Analisis Penyebaran Rabies Pada Hewan Penyebar Rabies Di Balai Karantina Hewan, Ikan, Dan Tumbuhan Sumatera Barat
Keywords:
Rabies, Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Barat, Zoonosis, Pengendalian PenyakitAbstract
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan m asih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Barat. Tingginya mobilitas hewan dan lemahnya pengawasan lalu lintas biologis antarwilayah menyebabkan potensi penyebaran rabies dan penyakit lainnya tetap tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem karantina hewan, ikan, dan tumbuhan (HIT) menjadi instrumen penting dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit lintas batas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu pokok terkait rabies di Sumatera Barat serta mengevaluasi peran dan efektivitas sistem karantina dalam mencegah penyebaran penyakit dan melindungi keanekaragaman hayati lokal. Pendekatan penelitian ini menggunakan studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan (UU No. 21 Tahun 2019), laporan instansi terkait seperti Dinas Peternakan dan Balai Karantina Padang, serta data sekunder dari WHO dan FAO. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan memetakan permasalahan, kebijakan, serta implementasi teknis karantina dan pengendalian rabies di tingkat daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan program vaksinasi rabies dan pengawasan karantina, tantangan masih ditemukan dalam bentuk minimnya infrastruktur, keterbatasan SDM, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Sistem karantina memiliki peran strategis dalam menekan penyebaran rabies, penyakit ikan, serta hama tanaman, namun memerlukan penguatan teknologi dan koordinasi antarinstansi agar lebih optimal. Dengan demikian, penguatan karantina HIT di Sumatera Barat bukan hanya penting bagi kesehatan manusia dan hewan, tetapi juga dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Delon Agmelindo, Sandi Fransisco Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ