Pengaruh Variasi Lama Iradiasi UV dan Waktu Kejutan Panas pada Androgenesis Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1048

Authors

  • Saskia Putri Azeli Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Shafiah Adilla Putri Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Tiara Dwi Ananda Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

Keywords:

Teknologi hasil budidaya ikan, Androgenesis, Ikan Nilem, Ikan tawes

Abstract

Keanekaragaman hasil budidaya ikan diperlukan, sehingga tidak hanya menghasilkan daging ikan, tetapi juga produksi yang lain seperti telur ikan yang dapat dikonsumsi. Dalam upaya meningkatkan produksi dan kualitas ikan Nilem dan ikan Tawes, berbagai teknik pemuliaan dan perbaikan genetik terus dikembangkan, salah satunya melalui teknologi androgenesis. Metode penelitian dalam review ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai jurnal ilmiah tentang androgenesis pada ikan tawes dan nilem. Data yang dikumpulkan mencakup durasi iradiasi UV, waktu kejutan panas, serta hasil tingkat fertilitas dan penetasan. Perbedaan durasi optimal iradiasi UV antara kedua spesies ini menunjukkan bahwa setiap jenis ikan memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap paparan UV. Ikan tawes memerlukan iradiasi yang lebih singkat untuk mencegah kerusakan pada struktur telur, sementara ikan nilem membutuhkan waktu iradiasi yang lebih lama untuk memastikan seluruh genom maternal berhasil diinaktivasi. Teknik androgenesis pada ikan tawes dan nilem memerlukan optimalisasi parameter yang berbeda, meskipun prinsip dasarnya sama.

Published

2025-03-27

How to Cite

Azeli, S. P., Putri, S. A., & Ananda, T. D. (2025). Pengaruh Variasi Lama Iradiasi UV dan Waktu Kejutan Panas pada Androgenesis Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(2), 534–539. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1048

Most read articles by the same author(s)