Analisis Kualitas Nata de Coco Berdasarkan Variasi Waktu Penyimpanan Starter
Keywords:
Nata de coco, Starter, lama penyimpanan, organoleptikAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang menghasilkan buah kelapa melimpah. Kelimpahan kelapa yang melimpah ini dapat menjadi sebuah keuntungan apabila dapat dikelola dengan baik, termasuk mengolah limbah air kelapa menjadi nata. Nata de coco memiliki nilai tambah yang tinggi dan memiliki prospek di pasar global. Nata de coco merupakan makanan fermentasi bernilai tinggi yang dibuat dari air kelapa dan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini membandingkan starter air kelapa yang disimpan selama satu minggu dan satu bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa starter yang disimpan dalam jangka waktu singkat (satu minggu) menghasilkan ketebalan dan bentuk nata yang lebih baik dibandingkan starter yang disimpan dalam jangka waktu lama (satu bulan). Hasil starter yang disimpan dalam waktu singkat (satu minggu) juga mempunyai tingkat kesukaan paling tinggi dibandingkan produk starter lainnya, berdasarkan warna, bentuk, aroma, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa starter segar (satu minggu) menghasilkan nata de coco yang baik. unggul dalam hal ketebalan (15 cm vs 0,7 cm) dan kesukaan panelis (warna, aroma, bentuk, kenyal, rasa). Oleh karena itu, starter segar direkomendasikan untuk produksi nata de coco yang optimal.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2024 Putri Andriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ