Aktivitas Konservasi di Resort Konservasi Wilayah Marapi Singgalang Tandikat BKSDA Sumatera Barat

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1213

Authors

  • Raihan Marfa Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Rijal Satria Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

Keywords:

konflik mahasiswa dan satwa, konservasi, kukang, Rafflesia arnoldii, patroli hutan

Abstract

Konflik antara manusia dan satwa liar merupakan salah satu tantangan utama dalam konservasi keanekaragaman hayati, khususnya di Sumatera Barat yang menjadi habitat berbagai spesies dilindungi seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Kukang (Nycticebus coucang), dan Beruang Madu (Helarctos malayanus). RKW Marapi Singgalang Tandikat memiliki peran penting dalam upaya mitigasi konflik tersebut melalui berbagai kegiatankonservasi berbasis lapangan. Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman penulis selama mengikuti program magang lapangan di RKW Marapi Singgalang Tandikat, yang mencakup keterlibatan dalam evakuasi kukang liar yang terluka, pelestarian tumbuhan langka Rafflesia arnoldii, serta patroli kawasan hutan dan jalur pendakian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konflik manusia dan satwa umumnya dipicu oleh degradasi habitat dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa liar. Upaya mitigasi yang dilakukan BKSDA meliputi tindakan langsung di lapangan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa konservasi yang efektif memerlukan sinergi antara pendekatan ekologis, sosial, dan kelembagaan.

Published

2025-12-30

How to Cite

Marfa, R. ., & Satria, R. . (2025). Aktivitas Konservasi di Resort Konservasi Wilayah Marapi Singgalang Tandikat BKSDA Sumatera Barat . Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 980–988. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1213