Analisis Kandungan Aflatoksin Pada Kunyit Giling Dan Kunyit Bubuk Di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang Menggunakan Metode HPLC

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1240

Authors

Keywords:

Kunyit bubuk, Aflatoksin, HPLC, Keamanan pangan, Pasar Lubuk Buaya

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan baku obat tradisional. Dalam bentuk giling atau bubuk, kunyit rentan terkontaminasi oleh jamur xerofilik, terutama jika penanganan pascapanen, pengeringan, dan penyimpanan tidak higienis. Jamur seperti Aspergillus flavus dan A. parasiticus mampu memproduksi aflatoksin, yaitu senyawa toksik dan karsinogenik yang membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan aflatoksin dalam kunyit bubuk dan kunyit giling yang dijual di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Sampel dianalisis di Laboratorium Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan kolom imunoselektif (Immunoaffinity Column) untuk pemurnian. Berdasarkan hasil analisis kromatogram, terdeteksi tiga jenis aflatoksin dalam sampel kunyit, yaitu G2 (0,116 ppb), B2 (0,382 ppb), dan B1 (5,714 ppb), sedangkan aflatoksin G1 tidak terdeteksi. Konsentrasi aflatoksin B1 melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh BPOM RI (5 ppb), meskipun total aflatoksin masih berada di bawah batas maksimum 20 ppb. Temuan ini menunjukkan adanya kontaminasi aflatoksin dalam kunyit bubuk akibat penanganan yang kurang higienis, serta menegaskan pentingnya pengawasan keamanan pangan dan pengendalian kualitas produk rempah di pasar tradisional.

 

Published

2025-12-30

How to Cite

Putri, A. Z. . (2025). Analisis Kandungan Aflatoksin Pada Kunyit Giling Dan Kunyit Bubuk Di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang Menggunakan Metode HPLC. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 5(1), 757–765. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol5/1240