Article Review: Studi Korelasi: Hubungan antara Tingkat Stres dan Keparahan Vitiligo
Keywords:
Vitiligo, Pigmentasi, Kulit, Stress, Studi literaturAbstract
Vitiligo merupakan suatu gangguan pigmentasi, ditandai dengan adanya depigmentasi kulit berupa makula
hipopigmentasi disebabkan karena hilangnya fungsi melanosit epidermis secara kronik dan progresif. Vitiligo
dapat terjadi pada wanita maupun pria yang dapat berkembang pada usia berapapun, biasanya dimulai
sebelum dekade ketiga kehidupan, hampir setengahnya mengenai usia di bawah 20 tahun dan sepertiganya
terjadi sebelum usia 12 tahun. Kehilangan pigmen tidak hanya masalah bagi tubuh dan penampilan bahkan
bagi psikologis seseorang hal ini sangat mempengaruhi mentalnya. Lebih dari separuh responden dari Vitiligo
society di Inggris menyatakan bahwa vitiligo sudah cukup atau sangat mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Vitiligo dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu auto imun, faktor genetik, dan juga mutasi genetik.
Artikel ini menggunakan studi literatur review yang mengkaji Hubungan antara Tingkat Stress dan Keparahan
Vitiligo menggunakan referensi dari jurnal 10 tahun terakhir dengan jurnal yang relevan. Hasilnya
menunjukkan bahwa vitiligo dapat menyebabkan stress ringan dalam keseharian penderitanya
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Muthmainnah Annisa, Haura Rahmi Adzra, Zahara Syalsa Nadya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/) which permits unrestricted non-commercial use, distribution and reproduction in any mediumÂ