Analisis Keanekaragaman Serangga di Kawasan Hutan Evergreen dan Savana Bekol Taman Nasional Baluran

https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1000

Authors

  • Zahra Azzahwa Avriliaputri Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Arsya Niam U H Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ghalda Salsabila Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Adelia Siti Nur Apriliani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Anggistna Milka Arifiani Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Meiry Fadilah Noor Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhammad Ridhwan Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Keanekaragaman, Serangga, Perangkap jebakan

Abstract

Serangga mendominasi hampir 80% dari seluruh spesies hewan di Bumi, dengan lebih dari 751.000 spesies yang telah diketahui, sekitar 250.000 di antaranya dapat ditemukan di Indonesia. Distribusi serangga dipengaruhi oleh faktor geologi dan ekologi seperti iklim, musim, ketinggian, dan spesies tanaman yang tersedia. Di Taman Nasional Baluran, setiap habitat memiliki karakteristik lingkungan yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, menganalisis keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, membandingkan keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman jenis serangga di kawasan evergreen dan savana. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dengan menggunakan perangkap jebakan dan studi literatur untuk mengidentifikasi jenis serangga yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman Shannon Wienner di kawasan evergreen lebih tinggi, yaitu 1,99 dan 0,69 untuk kawasan savana bekol. Indeks dominasi Simpson yang diperoleh sebesar 0,16 di kawasan evergreen dan 0,68 di savana bekol. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan, khususnya jenis tanah dan struktur vegetasi.

Published

2025-03-27

How to Cite

Avriliaputri, Z. A., H, A. N. U., Salsabila, G., Apriliani, . A. S. N., Arifiani, A. M., Noor, M. F., & Ridhwan, M. (2025). Analisis Keanekaragaman Serangga di Kawasan Hutan Evergreen dan Savana Bekol Taman Nasional Baluran . Prosiding Seminar Nasional Biologi, 4(2), 57–71. https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol4/1000