Kloning Hewan Peliharaan Kucing (Felis catus) Menggunakan Transfer Inti Sel Somatik (SNCT)

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1029

Authors

  • Alya Putri Alizah Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Mella Alfianita Sari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Winda Sakinah Fitri Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

Keywords:

Kucing, SCNT, Kloning, Metode

Abstract

Kucing adalah hewan peliharaan paling populer di seluruh dunia dan model yang paling banyak digunakan untuk memahami penyakit manusia, Transfer inti sel somatik (SCNT) pada hewan kloning penting untuk bioteknologi reproduksi, dapat digunakan untuk konservasi alam liar, terancam punah atau hampir punah, dan juga untuk meningkatkan sumber daya genetik ternak lokal yang unggul. Kloning dengan penggunaan SCNT menghasilkan banyak peluang penelitian tidak hanya dalam menghasilkan dan memperbanyak hewan transgenik. Dengan metode SCNT menggunakan sel kulit yang dikumpulkan dari kucing kloning berusia 6 bulan (kucing kloning G1) menghasilkan tujuh kucing kloning generasi kedua. Status klonal mereka dikonfirmasi oleh sembilan set penanda mikrosatelit. Lebih jauh, efisiensi produksi kucing kloning generasi kedua serupa dengan klon yang berasal dari kucing donor G0 (tingkat pengiriman 26 dan 20% pada kucing kloning dan kloning generasi kedua, masing masing).

Published

2025-03-27

How to Cite

Alizah, A. P., Sari, M. A., & Fitri, W. S. (2025). Kloning Hewan Peliharaan Kucing (Felis catus) Menggunakan Transfer Inti Sel Somatik (SNCT). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(2), 286–292. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1029