senyawa Organik Area Kebun Kelapa Sawit Lahan Gambut: Karateristik C-Organik Metode Spektrofotometri dan Terkait Sifat FisikKematangan Gambut

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/965

Authors

  • Desvita Alfadilah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muhammad Fikri Pratama Noer Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • M Alif Saputra Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ledis Heru Saryono Putro Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Keywords:

c-organik, kematangan gambut, bahan organik, spektrometri, lahan gambut berkelanjutan

Abstract

Tanah gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik yang sebagian besar terdiri dari sisa-sisa tumbuhan yang belum terdekomposisi secara sempurna. Kandungan C-organik yang tinggi menunjukkan potensi besar tanah gambut dalam menyimpan karbon, sementara kadar air yang tinggi mendukung fungsi ekosistem gambut dalam menjaga kestabilan iklim dan biodiversitas. Penelitian ini bertujuan menentukan dinamika kadar c-organik tanah gambut dalam dan di dinamika kematangan gambut guna monitoring pengelolaan lahan gambut untuk tingkatan simpanan karbon dan pengendalian subsidensi lahan dan untuk menganalisis hubungan antara kandungan karbon organik terkait potensi simpanan karbon. Metodologi yang digunakan mencakup pengambilan sampel tanah dari berbagai kedalaman gambut, analisis laboratorium metode spektrometri untuk mengukur kandungan karbon organik dan kadar air, serta interpretasi data guna memahami pola hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian diperoleh nilai kadar C-organik tanah gambut di lahan kelapa sawit dengan kedalaman 2 - >3 m relatif tinggi, rerata 42,99% (40,96 – 44,82%). Rerata kadar bahan organik yaitu 74,12% (70,61– 77,28%). C-organik tinggi pada titik sampling G12 <20cm (44,82%) memiliki kematangan gambut saprik (matang), C-organik lebih rendah sampling H14 >20cm (42,47%) dengan kematangan gambut hemik (setengah matang). Kadar C-organik tanah gambut sangat berkorelasi dengan kematangan gambut dan dapat digunakan untuk pedoman pengelolaan lahan gambut guna tingkatkan simpanan karbon. Dan untuk selanjutya C-organik terkait dengan subsidensi lahan yang dicerminkan dari kadar C-organiknya. Monitoring dinamika C-organik dan kematangan gambut pada lahan gambut berguna dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Published

2024-11-30

How to Cite

Alfadilah, D. ., Noer, M. F. P. ., Saputra, . M. A. ., & Putro, L. H. S. . (2024). Studi Kandungan Senyawa Organik Area Kebun Kelapa Sawit Lahan Gambut: Karateristik C-Organik Metode Spektrofotometri dan Terkait Sifat FisikKematangan Gambut. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(1), 350–358. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/965