Aktivitas Konservasi di Resort Konservasi Wilayah Marapi Singgalang Tandikat BKSDA Sumatera Barat
Keywords:
konflik mahasiswa dan satwa, konservasi, kukang, Rafflesia arnoldii, patroli hutanAbstract
Konflik antara manusia dan satwa liar merupakan salah satu tantangan utama dalam konservasi keanekaragaman hayati, khususnya di Sumatera Barat yang menjadi habitat berbagai spesies dilindungi seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Kukang (Nycticebus coucang), dan Beruang Madu (Helarctos malayanus). RKW Marapi Singgalang Tandikat memiliki peran penting dalam upaya mitigasi konflik tersebut melalui berbagai kegiatankonservasi berbasis lapangan. Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman penulis selama mengikuti program magang lapangan di RKW Marapi Singgalang Tandikat, yang mencakup keterlibatan dalam evakuasi kukang liar yang terluka, pelestarian tumbuhan langka Rafflesia arnoldii, serta patroli kawasan hutan dan jalur pendakian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konflik manusia dan satwa umumnya dipicu oleh degradasi habitat dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa liar. Upaya mitigasi yang dilakukan BKSDA meliputi tindakan langsung di lapangan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa konservasi yang efektif memerlukan sinergi antara pendekatan ekologis, sosial, dan kelembagaan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Raihan Marfa, Rijal Satria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ